- Peternak bernama Parmin di Desa Setren, Magetan, mendapati kelahiran anak sapi unik dengan dua mulut dan tiga mata.
- Dokter hewan menyatakan kondisi sapi tersebut merupakan anomali biologis dicephaly akibat kegagalan pembelahan embrio kembar siam yang sempurna.
- Meski mendapat banyak tawaran harga tinggi dari para kolektor, pemilik memutuskan untuk tetap merawat sapi tersebut hingga dewasa.
SuaraJatim.id - Kesunyian dini hari di Desa Setren, Kecamatan Bendo, Magetan, mendadak pecah oleh napas berat seekor induk sapi Simmental.
Di dalam kandang yang remang, Parmin (57), seorang peternak senior, berjibaku seorang diri membantu proses persalinan yang ia kira akan berjalan biasa saja.
Namun, saat cahaya subuh mulai menyelinap, apa yang keluar dari rahim sang induk membuat detak jantung Parmin seolah berhenti sejenak.
"Masyaallah!" teriaknya spontan. Di hadapannya, sesosok anak sapi jantan lahir dengan rupa yang tak pernah ia bayangkan. Anak sapi itu memiliki dua mulut dan tiga mata.
Fenomena yang dialami anak sapi ini bukanlah kutukan atau mitos supranatural. Dalam dunia kedokteran hewan, kondisi langka ini disebut polisefali atau lebih spesifik dicephaly. Secara sederhana, ia adalah kembar siam yang gagal membelah sempurna di fase awal embrio.
Meski terlahir dengan anomali fisik yang mencolok, anak sapi yang merupakan hasil inseminasi buatan (IB) pejantan Limousine ini menunjukkan daya hidup yang luar biasa. Ia mampu bergerak dan merespons lingkungan dengan baik.
"Alhamdulillah sehat," ucap Parmin dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Kabar lahirnya sapi unik ini menyebar lebih cepat dari api di padang rumput. Warga dari berbagai pelosok desa berbondong-bondong mendatangi kediaman Parmin.
Nama Brilian pun disematkan oleh warga secara spontan, sebuah doa agar si sapi memiliki masa depan yang cemerlang meski dengan keterbatasan fisik.
Baca Juga: Khofifah Apresiasi BBIB Singosari atas Keberhasilan Produksi Semen Beku Sapi Wagyu dan Belgian Blue
Keunikan Brilian langsung menarik perhatian para kolektor hewan dan makelar ternak. Tawaran harga selangit pun mulai berdatangan ke telinga Parmin. Namun, bagi pria yang sudah memelihara sapi sejak SD ini, Brilian bukan sekadar komoditas.
"Saya pelihara sendiri sampai besar. Tidak akan saya jual," tegas Parmin.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Magetan, drh. Budi Nur Rochman, mengonfirmasi bahwa kondisi Brilian adalah murni anomali biologis. Ia menekankan bahwa tidak ada unsur mistis dalam kejadian ini.
"Ini adalah dicephalic parapagus. Embrio yang seharusnya menjadi kembar identik gagal membelah secara sempurna, sehingga terjadi replikasi organ wajah," papar drh. Budi.
Meskipun secara medis hewan dengan kondisi ini sering kali memiliki usia harapan hidup yang pendek, tim dokter hewan akan terus memantau perkembangan Brilian.
Fokus utama saat ini adalah memastikan semua organ vital di dalam satu tubuh tersebut dapat berfungsi optimal seiring pertumbuhannya.
Berita Terkait
-
Khofifah Apresiasi BBIB Singosari atas Keberhasilan Produksi Semen Beku Sapi Wagyu dan Belgian Blue
-
Nestapa Peternak Ayam Petelur di Magetan: Pakan Mencekik, Hasil Ternak Jadi Pajangan Gudang
-
Viral di Skater vs Pengunjung Skatepark Magetan dan Sengkarut Fasilitas Publik
-
Ratusan Pendaki Padati Gunung Lawu Demi Ritual 1 Suro
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Pesan Sakral Kiai Sepuh Jelang Muktamar Ke-35 NU
-
Melalui Semarak Merah Putih, BRI Dorong Ekosistem Desa BRILiaN Balbar Sofifi Maluku Utara
-
Heboh Munculnya Kartu Chip Jelang Muktamar ke-35 NU, Ini Penjelasan Panitia
-
Menteri Agama Mundur dan Fokus Maju Calon Ketua Umum PBNU, Bakal Duel vs Petahana?
-
Masuk Bursa Ketua Umum PBNU, Ini Profil Mentereng Ketua PWNU Jateng Gus Rozin