- Petugas Lapas Kelas I Surabaya menggagalkan upaya penyelundupan satu butir ekstasi oleh pengunjung berinisial IA, Selasa (14/7/2026).
- Pelaku berupaya menyelundupkan narkoba seberat 0,36 gram dengan cara menyembunyikannya di dalam mulut saat hendak membesuk narapidana.
- Keberhasilan penggagalan ini merupakan wujud profesionalisme petugas dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
SuaraJatim.id - Suasana ruang pemeriksaan pengunjung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong, Selasa (14/7/2026) siang, mendadak tegang.
Ketelitian petugas yang biasanya rutin, kali ini membuahkan hasil tak terduga. Sebuah taktik penyelundupan narkoba yang tergolong nekat berhasil dibongkar tepat sebelum barang haram itu berpindah tangan.
Seorang pengunjung berinisial IA mulanya tampak tenang saat mengantre untuk membesuk kerabatnya. Ia berencana menemui Z, seorang narapidana kasus narkotika yang tengah menjalani vonis 10 tahun penjara.
Namun, di balik wajah tenangnya, IA menyimpan sebuah rahasia kecil namun mematikan yang disembunyikan rapat-rapat di dalam mulutnya.
Jika biasanya barang haram disembunyikan di lipatan pakaian, makanan, hingga organ vital, kali ini IA memilih cara menjadikannya sebagai permen di balik lidah.
Kecurigaan muncul saat melihat gerak-gerik IA yang tidak wajar selama proses pemeriksaan. Ia tampak gugup, mungkin dengan posisi mulut yang kaku menahan sesuatu. Petugas pun memutuskan untuk melakukan pemeriksaan mendalam.
Hasilnya di dalam rongga mulutnya, petugas menemukan satu butir ekstasi berwarna merah muda seberat 0,36 gram yang dibungkus plastik bening. Satu butir pinky itu cukup untuk menyeret IA ke pusaran hukum yang lebih berat.
Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menegaskan bahwa modus penyelundupan saat ini memang kian beragam dan semakin berani.
"Modus penyelundupan narkoba semakin beragam. Ada yang mencoba menyembunyikan di dalam barang bawaan, pakaian, organ vital, bahkan seperti kejadian ini disimpan di dalam mulut," ungkapnya.
Baca Juga: Tergiur Upah Jutaan, Dua Wanita Penyelundup Sabu Berujung Sial di Lapas Surabaya
Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan. Menurut Rachman, ini adalah buah dari kewaspadaan tinggi dan profesionalisme petugas di lapangan.
Ia menekankan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran gelap narkoba, sejalan dengan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Ini merupakan bagian dari sinergi kami bersama aparat penegak hukum dalam memutus mata rantai peredaran narkoba," tegas Rachman. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Tergiur Upah Jutaan, Dua Wanita Penyelundup Sabu Berujung Sial di Lapas Surabaya
-
Sembunyikan Sabu di Area Vital, Wanita Ini Tak Berkutik di Tangan Petugas Lapas Surabaya
-
Wanita Terciduk Selundupkan Sabu ke Lapas Banyuwangi, Ternyata Pelaku Sedang Teler
-
Sudah Diintai Lama, Polda Jatim Tangkap 2 Tersangka Narkoba Jaringan Fredy Pratama
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Meredam Gejolak Zakat ASN: Pemkab Bondowoso Akhirnya Revisi Aturan Kontroversial
-
Gagal Total! Aksi Nekat Pengunjung Lapas Porong Sembunyikan Ekstasi di Dalam Mulut
-
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Dituntut 7 Tahun Penjara
-
Gunung Gombak Membara 8 Jam: Api Nyaris Jilat Rumah Warga, 15 Hektar Ludes Jadi Abu
-
Horor di Sampang: Bocah Di bawah Umur Digilir 27 Predator, 14 Pelaku Masih Berkeliaran