- NA, seorang sales asal Kediri, ditipu komplotan pelaku yang membawa kabur barang dagangan senilai Rp52,9 juta di Gresik.
- Modus pelaku melibatkan pemesanan fiktif melalui media sosial dan pengalihan perhatian korban di lokasi transaksi pada saat penyerahan.
- Tim Resmob Polres Gresik menangkap tiga pelaku di Terminal Arjosari Malang pada 29 April 2026 untuk proses hukum selanjutnya.
SuaraJatim.id - Bagi NA (27), seorang sales produk susu asal Kediri, media sosial adalah ladang mencari rejeki. Namun, siapa sangka, di balik layar Facebook yang ia gunakan untuk berniaga, sebuah jebakan rapi telah disiapkan oleh komplotan penipu ulung yang bergerak dengan presisi layaknya pesulap.
Dalam waktu singkat, ratusan dus barang dagangannya bernilai puluhan juta rupiah lenyap tanpa jejak di sebuah titik di Manyar, Gresik.
Peristiwa ini bukan sekadar pencurian biasa, melainkan sebuah skenario pengalihan perhatian yang direncanakan dengan sangat licin.
Kisah pilu ini bermula saat NA dihubungi oleh seseorang melalui Facebook. Komunikasi yang berlanjut ke WhatsApp itu terasa sangat profesional. Pelaku meyakinkan korban bahwa mereka adalah pembeli serius yang memiliki gudang penyimpanan besar di wilayah Gresik.
Tanpa rasa curiga, NA menyetujui transaksi besar 400 dus susu UHT dan 88 dus minyak goreng. Total nilai barang mencapai Rp52,9 juta.
Baginya, ini adalah pesanan besar yang menjanjikan. Namun, ia tak sadar bahwa ia sedang melangkah masuk ke dalam "mulut harimau".
Titik pertemuan ditentukan di kawasan Jalan Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Setibanya di lokasi, barang-barang tersebut langsung diturunkan dengan bantuan tenaga bongkar muat. Di saat tumpukan barang sudah berada di pinggir jalan, salah satu pelaku memainkan kartu terakhirnya.
NA diminta mengantarkan sisa 20 dus susu ke lokasi lain yang katanya tak jauh dari situ. Korban yang sudah merasa percaya pun mengikuti permintaan tersebut. Namun, di tengah perjalanan, sang pelaku tiba-tiba menghilang. Komunikasi diputus sepihak.
Bak disambar petir di siang bolong, saat NA kembali ke titik awal, ratusan dus susu dan minyak goreng miliknya telah lenyap. Jalanan yang tadinya penuh dengan tumpukan barang kini kosong melompong.
Baca Juga: Menjual Harapan ke Tanah Suci: Nestapa Pasangan Lansia Lumajang Terjerat Muslihat Haji Jalur Cepat
Polisi tak tinggal diam. Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik di bawah komando Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan langsung bergerak melakukan perburuan lintas kota. Jejak para pelaku terendus hingga ke Malang.
Puncaknya pada 29 April 2026, suasana Terminal Arjosari Malang mendadak tegang. Polisi melakukan penyergapan tepat saat ketiga pelaku hendak melanjutkan pelariannya.
Identitas pelaku pun terkuak. Mereka adalah RW (35) asal Lamongan, AS (30) dari Surabaya, dan yang paling mengejutkan adalah keterlibatan AP (24), seorang mahasiswa aktif asal Surabaya.
"Mereka kami ringkus saat hendak kabur. Dari tangan pelaku, disita satu unit motor dan dua ponsel yang digunakan sebagai alat komunikasi maut untuk menipu korban," tegas Ipda Asyraf Gunawan, Kamis (30/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Kini, ketiga tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolres Gresik. Ironi menyelimuti status AP yang berstatus mahasiswa, namun sudah harus menghadapi ancaman Pasal 492 KUHP tentang tindak pidana penipuan. Mereka terancam hukuman empat tahun penjara dan denda yang mencapai setengah miliar rupiah.
Berita Terkait
-
Menjual Harapan ke Tanah Suci: Nestapa Pasangan Lansia Lumajang Terjerat Muslihat Haji Jalur Cepat
-
Pasutri Lumajang Tertipu Rp80 Juta Demi Pangkas Antrean Haji 11 Tahun
-
Pelarian Pikolo Berakhir di Tangan Resmob Usai Bacok Pelajar di Gresik
-
Dijanjikan Naik Haji, Nenek 86 Tahun di Bojonegoro Tertipu 2 Bandit yang Kuras Hartanya
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
BRI Fokus UMKM 2026: Kredit Rp1,211 Triliun Berhasil Dorong Laba 13,7%
-
Mencekam di Wonokusumo: Baru 2 Bulan Pulang dari Malaysia, Hasan Tewas Dibantai 4 Eksekutor Berhelm
-
Bus Haji Probolinggo Seruduk Rombongan Bekasi, Satu Jemaah Masih Berjuang di RS Al-Hayat
-
Tiga Napi Tipikor di Lapas Blitar Patungan Rp180 Juta Demi Kamar Mewah: Sipir Jadi Makelar
-
Napi Korupsi 'Nyanyi', Pejabat Lapas Blitar Terseret Pusaran Jual Beli Sel Senilai Rp60 Juta