- Ibu dan anak asal Kalimantan mencuri gelang emas 10 gram di toko emas Pamekasan pada 2 Mei 2026.
- Pelaku melarikan diri ke Dompu, NTB, namun berhasil diringkus polisi setelah aksinya terekam CCTV dan viral di media.
- Polisi menangkap kedua pelaku yang terjerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara akibat motif ekonomi.
SuaraJatim.id - Ikatan antara ibu dan anak biasanya dibangun atas dasar kasih sayang dan bimbingan moral. Namun, bagi UN (51) dan putrinya, AL (24), ikatan itu justru menjadi fondasi sebuah aksi kriminal yang membawa mereka melintasi batas-batas provinsi, hingga akhirnya terhenti di ujung pelarian yang melelahkan.
Petualangan gelap dua perempuan asal Kalimantan ini bermula di sebuah toko emas di Pamekasan, Madura, pada sore yang tenang, 2 Mei 2026.
Dengan gerakan yang terencana, sebuah gelang emas seberat 10 gram berpindah tangan tanpa transaksi. Mereka merasa telah berhasil, namun satu hal yang mereka lupakan ada mata lensa CCTV yang tak pernah berkedip.
Video rekaman aksi mereka pun viral. Netizen geram, dan "Duo Kalimantan" ini mendadak menjadi buronan paling dicari di media sosial.
Sadar wajah mereka telah tersebar luas, UN dan AL memilih langkah ekstrem. Mereka meninggalkan Pulau Madura, berpindah-pindah kota, menyeberangi lautan, hingga menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer menuju Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Mereka terus bergerak untuk menghilangkan jejak. Namun, kami tidak tinggal diam," ujar Kanit Pidana Umum Reskrim Polres Pamekasan, Ipda Reza, Kamis (21/5/2026).
Kerja keras Korps Bhayangkara membuahkan hasil. Melalui analisis mendalam terhadap rekaman kamera pengintai dan koordinasi lintas wilayah, persembunyian mereka di Kabupaten Dompu, NTB, akhirnya terendus.
Pada Selasa (12/5/2026), Tim Resmob Satreskrim Polres Pamekasan bekerja sama dengan Polres Dompu melakukan penyergapan.
Saat diperiksa di hadapan penyidik, sebuah fakta pilu terungkap. Ibu dan anak ini mengaku terpaksa mencuri karena dihimpit masalah terlilit utang.
Baca Juga: Jerat Prostitusi Online Menyasar Anak-Anak Broken Home di Blitar
"Motif awal yang disampaikan adalah faktor ekonomi, mereka mengaku terlilit utang. Namun, kami masih mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas atau tempat kejadian perkara (TKP) lainnya," tambah Ipda Reza.
Kini, UN dan AL harus membayar mahal kekompakan mereka dalam berbuat dosa. Gelang emas 10 gram yang mereka incar kini menjadi barang bukti yang menyeret mereka ke balik jeruji besi. Ancaman hukuman lima tahun penjara berdasarkan Pasal 362 KUHP telah menanti. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Jerat Prostitusi Online Menyasar Anak-Anak Broken Home di Blitar
-
Mantan Guru SMA Terancam 9 Tahun Penjara Usai Cabuli Belasan Anak di Kediri
-
Skenario Palsu Ibu Muda di Blitar: Karang Cerita Temukan Bayi karena Takut Dimarahi Ortu
-
Truk Tangki Air Mineral Hantam Dua Ibu Rumah Tangga Hingga Terkapar di Jombang
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Lepas Kloter Terakhir Embarkasi Surabaya, Khofifah Pesankan Jamaah Jaga Kesehatan
-
SPPG Kaliwates 7 Jember Ditutup Usai Belasan Siswa Tumbang Akibat Keracunan MBG
-
Cemburu Buta Berujung Petaka: Ayah Anak di Pacitan Kompak Siram Air Keras ke Penjual Tempe
-
Tragedi Carok di Kebun Sengon: Duel Berdarah Dua Saudara di Lumajang, Satu Tewas Usai Pulang Ngarit
-
Misteri Kardus di Bawah Pohon Beringin: Bayi Ditemukan Terlantar di Tengah Sawah Tulungagung