- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menanggapi polemik pidato Presiden Prabowo Subianto di Surabaya pada Selasa, 28 Juli 2026.
- Qodari menyatakan survei kepuasan publik bersifat dinamis dan meminta masyarakat melihat keseluruhan substansi pidato Presiden secara utuh.
- Ia juga meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen seluas 6,6 hektare di Kota Surabaya.
"Harusnya dengan capaian-capaian itu tingkat dukungan masyarakat sangat tinggi. Tetapi kami tetap menerima semua masukan sebagai bahan untuk memperbaiki kinerja pemerintah," katanya.
Takjub Lihat Sekolah Rakyat Permanen Surabaya
Di sela kunjungannya, Qodari juga mengaku terkesan melihat progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kota Surabaya. Menurutnya, fasilitas pendidikan tersebut menjadi bukti nyata implementasi program unggulan Presiden Prabowo di bidang pendidikan.
"Alhamdulillah, kami sangat bangga. Saya yakin Bapak Presiden juga sangat bangga dan sangat terharu kalau melihat langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat ini," ucapnya.
Qodari menyebut kompleks Sekolah Rakyat di Surabaya berdiri di atas lahan seluas sekitar 6,6 hektare dengan bangunan sekolah, asrama, dan berbagai fasilitas penunjang yang dinilai representatif.
"Gedung sekolahnya bagus, gedung asramanya juga bagus, fasilitasnya juga bagus. Insyaallah akan sangat menunjang pendidikan anak-anak kita, terutama dari keluarga kurang mampu yang berasal dari desil 1 dan desil 2," katanya.
Ia berharap Sekolah Rakyat mampu menjadi jalan perubahan bagi anak-anak dari keluarga miskin agar memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.
"Mudah-mudahan tempat ini menjadi pintu perubahan nasib bagi anak-anak kita yang kurang beruntung dan keluarga mereka," ujarnya.
Qodari mengungkapkan para calon siswa saat ini telah mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat transisi atau sekolah rintisan sebelum nantinya menempati gedung permanen tersebut.
Baca Juga: Presiden Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Malang, Gubernur: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan
Ia juga menyebut Surabaya menjadi lokasi kedua Sekolah Rakyat permanen yang dikunjunginya setelah Banyuwangi.
"Perkembangannya sangat menggembirakan. Dari sisi fisik sudah sangat bagus, sangat ideal, sangat keren. Mudah-mudahan semua titik pembangunan bisa mengejar target sehingga dapat berfungsi secara optimal," katanya.
Menurut Qodari, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa gagasan Presiden Prabowo kini mulai diwujudkan secara konkret.
"Ini adalah momentum untuk menyaksikan langsung bagaimana program Presiden Prabowo diimplementasikan dan menjadi nyata. Dari sebuah gagasan, hari ini sudah menemukan realisasinya. Insyaallah akan membawa kemajuan pendidikan Indonesia menjadi jauh lebih baik," tuturnya.
Belum Bicara Soal Gubernur BI
Menanggapi pertanyaan mengenai waktu penunjukan Gubernur Bank Indonesia, Qodari enggan memberikan penjelasan lebih jauh.
Berita Terkait
-
Presiden Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Malang, Gubernur: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan
-
Dosen Unair Ikut Demo Bersama Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Mengaku Sahabat Baik, Megawati Ungkap Sosok yang Suka Membenturkannya dengan Prabowo
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Tragedi Menyalip di Sampang: Ibu Muda Tewas Terhempas, Bayi 8 Bulan Alami Patah Tulang
-
Petaka MBG: 211 Siswa Kediri Tumbang Keracunan, Program Dihentikan Sementara
-
Emas 1 Kg hingga Bisnis SPBE: Upeti Mewah Moch Mahrus demi Menguras Dana Hibah Jatim
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI