- Tim gabungan Kabupaten Gresik menggelar operasi gabungan di lima lokasi warung pangku pada hari Minggu tanggal 26 Juli 2026.
- Petugas mengamankan lima puluh orang yang terdiri dari sepuluh pemilik warung dan empat puluh pramusaji untuk pemeriksaan medis.
- Hasil pemeriksaan medis menunjukkan seorang pramusaji positif HIV dan sifilis, sedangkan pramusaji lainnya positif menggunakan sabu.
SuaraJatim.id - Operasi yang digelar tim gabungan pada Minggu (26/7/2026) malam mengungkap sisi gelap yang mengancam kesehatan publik di balik fenomena warung pangku di Gresik.
Sekitar 100 personel dari Satpol PP, Polres, Kodim 0817, hingga BNN dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik diterjunkan.
Mereka menyisir lima titik yakni Jalan Noto Prayitno, Siti Fatimah Binti Maimun, Karangkiring, Betiring, hingga Jalan Raya Duduksampeyan. Hasilnya? Mengejutkan sekaligus memprihatinkan.
Dari 50 orang yang diamankan, terdiri dari 10 pemilik warung dan 40 pramusaji, pemeriksaan medis mendalam dilakukan di tempat.
Di kawasan Duduksampeyan, seorang pramusaji ditemukan tidak hanya membawa satu, tetapi dua beban kesehatan serius. Dia positif HIV dan Sifilis.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan seorang pramusaji di kawasan Duduksampeyan positif HIV dan sifilis," tegas Kepala Dinas Satpol PP Gresik, Agustin Halomoan Sinaga, Senin (27/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Tak berhenti di isu kesehatan, tim BNN yang melakukan tes urine juga menemukan noda lain. Di kawasan Jalan Noto Prayitno, seorang pramusaji dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu.
Sinaga menekankan bahwa operasi bertajuk Cipta Kondisi ini tidak dirancang untuk sekadar menghukum. Dengan pendekatan humanis, Pemkot Gresik ingin melakukan deteksi dini terhadap persoalan kesehatan dan keamanan di wilayahnya.
"Operasi ini bukan semata-mata penindakan, tetapi lebih mengedepankan pembinaan. Kami ingin memastikan seluruh pelaku usaha menjalankan usahanya sesuai aturan, mulai dari jam operasional hingga menjaga ketenteraman lingkungan," ungkap Sinaga.
Baca Juga: Evakuasi Dramatis Satu Jam Pekerja Pabrik Marmer di Gresik yang Tewas Tertimpa Reruntuhan
Para pramusaji dan pemilik warung yang terjaring kini berada dalam pengawasan. Edukasi diberikan agar mereka memahami risiko pekerjaan dan pentingnya mematuhi aturan daerah.
Namun, bagi pelanggaran berat, petugas memastikan akan memberikan teguran sesuai prosedur hingga penindakan tegas. Operasi ini hanyalah permulaan. Pemkab Gresik berjanji akan melakukan langkah serupa secara berkala.
Berita Terkait
-
Evakuasi Dramatis Satu Jam Pekerja Pabrik Marmer di Gresik yang Tewas Tertimpa Reruntuhan
-
Oknum ASN Gresik Resmi Ditahan Usai Jual Mimpi Jadi PPPK Lewat SK Bodong
-
Jerat SK ASN Palsu di Gresik: Pegawai DPMD Gresik Tersangka
-
Ogah Masuk Penjara Sendiri, Tersangka SK ASN Palsu Gresik Mulai Bernyanyi Seret Nama Lain
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri
-
Angin Kencang Terjang Bondowoso, 4 Rumah Rusak dan Kerugian Capai Rp25 Juta
-
Tinggalkan Hotel Demi Jemput Istri Sah, Motif Cemburu di Balik Jagal Ibu dan Balita di Madiun
-
Buyback BRI Berlanjut, Aset Tumbuh 11,7% pada Semester I 2026
-
Perselisihan di Hotel Diduga Jadi Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun