- Gubernur Jawa Timur melepas keberangkatan 374 jemaah calon haji kloter pertama asal Probolinggo dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
- Pemberangkatan perdana pada Rabu, 22 April 2026 berjalan lancar dengan seluruh dokumen administrasi jemaah telah dinyatakan lengkap.
- Seluruh kursi kloter pertama terisi penuh dan jemaah dijadwalkan terbang menuju Madinah melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya.
SuaraJatim.id - Suara riuh rendah doa dan gema talbiyah memecah kesunyian dini hari di Gedung Muzdalifah, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Rabu (22/4/2026).
Di bawah temaram lampu dan udara pagi yang dingin, wajah-wajah penuh haru tampak berseri. Mereka adalah "tamu-tamu Allah" yang telah menanti bertahun-tahun untuk sebuah panggilan suci.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berdiri di tengah mereka. Bukan sekadar sebagai pejabat daerah, namun sebagai sosok ibu dan Koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang ingin memastikan anak-anak bangsanya berangkat dengan rasa aman.
"Kloter pertama insyaallah diberangkatkan. Mohon doa semuanya, mudah-mudahan yang berangkat sehat, yang ditinggalkan di rumah juga sehat," ujar Khofifah dengan nada bicara yang teduh namun sarat harapan.
Bagi Khofifah, keberangkatan ini adalah awal dari perjalanan spiritual yang panjang. Ia tak henti-hentinya menitipkan doa agar seluruh proses transportasi, mulai dari Surabaya menuju Madinah, hingga nanti bergeser ke Jeddah dan kembali ke tanah air, berjalan tanpa hambatan.
"Mudah-mudahan mereka semua kembali menjadi haji yang mabrur," tambahnya, merangkum keinginan terbesar setiap jemaah yang menginjakkan kaki di tanah suci.
Kloter pertama ini menjadi pembuka pintu bagi ribuan jemaah lainnya. Berasal dari Kabupaten Probolinggo, sebanyak 374 jemaah calon haji tampak sangat siap.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Moh As’adul Anam, memastikan bahwa segala urusan administratif telah rampung sebelum bus-bus itu bergerak menuju bandara.
"Alhamdulillah semua berjalan lancar. Seluruh dokumen, termasuk kartu Nusuk dan penandaan koper, sudah beres," tegas Anam.
Baca Juga: Jatim Jadi Provinsi Terfavorit Jaksa Garda Desa Award 2026, Khofifah: Bukti Transparansi Desa
Satu hal yang patut disyukuri adalah efisiensi keberangkatan tahun ini. Anam memastikan tidak ada satu pun kursi yang tersisa atau open seat dalam kloter perdana ini. "Semuanya terisi, semoga ke depannya pun tetap seperti ini," tuturnya optimis.
Kesibukan di Embarkasi Surabaya dipastikan akan terus memuncak sepanjang hari ini. Setelah kloter pertama lepas landas menuju Madinah, kloter kedua dijadwalkan menyusul dari Bandar Udara Internasional Juanda pada pukul 13.55 WIB.
Gelombang kedatangan jemaah baru pun tak berhenti mengalir. Kloter 3 dan 4 dijadwalkan memasuki asrama pada pukul 07.00 WIB, disusul maraton kloter 5, 6, dan 7 hingga menjelang tengah malam nanti. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Jatim Jadi Provinsi Terfavorit Jaksa Garda Desa Award 2026, Khofifah: Bukti Transparansi Desa
-
Suasana Haru Kloter Perdana Jemaah Calon Haji Jatim Masuk Asrama Surabaya
-
Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Serukan Aksi Bersama Tekan Angka Kematian Ibu
-
Jatim Dapat Dua Penghargaan Nasional, Pendidikan Vokasi Kian Kuat dan Berdaya Saing Global
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas
-
Laut Madura Lagi Nggak Bersahabat, Penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar Resmi Disetop Sementara
-
Misteri Bau Menyengat di Gunung Kendil: Akhir Pilu Pencarian Munajat di Dasar Jurang 12 Meter
-
Oknum Dokter RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Ditangkap karena Nyabu
-
Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar