- Tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian NS yang hilang saat memancing di Sungai Brantas, Tulungagung, pada Jumat (10/7/2026).
- Keluarga meminta pencarian dihentikan karena meyakini NS masih hidup setelah menemukan aktivitas kamera CCTV rumah yang bergerak.
- Pihak berwenang mengalihkan penyelidikan dari kasus bencana alam menjadi persoalan pribadi kepada keluarga dan pihak kepolisian setempat.
SuaraJatim.id - Selama tiga hari, tim SAR gabungan menyisir derasnya arus Sungai Brantas di Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, hingga ke Bendungan Waru Turi, Kediri, mencari keberadaan NS (45), seorang pria yang dilaporkan hilang saat memancing.
Di tepi sungai, hanya ditemukan sepasang sandal dan perlengkapan memancing yang membisu. Secara logika, pemandangan ini biasanya berujung pada duka. Namun, sebuah kejadian ganjil di layar ponsel sang istri mengubah segalanya.
Jumat (10/7/2026) sore, operasi pencarian resmi ditutup. Bukan karena jasad korban ditemukan, melainkan atas permintaan mendesak dari pihak keluarga. Ada sebuah keyakinan kuat yang muncul bahwa NS sebenarnya masih bernapas dan sedang berada di suatu tempat.
Di saat Tim SAR berjibaku melawan arus sungai, kamera CCTV di rumah NS tiba-tiba bergerak. Misteri ini terungkap dalam rapat darurat antara keluarga, perangkat desa, dan aparat kepolisian.
Istri korban memberikan kesaksian bahwa kendali kamera CCTV rumah mereka tertanam di ponsel yang dibawa oleh NS saat pergi memancing.
"Keluarga menduga kemungkinan besar korban sebenarnya masih hidup. Mengingat kamera CCTV itu tidak mungkin bisa bergerak jika tidak dikendalikan oleh pemegang akunnya," ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Gerakan lensa CCTV itu menjadi bukti digital bahwa ponsel NS masih aktif dan dioperasikan oleh seseorang, yang diduga kuat adalah NS sendiri.
Temuan ini mengubah arah penyelidikan dari bencana alam menjadi persoalan pribadi. Petugas memastikan bahwa sebelum kejadian, tidak ada riwayat pertengkaran antara NS dan istrinya.
"Karena ada unsur persoalan pribadi, kasus ini kami kembalikan kepada pihak keluarga dan kepolisian," tutur Komandan Ops SAR Basarnas Trenggalek, Ahmad Taufik.
Baca Juga: RM Padang di Tulungagun Ludes Dilalap Api Saat Pemilik Terlelap, Rugi Rp250 Juta
Berita Terkait
-
RM Padang di Tulungagun Ludes Dilalap Api Saat Pemilik Terlelap, Rugi Rp250 Juta
-
Misteri Pria Ber-sweater Hitam: Jasad Tanpa Identitas Mengambang di Arus Dam Rolak 9 Mojokerto
-
Monopoli dan Insiden Keracunan: 18 SPPG di Tulungagung Disetop Paksa
-
Puluhan Pengendara di Tulungagung Terjaring Razia Pajak, Ada yang Langsung Bayar di Tempat
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Diduga Masih Hidup, Keluarga Putuskan Hentikan Pencarian NS yang Hilang di Sungai Brantas
-
Pemprov Jatim Raih Penghargaan IDEAS 2026 atas Kinerja Komunikasi DEI dan ESG Terbaik
-
Si Brilian dari Magetan: Kisah Sapi Bermata Tiga yang Menolak Ditawar Harga Selangit
-
KTP Ada di Dompet, Tapi Namanya Gentayangan: Skandal ASN Sumenep Curi Identitas Sopir
-
Kecelakaan Beruntun di Madiun: Rem Mendadak Bus Jaya Jadi Mimpi Buruk Truk J&T