- Sebanyak 533 eks karyawan PT Bokor Mas dan PT Pura Perkasa Jaya di Blitar belum menerima pesangon sejak 2023.
- Kelalaian perusahaan dalam membayar premi BPJS menyebabkan para mantan buruh kesulitan mencairkan dana Jaminan Kehilangan Pekerjaan mereka.
- Tunggakan upah sebesar Rp6,079 miliar dijadwalkan akan dicairkan oleh pihak kurator kepada tim pengacara buruh pada Mei 2024.
SuaraJatim.id - Di saat gempita Hari Buruh Nasional (May Day) menggema di seantero negeri dengan tuntutan kesejahteraan, sebuah kesunyian yang perih justru menyelimuti sudut-sudut Kota Blitar.
Bagi ratusan eks karyawan PT Bokor Mas dan PT Pura Perkasa Jaya, 1 Mei bukan lagi perayaan kemenangan kelas pekerja, melainkan pengingat luka lama yang belum juga mengering.
Sudah tiga tahun berlalu sejak dua raksasa industri rokok di Jalan Mastrip dan Jalan Anggrek itu dinyatakan tumbang atau pailit oleh Pengadilan Niaga pada 2023. Namun, bagi 533 jiwa yang menggantungkan hidup di sana, keadilan seolah masih berjalan di tempat.
Hariatin kini berusia 64 tahun. Di wajahnya yang mulai renta, terpeta sisa-sisa kelelahan setelah lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai buruh linting.
Baginya, perusahaan bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan rumah kedua. Namun, pengabdian 30 tahun itu berakhir getir.
“Pesangon itu sangat saya tunggu-tunggu untuk modal usaha,” ucapnya lirih saat ditemui di sela kesibukannya berjualan sayuran di sebuah pasar desa di Kecamatan Kanigoro dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Hariatin adalah potret nyata betapa kejamnya pasar kerja bagi lansia. Usai pabrik ditutup, ia berkali-kali mencoba melamar pekerjaan, namun pintu selalu tertutup rapat karena faktor usia. Kini, di balik tumpukan sayur mayur, ia masih menyimpan secercah harap bahwa haknya tak akan hilang ditelan waktu.
Kisah serupa dialami Sujiana (58). Warga Kelurahan Rembang ini tak hanya meratapi pesangon, tapi juga hak Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dari BPJS Ketenagakerjaan yang mendadak macet.
“Bukan cuma pesangon, uang JKP kami juga tidak jelas. Padahal itu hak kami,” keluh Sujiana.
Baca Juga: May Day 2026: UMK Naik, Tapi Buruh Jatim Masih Terjepit Biaya Hidup
Akar masalah mandeknya hak-hak ini ternyata bermuara pada kelalaian perusahaan di masa lalu. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat adanya tunggakan pembayaran premi BPJS selama 10 bulan sebelum vonis pailit dijatuhkan. Kelalaian inilah yang kini menjadi sandungan besar bagi para buruh untuk mencairkan jaminan sosial mereka.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Blitar, Sukarno, tak mampu menyembunyikan keprihatinannya. Ia menyoroti betapa rentannya para pekerja lansia yang kini kehilangan tonggak finansialnya.
“Ini sudah hampir tiga tahun. Bayangkan, mereka menunggu tanpa kepastian. Kalau yang muda mungkin masih bisa melamar ke pabrik lain, tapi yang tua-tua ini mau ke mana?” tegas Sukarno.
Di tengah awan mendung tersebut, muncul sedikit angin segar. Koordinator buruh, Ali Karyanto, membawa kabar yang setidaknya bisa sedikit melegakan napas para eks buruh.
Setelah melalui proses hukum yang panjang, tunggakan upah masa lalu dengan total nilai fantastis sebesar Rp6,079 miliar dijadwalkan akan segera dicairkan pada pekan pertama atau kedua Mei 2026.
"Tanggal 6 Mei nanti, uang akan diserahkan dari kurator ke tim pengacara kami di AH Law Office," jelas Ali.
Berita Terkait
-
May Day 2026: UMK Naik, Tapi Buruh Jatim Masih Terjepit Biaya Hidup
-
Tiga Napi Tipikor di Lapas Blitar Patungan Rp180 Juta Demi Kamar Mewah: Sipir Jadi Makelar
-
Napi Korupsi 'Nyanyi', Pejabat Lapas Blitar Terseret Pusaran Jual Beli Sel Senilai Rp60 Juta
-
Detik-Detik KA Dhoho Hantam Truk Mogok di Blitar, Sopir Lolos dari Maut
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Viral Dugaan Plagiarisme di FKG Unair, Dokter Gigi Spesialis Terancam Hukuman
-
Lautan Manusia di Cemoro Sewu: Ritual Malam 1 Suro di Puncak Gunung Lawu
-
Pemprov Jatim Tegaskan Pembagian Kupon Jalan Sehat Telah Sesuai Prosedur Panitia
-
BRI Siapkan Reward Emas untuk BRILink Agen dengan Target 10-50 Nasabah
-
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antarkan Siswa Boarding School Masuk Perguruan Tinggi