- Aliansi GMB melaporkan lima pengurus KONI Blitar ke polisi karena diduga mengeksploitasi anak saat unjuk rasa.
- Kelompok masyarakat tersebut menyerahkan bukti visual dan surat dispensasi sekolah ke Polres Blitar Kota pada Selasa.
- Laporan bermula dari aksi demonstrasi dana hibah KONI di Balai Kota Blitar yang dipimpin Elim Tyu Samba.
SuaraJatim.id - Aksi unjuk rasa massa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Blitar sekaligus Plt Ketua KONI, Elim Tyu Samba, berbuntut panjang. Demonstrasi yang sempat menyita perhatian publik tersebut kini resmi terseret ke ranah hukum pidana.
Aliansi masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Blitar (GMB) melaporkan lima oknum pengurus olahraga ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Blitar Kota, Selasa (15/9/2026).
Laporan ini dipicu oleh dugaan mobilisasi anak-anak di bawah umur, yang berstatus atlet daerah, dalam aksi unjuk rasa berisiko tinggi.
Tak tanggung-tanggung, pihak-pihak yang dilaporkan mencakup jajaran pimpinan elite olahraga daerah yakni Plt Ketua KONI Kota Blitar, koordinator lapangan (korlap) aksi, serta tiga pimpinan cabang olahraga (cabor) berinisial DA, MM, dan SI.
Koordinator GMB, Mariyono Setyo Budi, menegaskan bahwa aksi unjuk rasa di Balai Kota Blitar pada 7 September lalu telah disusupi praktik manipulatif yang melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
"Kami menilai ada mobilisasi terstruktur yang mengarah pada eksploitasi anak. Demonstrasi di ruang publik sarat dengan potensi gesekan dan konflik. Sangat tidak bertanggung jawab mempertaruhkan keselamatan anak-anak yang masih duduk di bangku SMP dan SMA untuk kepentingan tersebut," tegas Budi dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
GMB menepis dalih bahwa kehadiran para pelajar tersebut semata-mata atas kapasitas mereka sebagai atlet. Menurutnya, regulasi perlindungan anak tidak mengenal kompromi di ruang demonstrasi politik jalanan.
"Betul mereka atlet, tapi kalau mau unjuk rasa, libatkan atlet yang sudah dewasa atau berusia di atas 18 tahun. Pengerahan anak-anak di bawah umur inilah yang kami sesalkan dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum," imbuhnya.
Guna memperkuat laporan, GMB menyerahkan sejumlah barang bukti penting ke tangan penyidik, mulai dari dokumentasi visual pengerahan massa anak hingga lembaran surat dispensasi sekolah yang digunakan para pelajar demi mengikuti demonstrasi.
Baca Juga: Geger Pria Tewas Misterius di Kamar Kos Bebas Blitar: Sosok Wanita di TKP Disorot
Kasat Intelkam Polres Blitar Kota, AKP Anang Supriyanto, mengonfirmasi telah menerima laporan resmi tersebut.
"Laporan sudah kami terima. Selanjutnya akan segera kami tindak lanjuti sesuai prosedur operasional dan koridor hukum yang berlaku," ujarnya singkat.
Kisruh ini berakar dari aksi frontal Elim Tyu Samba pada Senin (7/9/2026) lalu. Bertindak sebagai Plt Ketua Umum KONI sekaligus orang nomor dua di Pemkot Blitar, Elim memimpin ratusan massa yang terdiri dari atlet, wali atlet, pelatih, dan pengurus cabor untuk mengepung kantor Balai Kota Blitar.
Massa menuntut kejelasan pencairan dana hibah KONI untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, serta mendesak dibukanya kembali kantor kesekretariatan KONI yang disegel.
Kala itu, Elim berdalih jalanan adalah satu-satunya opsi setelah saluran birokrasi formal menemui jalan buntu.
"Kami sudah mengirim tiga kali surat permohonan audiensi resmi kepada Wali Kota, namun tidak pernah direspons. Bahkan saat hearing bersama DPRD dan Dispora, Wali Kota kembali absen. Karena komunikasi formal nihil hasil, langkah ini terpaksa kami ambil," lontar Elim saat berorasi di depan awak media kala itu.
Berita Terkait
-
Geger Pria Tewas Misterius di Kamar Kos Bebas Blitar: Sosok Wanita di TKP Disorot
-
Wakil Wali Kota Blitar Pimpin Demo ke Balai Kota: Buntut Dana KONI Mampet
-
Gunung Kawi Membara! Jalur Sirah Kencong Ditutup Usai Hutan Dilalap Api
-
Pria Tewas Ditabrak KA Majapahit di Blitar: Keluarga Sebut Korban Depresi
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun