- Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto adalah jalinan persahabatan personal yang tetap terjaga baik.
- Di Blitar pada 15 Juni, Megawati mengecam pihak tertentu yang berupaya membenturkan dirinya dengan Presiden Prabowo Subianto.
- Megawati mengkritik intimidasi terhadap kebebasan berpendapat mahasiswa dan menantang pihak berwenang terkait keberaniannya menyampaikan kritik di depan publik.
SuaraJatim.id - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri Kembali bicara blak-blakan mengenai hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto.
Di hadapan ratusan kader PDI Perjuangan yang memadati kediaman masa kecil sang Proklamator di Blitar, Senin (15/6), Presiden ke-5 RI itu melontarkan pernyataan yang membuat peta politik nasional mendadak riuh.
Alih-alih melontarkan narasi permusuhan, Megawati justru membuka tabir tentang sisi lain hubungannya dengan Presiden RI tersebut.
Dengan gaya bicara yang lugas, Megawati menegaskan bahwa hubungannya dengan Prabowo Subianto adalah jalinan persahabatan yang tulus secara personal.
Ia mengingatkan publik pada momen 1 Juni lalu, saat keduanya tertangkap kamera saling bergandengan tangan dan tertawa lepas.
"Kamu lihat toh waktu 1 Juni? Aku kan gandengan sama dia, ketawa-ketawa. Ayo, apa artinya? Nggak ada," seloroh Megawati dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Bagi putri Bung Karno ini, politik dan pertemanan adalah dua garis yang tidak boleh tumpang tindih. Baginya, rivalitas ideologi adalah bumbu demokratisasi, namun tak boleh merusak martabat hubungan antarmanusia.
Ia pun menyindir keras para pembisik di lingkaran kekuasaan yang gemar membenturkan dirinya dengan Prabowo.
"Ada teman-temannya yang maunya mem-berang-ko-kan (membenturkan). Bilang Ibu Mega mau melawan Pak Prabowo. Jangan gitu dong! Kita punya tata hukum," tegasnya dengan nada tinggi.
Baca Juga: Gelombang Protes di Surabaya: Ojol hingga Pedagang Kecil Menggugat Kebijakan Ekonomi Prabowo-Gibran
Panggung Megawati di Blitar tak hanya soal elite Jakarta. Sorot matanya menajam saat mengalihkan pembicaraan pada aksi demonstrasi BEM UI baru-baru ini. Namun, bukan mahasiswanya yang ia kritik, melainkan bayang-bayang ketakutan yang seolah mengepung kebebasan berpendapat.
Megawati menyentil pengawalan ketat aparat terhadap gerakan mahasiswa. Ia mempertanyakan mengapa di negara demokrasi, keteguhan sikap justru dibalas dengan intimidasi.
"Hati kalian itu tidak teguh! Kalau iya ya iya, kalau tidak ya tidak. Jangan takut," serunya memberi semangat pada elemen gerakan moral.
Di pengujung pidatonya, Megawati mengeluarkan "kartu as" yang menjadi ciri khas keberaniannya. Sebuah tantangan terbuka yang menunjukkan bahwa ia tidak gentar sedikit pun terhadap tekanan kekuasaan.
“Nah saya berani ngomong gini, terus saya mau ditangkap? Ayo! Mana di sini ada polisi? Panggil sini!” tantangnya.
Berita Terkait
-
Gelombang Protes di Surabaya: Ojol hingga Pedagang Kecil Menggugat Kebijakan Ekonomi Prabowo-Gibran
-
Megawati Soekarnoputri Kembali ke Blitar, Ini Agenda Lengkapnya
-
Dianggap Menghina Presiden Prabowo, Akun Facebook Dilaporkan Kader Gerindra Pasuruan ke Polisi
-
Sapi Jumbo Prabowo Ngamuk di Surabaya, Seruduk Bocah hingga Bikin Panik Warga!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Aksi Damai PSHT Digelar di Surabaya, Warga Diimbau Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas
-
Persik Kediri Datangkan Lima Pemain Baru, Ada Jebolan Timnas Indonesia U-23
-
Krisis Air Bersih Melanda Ngawi, Warga Gali Dasar Sungai demi Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
-
Terbongkar! Penyelundupan 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar dari Surabaya ke Jantung Afrika
-
Puluhan Warga Tulungagung Tumbang Keracunan MBG, Kasus Sengaja Ditutup-tutupi?