Wakos Reza Gautama
Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:10 WIB
Nelayan asal Situbondo, Kusnadi, bertahan hidup selama dua hari mengapung di laut setelah perahunya tenggelam dihantam ombak. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Nelayan Situbondo bernama Kusnadi terombang-ambing di Selat Madura selama dua hari akibat perahunya tenggelam.
  • Ia bertahan hidup tanpa makanan dan minuman dengan memanfaatkan tutup wadah ikan fiber sebagai pelampung.
  • Kusnadi berhasil terdampar di Pulau Giliyang dan kini sedang menunggu pemulangan setelah diselamatkan warga.

SuaraJatim.id - Berada di tengah samudra yang gelap, tanpa makanan, tanpa minuman, dan tanpa kapal. Di bawah kaki hanya ada kedalaman laut yang tak terukur, dan satu-satunya yang jadi sandaran hanyalah sekeping tutup wadah ikan berbahan fiber berwarna kuning.

Itulah kenyataan mengerikan sekaligus heroik yang dialami Kusnadi (49), seorang nelayan asal Dusun Sompelan, Desa Sumberanyar, Situbondo.

Selama dua hari dua malam, ia terombang-ambing di ganasnya perairan Selat Madura sebelum akhirnya ditemukan oleh daratan Pulau Giliyang, Sumenep.

Segalanya bermula pada Rabu (22/7/2026) subuh. Dengan penuh harapan, Kusnadi memacu perahu fiber Raden Anum miliknya menuju Perairan Takat Mas.

Namun, alam punya rencana lain. Hantaman ombak besar tiba-tiba datang, membalikkan perahunya hingga tenggelam dalam sekejap ke dasar laut.

Di tengah kepanikan, Kusnadi berhasil meraih satu-satunya benda yang masih mengapung yakni sebuah tutup wadah ikan. Benda sederhana inilah yang kemudian menjadi pelampung baginya selama 48 jam ke depan.

Tanpa pelindung dari terik matahari siang hari dan gigilnya angin laut di malam hari, Kusnadi terus terbawa arus. Rasa lapar dan haus yang mendera tak membuatnya menyerah. Fokusnya hanya satu yakni terus memegang erat tutup fiber kuning itu agar tetap berada di permukaan.

"Korban bertahan hidup tanpa makanan maupun minuman. Ia terus terbawa arus hingga akhirnya terdampar di pesisir Dusun Baru, Desa Banraas, Pulau Giliyang," ujar Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, Jumat (24/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Setelah terdampar pada tengah malam Jumat, Kusnadi yang sudah sangat lemah masih sanggup menyeret langkahnya di pasir pantai.

Baca Juga: Laut Madura Lagi Nggak Bersahabat, Penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar Resmi Disetop Sementara

Ia berjalan seorang diri menembus kegelapan mencari pemukiman, hingga akhirnya tiba di depan pintu rumah seorang warga bernama Risno.

Warga Pulau Giliyang, yang dikenal sebagai pulau dengan kadar oksigen terbaik, menyambutnya dengan tangan terbuka. Kusnadi langsung diberikan pakaian kering, makanan, dan tempat beristirahat yang layak.

Meskipun kehilangan harta benda senilai Rp30 juta termasuk perahunya, nyawa Kusnadi berhasil diselamatkan.

Saat ini, Kusnadi masih berada di rumah warga di Pulau Giliyang untuk memulihkan kekuatannya. Proses pemulangannya ke Situbondo masih harus menunggu cuaca.

"Alhamdulillah, korban selamat. Saat ini kami menunggu kondisi gelombang membaik sebelum menjemput korban melalui jalur laut menuju Pelabuhan Kalianget, lalu dilanjutkan jalur darat ke Situbondo," tambah Puriyono.

Load More