- Sepasang suami istri asal Lumajang tertipu janji palsu percepatan keberangkatan haji oleh oknum calo pada April 2026.
- Korban menyerahkan uang sebesar Rp80 juta kepada pelaku yang mengaku sebagai orang dalam instansi Kementerian Haji.
- Pihak Kementerian Haji menegaskan tidak ada jalur percepatan berbayar dan mengimbau masyarakat waspada terhadap praktik penipuan tersebut.
SuaraJatim.id - Menunggu selama 12 tahun untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci bukanlah waktu yang sebentar. Bagi sepasang suami istri di Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, jadwal keberangkatan haji tahun 2038 yang tertera di dokumen resmi mereka terasa sangat jauh di ufuk mata.
Di tengah penantian panjang itulah, secercah harapan palsu datang mengetuk pintu. Seseorang yang mengaku sebagai "orang dalam" dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjanjikan sebuah keajaiban memangkas masa tunggu hingga 11 tahun lebih cepat. Namun, keajaiban itu rupanya hanyalah jerat muslihat yang berujung duka.
Dengan iming-iming bisa berangkat pada tahun 2027, pasutri malang ini terbuai. Pelaku yang mencatut nama instansi resmi meyakinkan mereka bahwa ada "jalur khusus" percepatan asalkan bersedia merogoh kocek lebih dalam.
Tak tanggung-tanggung, untuk satu orang, pelaku mematok tarif Rp40 juta sebagai "biaya administrasi" percepatan. Demi mewujudkan mimpi beribadah ke Baitullah lebih awal, pasutri ini pun menyerahkan uang total Rp80 juta kepada sang calo.
"Mereka datang ke kantor kami dengan wajah penuh harap, namun ternyata membawa laporan bahwa mereka telah tertipu," ujar Kepala Kantor Kemenhaj Lumajang, Umar Hasan, Kamis (23/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Umar Hasan menegaskan dengan suara berat bahwa apa yang dijanjikan pelaku adalah kemustahilan. Dalam sistem perhajian di Indonesia, tidak ada istilah membayar sejumlah uang untuk melompati antrean. Semua keberangkatan diatur secara ketat melalui sistem komputerisasi yang transparan.
"Saya pastikan tidak ada proses percepatan keberangkatan dengan membayar uang kepada staf. Itu murni penipuan," tegas Hasan.
Ia sangat menyayangkan ada oknum yang tega memanfaatkan kerinduan mendalam umat muslim untuk beribadah demi keuntungan pribadi.
Uang puluhan juta rupiah itu kini raib entah ke mana, sementara nama pasutri tersebut tetap terdaftar untuk keberangkatan tahun 2038, sesuai jadwal semula.
Baca Juga: Dijanjikan Naik Haji, Nenek 86 Tahun di Bojonegoro Tertipu 2 Bandit yang Kuras Hartanya
Kasus ini menjadi alarm keras bagi ribuan calon jemaah haji lainnya di Lumajang yang mungkin sedang menunggu dalam antrean panjang.
Pihak Kemenhaj kini gencar mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada siapa pun yang menjanjikan "kursi cepat", apalagi jika meminta imbalan uang di luar ketentuan resmi.
"Hati-hati, jangan mudah percaya. Jika ada informasi yang terdengar terlalu muluk atau kurang jelas, mohon konfirmasi langsung ke kantor kami. Jangan sampai niat suci beribadah dimanfaatkan oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab," pungkas Hasan.
Berita Terkait
-
Dijanjikan Naik Haji, Nenek 86 Tahun di Bojonegoro Tertipu 2 Bandit yang Kuras Hartanya
-
Kloter Pertama Haji Surabaya Resmi Diberangkatkan, Khofifah Titip Pesan Kesehatan dan Kekhusyukan
-
Doa dan Harapan Khofifah Melepas Kloter Pertama Jemaah Calon Haji Jatim
-
Suasana Haru Kloter Perdana Jemaah Calon Haji Jatim Masuk Asrama Surabaya
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang
-
Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei
-
Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron
-
Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan