- Tiga narapidana korupsi di Lapas Kelas 2B Blitar menyuap petugas sebesar Rp180 juta demi memperoleh fasilitas kamar mewah.
- Transaksi suap dilakukan keluarga narapidana kepada tiga oknum sipir sejak lima bulan lalu saat narapidana baru masuk.
- Kepala Lapas Blitar memindahkan ketiga oknum petugas ke Kantor Wilayah untuk pemeriksaan lebih lanjut setelah kasus terungkap.
SuaraJatim.id - Dinding dingin Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2B Blitar seharusnya menjadi tempat merenungi dosa bagi para pesakitan. Namun, bagi sebagian orang, jeruji besi hanyalah hambatan fisik yang bisa dikompromikan dengan lembaran rupiah.
Sebuah skandal memuakkan kembali mencoreng wajah hukum Indonesia. Tiga narapidana kasus korupsi, yang seharusnya sedang menjalani masa pertobatan, justru terjerat dalam transaksi haram di dalam penjara. Mereka diduga menggelontorkan uang hingga Rp180 juta demi mencicipi fasilitas "Kamar Sultan".
Fenomena ini bermula lima bulan lalu, saat ketiga napi tipikor tersebut baru saja menginjakkan kaki di Lapas Blitar.
Bukannya sambutan dingin khas penjara, mereka justru disuguhi tawaran menggiurkan oleh tiga orang oknum sipir. Syaratnya sederhana namun mahal yakni bayar Rp60 juta per orang, dan kenyamanan akan menjadi milik mereka.
Ironisnya, transaksi ini melibatkan pihak keluarga. Uang puluhan juta itu mengalir dari tangan keluarga napi ke kantong para petugas yang seharusnya menjadi garda terdepan integritas.
"Jadi itu yang komunikasi adalah pihak keluarga dengan ketiga petugas lapas itu," ungkap Iswandi, Kepala Lapas Kelas 2B Blitar, dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Ada fakta yang lebih menyesakkan. Salah satu dari tiga narapidana tersebut ternyata belum menyandang status hukum tetap atau inkrah. Ia tengah menempuh jalur banding, berjuang demi keringanan hukuman di mata hakim.
Namun, di saat yang sama, ia justru melakukan pelanggaran hukum baru dengan menyuap petugas demi fasilitas mewah.
Alih-alih menunjukkan sikap kooperatif sebagai syarat "berkelakuan baik", mereka justru memilih jalan pintas untuk hidup enak di tengah masa hukuman. "Iya narapidana tipikor, satunya itu masih banding," tambah Iswandi.
Baca Juga: Napi Korupsi 'Nyanyi', Pejabat Lapas Blitar Terseret Pusaran Jual Beli Sel Senilai Rp60 Juta
Drama "Kamar Sultan" ini akhirnya runtuh setelah para penghuninya, entah karena tekanan batin atau merasa tak lagi mendapat apa yang dijanjikan, memutuskan untuk buka suara. Mereka melaporkan praktik pungli tersebut kepada Iswandi, pimpinan baru di Lapas Blitar.
Laporan ini menjadi bom waktu yang meledak tepat di wajah institusi pemasyarakatan Jawa Timur. Tindakan tegas pun diambil. Tiga sipir yang diduga menjadi arsitek di balik pungli ini, termasuk oknum berinisial RJ dan W, telah didepak dari posisinya.
"Sejak tanggal 27 kemarin, mereka telah dipindahkan ke Kanwil (Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jatim) untuk diperiksa lebih lanjut," tegas Iswandi.
Berita Terkait
-
Napi Korupsi 'Nyanyi', Pejabat Lapas Blitar Terseret Pusaran Jual Beli Sel Senilai Rp60 Juta
-
Detik-Detik KA Dhoho Hantam Truk Mogok di Blitar, Sopir Lolos dari Maut
-
Bisnis 'Kamar Sultan' di Balik Lapas Blitar: Nego Alot Rp100 Juta Jadi Rp60 Juta
-
9 Pegawai ESDM Jatim Kembalikan Uang Pungli yang Menjadi Bonus Bulanan ke Kejati
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Pelaku Belum Tertangkap, Keluarga Korban Pembunuhan di Bangkalan Minta Kejelasan
-
First Time ke Banyuwangi, Raline Shah Penasaran dengan Keindahan Alamnya
-
Megawati Soekarnoputri Kembali ke Blitar, Ini Agenda Lengkapnya
-
Surabaya Demam Piala Dunia 2026, Fans Rela Rogoh Kocek Jutaan untuk Jersey