Wakos Reza Gautama
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40 WIB
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, menggagalkan upaya penyelundupan satu butir narkotika jenis ekstasi yang disembunyikan seorang pengunjung di dalam mulut. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Petugas Lapas Kelas I Surabaya menggagalkan upaya penyelundupan satu butir ekstasi oleh pengunjung berinisial IA, Selasa (14/7/2026).
  • Pelaku berupaya menyelundupkan narkoba seberat 0,36 gram dengan cara menyembunyikannya di dalam mulut saat hendak membesuk narapidana.
  • Keberhasilan penggagalan ini merupakan wujud profesionalisme petugas dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

SuaraJatim.id - Suasana ruang pemeriksaan pengunjung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong, Selasa (14/7/2026) siang, mendadak tegang.

Ketelitian petugas yang biasanya rutin, kali ini membuahkan hasil tak terduga. Sebuah taktik penyelundupan narkoba yang tergolong nekat berhasil dibongkar tepat sebelum barang haram itu berpindah tangan.

Seorang pengunjung berinisial IA mulanya tampak tenang saat mengantre untuk membesuk kerabatnya. Ia berencana menemui Z, seorang narapidana kasus narkotika yang tengah menjalani vonis 10 tahun penjara.

Namun, di balik wajah tenangnya, IA menyimpan sebuah rahasia kecil namun mematikan yang disembunyikan rapat-rapat di dalam mulutnya.

Jika biasanya barang haram disembunyikan di lipatan pakaian, makanan, hingga organ vital, kali ini IA memilih cara menjadikannya sebagai permen di balik lidah.

Kecurigaan muncul saat melihat gerak-gerik IA yang tidak wajar selama proses pemeriksaan. Ia tampak gugup, mungkin dengan posisi mulut yang kaku menahan sesuatu. Petugas pun memutuskan untuk melakukan pemeriksaan mendalam.

Hasilnya di dalam rongga mulutnya, petugas menemukan satu butir ekstasi berwarna merah muda seberat 0,36 gram yang dibungkus plastik bening. Satu butir pinky itu cukup untuk menyeret IA ke pusaran hukum yang lebih berat.

Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menegaskan bahwa modus penyelundupan saat ini memang kian beragam dan semakin berani.

"Modus penyelundupan narkoba semakin beragam. Ada yang mencoba menyembunyikan di dalam barang bawaan, pakaian, organ vital, bahkan seperti kejadian ini disimpan di dalam mulut," ungkapnya.

Baca Juga: Tergiur Upah Jutaan, Dua Wanita Penyelundup Sabu Berujung Sial di Lapas Surabaya

Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan. Menurut Rachman, ini adalah buah dari kewaspadaan tinggi dan profesionalisme petugas di lapangan.

Ia menekankan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran gelap narkoba, sejalan dengan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

"Ini merupakan bagian dari sinergi kami bersama aparat penegak hukum dalam memutus mata rantai peredaran narkoba," tegas Rachman. (ANTARA)

Load More