Suhardiman
Selasa, 16 Juni 2026 | 11:56 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. [Ist]
Baca 10 detik
  • Bupati Kediri melepas 126 lulusan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare boarding school pada 14 Juni 2026.
  • Program pendidikan gratis ini berhasil mencatatkan capaian kelulusan masuk perguruan tinggi negeri hingga mencapai 73,21 persen.
  • Sekolah berasrama tersebut berfokus memutus rantai kemiskinan bagi siswa keluarga kurang mampu melalui dukungan dana APBD.

SuaraJatim.id - Sebanyak 126 siswa angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare boarding school secara resmi dilepas dalam acara kelulusan di Convention Hall Simpang Lima Gumul, pada Minggu, 14 Juni 2026.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang menginisiasi berdirinya sekolah berasrama gratis ini menyampaikan para siswa angkatan pertama berhasil membuktikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Hal itu ditunjukkan selama tiga bulan capaian passing grade siswa lolos masuk perguruan tinggi negeri yang sebelumnya hanya berkisar 32 persen kini menembus 73,21 persen.

"Passing gradenya bisa diatas 70 persen untuk angkatan pertama. Alhamdulilah (prosentase) ini menjadi lulusan dengan penerimaan di perguruan tinggi terbaik se-Kabupaten Kediri, bahkan mengalahkan beberapa kota/kabupaten lain," katanya.

Dari 126 siswa angkatan pertama, 56 ikut Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan hasilnya 41 siswa atau 73,21 persen dinyatakan lolos.

Disamping itu, ada pula 10 siswa masuk lewat jalur prestasi (SNBP). Adapun, secara keseluruhan mereka yang masuk ke perguruan tinggi negeri maupun swasta ada 101 siswa.

SMA boarding school yang diresmikan pada 2023 ini menjadi program unggulan Pemkab Kediri untuk memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan gratis. Seluruh biaya ditanggung dari APBD.

Para siswa sekolah boarding ini berasal dari keluarga Desil 1. Orang tua mereka rata-rata bekerja sebagai buruh tani, pedagang kecil atau buruh serabutan.

Tiga tahun lalu, mereka seperti tidak ada harapan untuk melanjutkan sekolah. Tapi, kini mereka telah membuktikan kesiapannya menjadi calon mahasiswa baru.

Baca Juga: Judi Online Penyebab Utama yang Meruntuhkan Pilar Rumah Tangga di Gresik

"Ini membuktikan bahwa mereka yang ada di Desil 1 memiliki hak yang sama. Saat mereka masuk tidak punya mimpi untuk lanjut dan begitu kita tempa selama 3 tahun buktinya hari ini mereka bisa lanjut ke perguruan tinggi," ujar Mas Dhito.

Mas Dhito mengaku kagum dengan semangat dan perjuangan para siswa. Salah satunya Aditya Wahyu Pratama. Disaat teman-temannya telah dinyatakan diterima di perguruan tinggi, dia masih berupaya menggapai sekolah yang diinginkan.

Dengan usaha keras dan disiplin dalam belajar, Aditya dinyatakan lolos masuk Fakultas Teknik Industri, Institute Teknologi Bandung ( FTI ITB).

"Awalnya saya merasa masih kurang, tapi terus saya kejar impian saya walaupun terasa impian itu mustahil bagi saya," ucap Aditya.

Mas Dhito mengapresiasi kerjasama Putra Sampoerna Foundation (PSF) dan pihak-pihak lain yang selama ini telah mendukung sukseskan sekolah berasrama tersebut. Pihaknya menegaskan komitmen untuk terus mempertahankan SMA Dharma Wanita 1 Pare boarding school.

Melalui pendidikan, Mas Dhito berharap para lulusan sekolah boarding ini nantinya dapat meraih kesuksesan dan bisa mengangkat derajat keluarga.

Load More