- Petugas gabungan Samsat dan Satlantas Polres Tulungagung menggelar operasi pajak simpatik di Jalan Supriadi pada Kamis, 11 Juni 2026.
- Operasi tersebut menjaring puluhan kendaraan menunggak pajak dan berhasil mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp2,7 juta di lokasi kegiatan.
- Petugas mengutamakan pendekatan persuasif serta menyediakan layanan pembayaran pajak langsung bagi warga yang belum melunasi kewajiban tahunan mereka.
SuaraJatim.id - Suasana di ruas Jalan Supriadi, Kabupaten Tulungagung, mendadak berbeda pada Kamis (11/6/2026) pagi. Sejumlah petugas gabungan dari UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Samsat Tulungagung bersama Satlantas Polres Tulungagung tampak sibuk menghentikan laju kendaraan.
Bukan sekadar razia kelengkapan surat, aksi ini merupakan operasi simpatik untuk menjemput kesadaran pajak para pengguna jalan.
Hasilnya cukup mengejutkan. Dalam hitungan jam, puluhan kendaraan bermotor kedapatan menunggak pajak tahunan. Rata-rata, para pemilik kendaraan alpa memenuhi kewajibannya selama satu tahun terakhir.
Menariknya, operasi ini tidak melulu soal sanksi. Petugas menyediakan layanan pembayaran pajak di lokasi guna memudahkan masyarakat. Bak gayung bersambut, sebanyak 10 pemilik kendaraan yang terjaring memilih untuk langsung melunasi tunggakannya di tempat.
Dari aksi jemput bola ini, petugas berhasil menghimpun penerimaan pajak sebesar Rp2,7 juta hanya dalam satu kali operasi.
"Kami menemukan lebih dari 20 kendaraan yang terlambat membayar pajak. Namun, kami melihat tren kepatuhan masyarakat Tulungagung sebenarnya terus membaik. Kebanyakan yang menunggak beralasan karena lupa atau terjebak kesibukan pekerjaan," ungkap Kasi Pembayaran dan Penagihan UPT PPD Samsat Tulungagung, Joko Wicaksono.
Bagi mereka yang tidak membawa uang cukup, petugas tetap memberikan edukasi secara humanis tanpa meninggalkan kesan menakut-nakuti.
Di sisi lain, personil Satlantas Polres Tulungagung tetap sigap memastikan aspek keselamatan berkendara. Meski mengedepankan pendekatan persuasif, petugas tidak segan menindak pelanggaran kasat mata yang membahayakan jiwa.
Pengendara yang nekat tidak menggunakan helm langsung diganjar sanksi tilang. Namun, untuk pelanggaran administratif seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) yang habis masa berlakunya, petugas lebih memilih memberikan teguran keras dan arahan agar segera diurus.
Baca Juga: Jembatan Gondang Ditutup: Rute Bus Tulungagung-Trenggalek Lebih Jauh, Harga Tiket Naik?
"Kami lebih mengedepankan pendekatan persuasif untuk pelanggaran administratif. Tujuannya adalah edukasi, agar pengendara sadar pentingnya melengkapi dokumen sebelum turun ke jalan," jelas Ipda Kikis Agung Dwi Husodo, Kaurmintu Satlantas Polres Tulungagung. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Jembatan Gondang Ditutup: Rute Bus Tulungagung-Trenggalek Lebih Jauh, Harga Tiket Naik?
-
Penutupan Jembatan Gondang Tulungagung Diundur Lagi, Catat Tanggal Mainnya
-
Petaka di Jalur Tulungagung-Trenggalek: Niat Menyalip, Sutikno Tewas Terhantam Bus Bagong
-
Misteri Kardus di Bawah Pohon Beringin: Bayi Ditemukan Terlantar di Tengah Sawah Tulungagung
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026