- Keluarga korban menuntut kejelasan hukum di Polres Bangkalan karena pelaku pembunuhan di Desa Soket Laok belum ditangkap.
- Tragedi pembunuhan yang terjadi pada 3 Juni 2026 tersebut mengakibatkan keresahan mendalam bagi warga Desa Soket Laok, Bangkalan.
- Polisi telah mengantongi identitas serta lokasi persembunyian terduga pelaku dan sedang mempersiapkan waktu penangkapan yang paling tepat.
SuaraJatim.id - Sembilan hari telah berlalu sejak malam berdarah itu, namun bagi keluarga korban pembunuhan di Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Bangkalan, waktu seolah berhenti di hari Rabu yang kelam itu.
Di tengah duka yang masih basah, kini terselip rasa kecewa yang mendalam. Pelaku yang tega menghabisi nyawa orang tua mereka masih menghirup udara bebas.
Ketidakpastian ini membuat pihak keluarga tak lagi bisa berdiam diri. Didampingi kuasa hukum, mereka berencana mendatangi Mapolres Bangkalan untuk menagih satu hal yakni kepastian hukum.
Moh Rofi’i, Kuasa Hukum keluarga korban, menegaskan bahwa kliennya merasa dibiarkan dalam kegelapan tanpa informasi resmi mengenai perkembangan penyelidikan. Setiap detik yang berlalu tanpa adanya penangkapan, menurutnya, adalah luka tambahan bagi rasa keadilan keluarga.
"Sudah sembilan hari sejak kejadian, tetapi pelaku yang membunuh orang tua klien kami belum juga tertangkap. Kami meminta Polres Bangkalan bekerja profesional. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut dan menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat," ujar Rofi’i, Sabtu (13/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Tragedi yang terjadi pada 3 Juni 2026 itu memang menggegerkan warga Bangkalan. Korban ditemukan tak bernyawa dengan luka senjata tajam yang mengenaskan.
Sejak saat itu, Desa Soket Laok diliputi keresahan, dibayangi oleh sosok pelaku yang diduga melarikan diri sesaat setelah melancarkan aksinya.
Menanggapi desakan keluarga, pihak kepolisian memastikan bahwa mereka tidak tinggal diam. Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menyatakan bahwa tim penyidik sedang bekerja keras di lapangan untuk menutup pelarian sang pelaku.
Kabar baiknya, polisi mengklaim telah mengantongi identitas dan mendeteksi titik persembunyian terduga pelaku. Namun, eksekusi penangkapan membutuhkan perhitungan waktu yang tepat agar buron tersebut tidak kembali lolos.
Baca Juga: Bidan RSUD Besuki Nyawanya Direnggut Sang Suami, Pelaku Ternyata Positif Sabu
"Kami sudah mendeteksi pelakunya. Tinggal menyesuaikan waktu dan langkah penangkapan saja. Detailnya belum bisa kami buka demi kepentingan penyelidikan agar prosesnya tidak terganggu," jelas Ipda Agung.
Berita Terkait
-
Bidan RSUD Besuki Nyawanya Direnggut Sang Suami, Pelaku Ternyata Positif Sabu
-
Tragedi Bidan di Situbondo: Dihantam Batu Suami Sendiri, Jasadnya Dibuang ke Selokan Pantura
-
84 Siswa Bangkalan Tumbang Usai Santap Makan Bergizi Gratis
-
Bak Film Aksi, Pengedar Sabu di Bangkalan Kabur Lewat Genteng Lalu Nyungsep dari Plafon
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Lampu Mati Berujung Kobaran Api: Bus Mewah Double Decker Gunung Harta Hangus di Tol Madiun
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga
-
Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
-
Setelah 40 Hari, Mengapa Makam Pegawai Kejari Mojokerto Tiba-tiba Dibongkar?
-
Jemaah Pengajian Ditemukan Tewas di Lereng Asta Sumbersuko Situbondo