- Nelayan Situbondo bernama Kusnadi terombang-ambing di Selat Madura selama dua hari akibat perahunya tenggelam.
- Ia bertahan hidup tanpa makanan dan minuman dengan memanfaatkan tutup wadah ikan fiber sebagai pelampung.
- Kusnadi berhasil terdampar di Pulau Giliyang dan kini sedang menunggu pemulangan setelah diselamatkan warga.
SuaraJatim.id - Berada di tengah samudra yang gelap, tanpa makanan, tanpa minuman, dan tanpa kapal. Di bawah kaki hanya ada kedalaman laut yang tak terukur, dan satu-satunya yang jadi sandaran hanyalah sekeping tutup wadah ikan berbahan fiber berwarna kuning.
Itulah kenyataan mengerikan sekaligus heroik yang dialami Kusnadi (49), seorang nelayan asal Dusun Sompelan, Desa Sumberanyar, Situbondo.
Selama dua hari dua malam, ia terombang-ambing di ganasnya perairan Selat Madura sebelum akhirnya ditemukan oleh daratan Pulau Giliyang, Sumenep.
Segalanya bermula pada Rabu (22/7/2026) subuh. Dengan penuh harapan, Kusnadi memacu perahu fiber Raden Anum miliknya menuju Perairan Takat Mas.
Namun, alam punya rencana lain. Hantaman ombak besar tiba-tiba datang, membalikkan perahunya hingga tenggelam dalam sekejap ke dasar laut.
Di tengah kepanikan, Kusnadi berhasil meraih satu-satunya benda yang masih mengapung yakni sebuah tutup wadah ikan. Benda sederhana inilah yang kemudian menjadi pelampung baginya selama 48 jam ke depan.
Tanpa pelindung dari terik matahari siang hari dan gigilnya angin laut di malam hari, Kusnadi terus terbawa arus. Rasa lapar dan haus yang mendera tak membuatnya menyerah. Fokusnya hanya satu yakni terus memegang erat tutup fiber kuning itu agar tetap berada di permukaan.
"Korban bertahan hidup tanpa makanan maupun minuman. Ia terus terbawa arus hingga akhirnya terdampar di pesisir Dusun Baru, Desa Banraas, Pulau Giliyang," ujar Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, Jumat (24/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Setelah terdampar pada tengah malam Jumat, Kusnadi yang sudah sangat lemah masih sanggup menyeret langkahnya di pasir pantai.
Baca Juga: Laut Madura Lagi Nggak Bersahabat, Penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar Resmi Disetop Sementara
Ia berjalan seorang diri menembus kegelapan mencari pemukiman, hingga akhirnya tiba di depan pintu rumah seorang warga bernama Risno.
Warga Pulau Giliyang, yang dikenal sebagai pulau dengan kadar oksigen terbaik, menyambutnya dengan tangan terbuka. Kusnadi langsung diberikan pakaian kering, makanan, dan tempat beristirahat yang layak.
Meskipun kehilangan harta benda senilai Rp30 juta termasuk perahunya, nyawa Kusnadi berhasil diselamatkan.
Saat ini, Kusnadi masih berada di rumah warga di Pulau Giliyang untuk memulihkan kekuatannya. Proses pemulangannya ke Situbondo masih harus menunggu cuaca.
"Alhamdulillah, korban selamat. Saat ini kami menunggu kondisi gelombang membaik sebelum menjemput korban melalui jalur laut menuju Pelabuhan Kalianget, lalu dilanjutkan jalur darat ke Situbondo," tambah Puriyono.
Berita Terkait
-
Laut Madura Lagi Nggak Bersahabat, Penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar Resmi Disetop Sementara
-
Petaka di Perairan Sumenep: Perjuangan Terakhir Kakek Rusdi Saat Perahu Keluarga Karam
-
20 Nyawa dalam Misteri: KMN Entok Hilang Kontak, Perairan Kangean Disisir Habis-habisan
-
Solar Langka: Jeritan Nelayan Pamekasan yang Terpasung di Darat
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Terbongkar! Kelangkaan BBM di Jatim Ternyata Ulah Mafia: Negara Boncos Rp35 M, Pelaku Dijerat TPPU
-
Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total
-
Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram