- Seorang wanita berinisial EM ditangkap petugas Lapas Banyuwangi pada 28 April 2026 karena menyelundupkan dua paket sabu-sabu.
- Hasil penyidikan Satresnarkoba Polresta Banyuwangi menyatakan satu paket sabu berkurang karena telah dikonsumsi pelaku sebelum berangkat membesuk.
- Pelaku kini berstatus sebagai tahanan setelah tes urine menunjukkan hasil positif narkotika dalam pemeriksaan intensif oleh kepolisian.
SuaraJatim.id - Pintu gerbang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi biasanya menjadi saksi pertemuan penuh haru antara keluarga dan warga binaan.
Namun, pada Selasa (28/4/2026), suasana di area pemeriksaan pengunjung mendadak tegang. Seorang wanita muda berinisial EM (27), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, tertangkap basah membawa "oleh-oleh" terlarang saat hendak membesuk.
Alih-alih membawa makanan atau kebutuhan sehari-hari, EM justru kedapatan menyembunyikan dua paket narkotika jenis sabu. Aksinya yang ceroboh itu langsung terendus petugas penjagaan dan berlanjut ke meja penyidik Satresnarkoba Polresta Banyuwangi.
Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, polisi mengungkap fakta di balik dua paket sabu tersebut. Dari tangan EM, petugas mengamankan barang bukti berupa kristal putih dengan berat kotor 0,43 gram. Namun, ada detail yang mencurigakan dari barang haram tersebut.
Kasat Resnarkoba Polresta Banyuwangi, Kompol Nanang Sugiono, membeberkan bahwa tim penyidik menemukan ketidakkonsistenan pada isi paket sabu yang dibawa pelaku.
"Kami sudah lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menimbang barang bukti. Hasilnya, satu bungkus paket memang masih utuh, namun satu bungkus lainnya sudah berkurang isinya," jelas Kompol Nanang pada Kamis (30/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Misteri berkurangnya isi paket sabu tersebut terjawab dengan cepat. Dugaan polisi mengarah pada satu kesimpulan. EM tidak hanya sekadar kurir, tetapi juga pengguna aktif yang nekat beraksi di bawah pengaruh obat-obatan.
Hasil tes urine yang dilakukan kepolisian menjadi bukti pamungkas. EM dinyatakan positif mengandung zat narkotika. Diduga kuat, wanita ini sempat mengonsumsi sebagian sabu tersebut sebagai 'bekal' keberanian sebelum melangkah masuk ke dalam Lapas.
"Diduga kuat satu paket yang berkurang itu sudah dipakai sendiri oleh EM sebelum berangkat menuju Lapas. Hal ini sinkron dengan hasil tes urine yang menunjukkan hasil positif," tambah Nanang.
Baca Juga: Tiga Napi Tipikor di Lapas Blitar Patungan Rp180 Juta Demi Kamar Mewah: Sipir Jadi Makelar
Kini, niat EM untuk bertemu warga binaan di dalam Lapas memang terwujud, namun dengan status yang jauh berbeda. Bukan sebagai pengunjung yang bebas pulang, melainkan sebagai tahanan yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Polisi masih terus mendalami keterkaitan EM dengan jaringan narkoba lainnya serta mencari tahu siapa sosok warga binaan yang menjadi tujuan akhir dari paket sabu tersebut.
Berita Terkait
-
Tiga Napi Tipikor di Lapas Blitar Patungan Rp180 Juta Demi Kamar Mewah: Sipir Jadi Makelar
-
Napi Korupsi 'Nyanyi', Pejabat Lapas Blitar Terseret Pusaran Jual Beli Sel Senilai Rp60 Juta
-
Bisnis 'Kamar Sultan' di Balik Lapas Blitar: Nego Alot Rp100 Juta Jadi Rp60 Juta
-
Gugatan Rp7 Miliar Ressa Terhadap Denada Kandas: Hakim PN Banyuwangi Sebut Salah Alamat
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri
-
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Dekatkan Akses Bahan Pokok Terjangkau
-
Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek
-
Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri
-
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental