- Petugas Lapas Kelas I Surabaya menggagalkan penyelundupan 12,67 gram sabu oleh dua pengunjung wanita pada Rabu, 1 Juli 2026.
- Dua kurir wanita disuruh oleh lima warga binaan untuk menyelundupkan narkoba ke dalam lapas dengan imbalan uang tunai.
- Pihak lapas berkoordinasi dengan kepolisian untuk memproses hukum tujuh pelaku serta menjatuhkan sanksi administratif berat bagi warga binaan.
SuaraJatim.id - Suasana pemeriksaan rutin yang semula tenang mendadak tegang ketika petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong mencurigai gerak-gerik dua pengunjung perempuan berinisial SK dan W, Rabu (1/7/2026).
Rencana matang yang disusun dari luar tembok penjara itu seketika runtuh. Di balik kantong plastik yang mereka bawa, petugas menemukan kristal putih diduga sabu seberat 12,67 gram.
Untuk mengelabui mata petugas, barang haram tersebut dicampur dengan tumpukan uang tunai senilai Rp190.000. Bukan sekadar sekali, SK dan W memberikan pengakuan yang membuat alis petugas terangkat.
Keduanya mengaku ini adalah aksi ketiga mereka menyelundupkan barang haram ke dalam lapas. Imbalannya cukup menggiurkan. Mereka mendapat upah Rp1,5 juta untuk sekali pengiriman sukses.
"Kedua perempuan ini mengaku disuruh oleh warga binaan kasus narkoba berinisial F dan E untuk mengirim barang terlarang tersebut," ungkap Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman.
Ironisnya, bukan hanya menjadi kurir, keduanya juga mengaku sempat mengonsumsi sabu sebelum menjalankan misi nekat tersebut.
Kini, alih-alih mendapatkan upah jutaan rupiah, keduanya justru harus menjalani tes urine dan terancam menyusul pemberi tugas mereka ke balik jeruji besi.
Gagalnya penyelundupan ini menjadi pintu masuk bagi Satres Narkoba Polresta Sidoarjo untuk membongkar jaringan yang lebih luas.
Tak hanya F dan E, penyelidikan kini merembet ke tiga warga binaan lainnya berinisial D, B, dan R yang diduga kuat ikut merancang penyelundupan dari dalam sel. Total, lima narapidana dan dua wanita kurir tersebut kini berada dalam bidikan penyidikan kepolisian.
Baca Juga: Sembunyikan Sabu di Area Vital, Wanita Ini Tak Berkutik di Tangan Petugas Lapas Surabaya
Pihak Lapas Porong memastikan tidak akan ada celah maaf bagi para penghuni yang masih bermain-main dengan narkoba. Sohibur menegaskan, sanksi administratif berat telah menanti para warga binaan yang terlibat.
"Kami akan jatuhkan sanksi tegas, mulai dari pencabutan hak remisi hingga proses hukum pidana baru. Kami berkomitmen memutus mata rantai narkoba, namun ini butuh dukungan semua pihak," tegas Sohibur. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Sembunyikan Sabu di Area Vital, Wanita Ini Tak Berkutik di Tangan Petugas Lapas Surabaya
-
Dua Dekade Lumpur Sidoarjo: Ekosistem Sungai Porong yang Tercekik dan Ikan yang Terdeformasi
-
Bak Film Aksi, Pengedar Sabu di Bangkalan Kabur Lewat Genteng Lalu Nyungsep dari Plafon
-
Wanita Terciduk Selundupkan Sabu ke Lapas Banyuwangi, Ternyata Pelaku Sedang Teler
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Madiun Guncang Dunia: Trionda Bola Tercanggih Piala Dunia 2026 Ternyata Made in Jatim
-
Pecah Kepadatan Bandara Juanda, Kemenhaj Berencana Jadikan Bandara Dhoho Kediri Embarkasi Haji
-
Petaka Usai Ritual Adat: Maman Hilang Ditelan Arus Pantai Bama Baluran
-
Baru 5 Menit Ngobrol, Pria di Jombang Tewas Mendadak di Samping Teman Wanitanya
-
Strategi Hexahelix Menteri Ekraf Jadikan Jatim Media Summit Pintu Gerbang Pasar Global