Wakos Reza Gautama
Selasa, 28 Juli 2026 | 08:43 WIB
Operasi cipta kondisi yang digelar Dinas Satpol PP Gresik bersama aparat gabungan mengungkap temuan mengejutkan. Dari razia di lima warung pangku, seorang pramusaji dinyatakan positif HIV dan sifilis, sementara seorang lainnya terindikasi menggunakan narkotika jenis sabu. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Tim gabungan Kabupaten Gresik menggelar operasi gabungan di lima lokasi warung pangku pada hari Minggu tanggal 26 Juli 2026.
  • Petugas mengamankan lima puluh orang yang terdiri dari sepuluh pemilik warung dan empat puluh pramusaji untuk pemeriksaan medis.
  • Hasil pemeriksaan medis menunjukkan seorang pramusaji positif HIV dan sifilis, sedangkan pramusaji lainnya positif menggunakan sabu.

SuaraJatim.id - Operasi yang digelar tim gabungan pada Minggu (26/7/2026) malam mengungkap sisi gelap yang mengancam kesehatan publik di balik fenomena warung pangku di Gresik.

Sekitar 100 personel dari Satpol PP, Polres, Kodim 0817, hingga BNN dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik diterjunkan.

Mereka menyisir lima titik yakni Jalan Noto Prayitno, Siti Fatimah Binti Maimun, Karangkiring, Betiring, hingga Jalan Raya Duduksampeyan. Hasilnya? Mengejutkan sekaligus memprihatinkan.

Dari 50 orang yang diamankan, terdiri dari 10 pemilik warung dan 40 pramusaji, pemeriksaan medis mendalam dilakukan di tempat.

Di kawasan Duduksampeyan, seorang pramusaji ditemukan tidak hanya membawa satu, tetapi dua beban kesehatan serius. Dia positif HIV dan Sifilis.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan seorang pramusaji di kawasan Duduksampeyan positif HIV dan sifilis," tegas Kepala Dinas Satpol PP Gresik, Agustin Halomoan Sinaga, Senin (27/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Tak berhenti di isu kesehatan, tim BNN yang melakukan tes urine juga menemukan noda lain. Di kawasan Jalan Noto Prayitno, seorang pramusaji dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu.

Sinaga menekankan bahwa operasi bertajuk Cipta Kondisi ini tidak dirancang untuk sekadar menghukum. Dengan pendekatan humanis, Pemkot Gresik ingin melakukan deteksi dini terhadap persoalan kesehatan dan keamanan di wilayahnya.

"Operasi ini bukan semata-mata penindakan, tetapi lebih mengedepankan pembinaan. Kami ingin memastikan seluruh pelaku usaha menjalankan usahanya sesuai aturan, mulai dari jam operasional hingga menjaga ketenteraman lingkungan," ungkap Sinaga.

Baca Juga: Evakuasi Dramatis Satu Jam Pekerja Pabrik Marmer di Gresik yang Tewas Tertimpa Reruntuhan

Para pramusaji dan pemilik warung yang terjaring kini berada dalam pengawasan. Edukasi diberikan agar mereka memahami risiko pekerjaan dan pentingnya mematuhi aturan daerah.

Namun, bagi pelanggaran berat, petugas memastikan akan memberikan teguran sesuai prosedur hingga penindakan tegas. Operasi ini hanyalah permulaan. Pemkab Gresik berjanji akan melakukan langkah serupa secara berkala.

Load More