- Polres Sampang menangkap dokter IGD RSUD dr. Mohammad Zyn berinisial M dan juru parkir S terkait kasus sabu.
- Kasatresnarkoba Iptu Yuda Julianto menyatakan pihak kepolisian sedang menyelidiki sumber narkotika serta jaringan peredarannya pada Kamis (23/7/2026).
- Direktur RSUD Andy Andrian Hasan mendukung proses hukum dan menerapkan kebijakan tanpa toleransi berujung pemecatan bagi pelanggar.
SuaraJatim.id - Seorang dokter yang sehari-harinya bertugas di IGD RSUD dr. Mohammad Zyn, Sampang, berinisial M, kini harus berurusan dengan hukum setelah diciduk tim Satresnarkoba Polres Sampang.
Ironisnya, sang dokter tidak sendirian. Dalam operasi penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan seorang juru parkir berinisial S.
Keduanya kini tengah menjalani pemeriksaan intensif atas dugaan keterlibatan dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Kasatresnarkoba Polres Sampang, Iptu Yuda Julianto, mengonfirmasi penangkapan yang mencoreng dunia medis di wilayahnya tersebut. Pihaknya saat ini tengah membedah jaringan di balik kasus ini.
"Kami masih mendalami dari mana sumber narkotika yang diduga dikonsumsi para terduga. Penelusuran juga dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam lingkaran ini," ujar Iptu Yuda, Kamis (23/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Kabar tertangkapnya dokter M bak petir di siang bolong bagi manajemen rumah sakit. Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn, Andy Andrian Hasan, membenarkan bahwa oknum berinisial M tersebut merupakan salah satu tenaga medis di institusi yang dipimpinnya.
Meski demikian, Andy memastikan tidak akan ada perlakuan khusus. Pihak rumah sakit sepenuhnya mendukung langkah kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya.
"Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan menyerahkan penanganan perkara ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian," tegas Andy.
Ia juga mengirimkan pesan peringatan keras kepada seluruh pegawai lainnya. Manajemen RSUD dr. Mohammad Zyn telah mengunci kebijakan zero tolerance atau tanpa toleransi bagi siapa pun yang bersentuhan dengan narkotika.
Baca Juga: Pintu Kamar Terbuka, Muncul Rekan Sejawat: Detik-Detik Oknum Polisi Blitar Terjaring Pesta Sabu
"Jika terbukti bersalah berdasarkan putusan hukum, sanksi tegas sudah menanti, termasuk pemberhentian secara tidak hormat. Kami berkomitmen menjaga lingkungan kerja yang bersih dan bebas narkoba," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pintu Kamar Terbuka, Muncul Rekan Sejawat: Detik-Detik Oknum Polisi Blitar Terjaring Pesta Sabu
-
Horor di Sampang: Bocah Di bawah Umur Digilir 27 Predator, 14 Pelaku Masih Berkeliaran
-
Nyawa Pelajar Sampang Melayang, Penabrak Hilang di Kegelapan Malam
-
Skandal Biadab di Sampang: 27 Pria Gilir Gadis Usai Dicekoki Miras, 15 Pelaku Masih Gentayangan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi