- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menanggapi polemik pidato Presiden Prabowo Subianto di Surabaya pada Selasa, 28 Juli 2026.
- Qodari menyatakan survei kepuasan publik bersifat dinamis dan meminta masyarakat melihat keseluruhan substansi pidato Presiden secara utuh.
- Ia juga meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen seluas 6,6 hektare di Kota Surabaya.
SuaraJatim.id - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Muhammad Qodari, akhirnya angkat bicara mengenai polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung istilah "Londo Ireng".
Saat meninjau persiapan uji coba Sekolah Rakyat permanen di Kota Surabaya, Selasa (28/7/2026), Qodari menjadi sasaran berbagai pertanyaan wartawan, mulai dari kontroversi pidato Presiden, desakan agar Prabowo meminta maaf, hingga hasil survei terbaru mengenai tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah.
Qodari meminta publik tidak melihat pidato Presiden secara sepotong-sepotong. Menurutnya, jika dicermati secara utuh, substansi pidato Prabowo selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat.
"Mengenai pernyataan Presiden, mari kita lihat rangkaian pidato Presiden secara utuh. Semuanya untuk membela kepentingan rakyat," ujar Qodari.
Ia menegaskan, sejak awal pemerintahan, Prabowo secara konsisten mengangkat isu peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, penguatan ketahanan pangan, swasembada beras, ketahanan energi, hingga percepatan proyek strategis nasional seperti pengembangan Blok Masela.
Selain itu, Presiden juga, kata Qodari, menyoroti dugaan praktik under invoicing dan transfer pricing yang disebut merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun.
"Kalau kita fokus pada substansi, itulah poin-poin utama pidato Bapak Presiden," katanya.
Saat didesak wartawan mengenai tuntutan sejumlah organisasi profesi agar Presiden Prabowo meminta maaf atas polemik pernyataan tersebut, Qodari tidak memberikan jawaban secara langsung dan memilih kembali menekankan pentingnya melihat isi pidato secara menyeluruh.
Survei Kepuasan Dinilai Bersifat Dinamis
Baca Juga: Presiden Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Malang, Gubernur: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan
Qodari juga merespons hasil survei yang menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Menurutnya, hasil survei hanyalah potret opini publik pada waktu tertentu sehingga sangat mungkin berubah.
"Survei itu dinamis. Bisa naik, bisa turun. Kalau beberapa bulan lalu 80 persen, sekarang 50 persen, insyaallah nanti bisa kembali 80 persen lagi," ujarnya.
Ia mengajak publik menunggu hasil survei dari berbagai lembaga lain sebagai pembanding sebelum menarik kesimpulan.
Qodari menilai sejumlah indikator fundamental ekonomi nasional masih menunjukkan tren positif. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, serta tingkat tabungan masyarakat masih bertumbuh.
Di bidang politik, menurutnya, pemerintahan juga memiliki dukungan koalisi yang solid sehingga berbagai program strategis dapat terus berjalan.
Ia mencontohkan sejumlah capaian yang diklaim pemerintah, seperti peningkatan kesejahteraan petani melalui harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, kemudahan akses pupuk, berbagai program bantuan sosial, hingga upaya menuju swasembada pangan.
Berita Terkait
-
Presiden Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Malang, Gubernur: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan
-
Dosen Unair Ikut Demo Bersama Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Mengaku Sahabat Baik, Megawati Ungkap Sosok yang Suka Membenturkannya dengan Prabowo
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?
-
Hujan Mulai Turun, 1.789 Warga Ngawi Masih Krisis Air Bersih
-
Polisi Ungkap Hasil Tes DNA 15 Fragmen Tulang Pembunuhan Ibu dan Anak Madiun
-
GM FKPPI Jatim Desak Aktor Intelektual Dugaan Penyadapan Prabowo Dibongkar
-
Media Luar Negeri Ikut Soroti Penangkapan Listyo Sigit Prabowo