Wakos Reza Gautama
Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:44 WIB
Seekor anak sapi jantan milik Parmin (57), peternak asal Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, mendadak viral dan menyita perhatian publik setelah terlahir dengan kondisi fisik yang sangat langka. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Peternak bernama Parmin di Desa Setren, Magetan, mendapati kelahiran anak sapi unik dengan dua mulut dan tiga mata.
  • Dokter hewan menyatakan kondisi sapi tersebut merupakan anomali biologis dicephaly akibat kegagalan pembelahan embrio kembar siam yang sempurna.
  • Meski mendapat banyak tawaran harga tinggi dari para kolektor, pemilik memutuskan untuk tetap merawat sapi tersebut hingga dewasa.

SuaraJatim.id - Kesunyian dini hari di Desa Setren, Kecamatan Bendo, Magetan, mendadak pecah oleh napas berat seekor induk sapi Simmental.

Di dalam kandang yang remang, Parmin (57), seorang peternak senior, berjibaku seorang diri membantu proses persalinan yang ia kira akan berjalan biasa saja.

Namun, saat cahaya subuh mulai menyelinap, apa yang keluar dari rahim sang induk membuat detak jantung Parmin seolah berhenti sejenak.

"Masyaallah!" teriaknya spontan. Di hadapannya, sesosok anak sapi jantan lahir dengan rupa yang tak pernah ia bayangkan. Anak sapi itu memiliki dua mulut dan tiga mata.

Fenomena yang dialami anak sapi ini bukanlah kutukan atau mitos supranatural. Dalam dunia kedokteran hewan, kondisi langka ini disebut polisefali atau lebih spesifik dicephaly. Secara sederhana, ia adalah kembar siam yang gagal membelah sempurna di fase awal embrio.

Meski terlahir dengan anomali fisik yang mencolok, anak sapi yang merupakan hasil inseminasi buatan (IB) pejantan Limousine ini menunjukkan daya hidup yang luar biasa. Ia mampu bergerak dan merespons lingkungan dengan baik.

"Alhamdulillah sehat," ucap Parmin dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Kabar lahirnya sapi unik ini menyebar lebih cepat dari api di padang rumput. Warga dari berbagai pelosok desa berbondong-bondong mendatangi kediaman Parmin.

Nama Brilian pun disematkan oleh warga secara spontan, sebuah doa agar si sapi memiliki masa depan yang cemerlang meski dengan keterbatasan fisik.

Baca Juga: Khofifah Apresiasi BBIB Singosari atas Keberhasilan Produksi Semen Beku Sapi Wagyu dan Belgian Blue

Keunikan Brilian langsung menarik perhatian para kolektor hewan dan makelar ternak. Tawaran harga selangit pun mulai berdatangan ke telinga Parmin. Namun, bagi pria yang sudah memelihara sapi sejak SD ini, Brilian bukan sekadar komoditas.

"Saya pelihara sendiri sampai besar. Tidak akan saya jual," tegas Parmin.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Magetan, drh. Budi Nur Rochman, mengonfirmasi bahwa kondisi Brilian adalah murni anomali biologis. Ia menekankan bahwa tidak ada unsur mistis dalam kejadian ini.

"Ini adalah dicephalic parapagus. Embrio yang seharusnya menjadi kembar identik gagal membelah secara sempurna, sehingga terjadi replikasi organ wajah," papar drh. Budi.

Meskipun secara medis hewan dengan kondisi ini sering kali memiliki usia harapan hidup yang pendek, tim dokter hewan akan terus memantau perkembangan Brilian.

Fokus utama saat ini adalah memastikan semua organ vital di dalam satu tubuh tersebut dapat berfungsi optimal seiring pertumbuhannya.

Load More