- Seorang anak di Sampang menjadi korban kekerasan seksual oleh puluhan pria sejak Februari 2026 di tiga lokasi berbeda.
- Polres Sampang menetapkan 27 tersangka, dengan 13 orang telah ditangkap dan 14 pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
- Polda Jatim dan Dinas Sosial memberikan pendampingan psikologis intensif untuk memulihkan trauma berat yang dialami oleh korban tersebut.
SuaraJatim.id - Dunia seakan runtuh bagi seorang anak perempuan di bawah umur di Kabupaten Sampang. Apa yang dimulai sebagai hari biasa pada Februari 2026 di kawasan Jalan Suhadak, berubah menjadi mimpi buruk berkepanjangan yang menghancurkan masa kecilnya.
Selama empat bulan, ia terjebak dalam pusaran kekerasan seksual yang dilakukan secara berulang oleh puluhan pria.
Sebanyak 27 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Hingga kini, 13 orang telah diringkus, namun 14 predator lainnya masih bebas berkeliaran, bersembunyi di balik bayang-bayang.
Kepiluan ini bermula saat korban bertemu dengan sekelompok pelaku yang awalnya membujuk dengan kata-kata manis. Namun, rayuan itu dengan cepat berubah menjadi intimidasi.
Korban diduga dicekoki minuman keras hingga tak berdaya, sebelum akhirnya dipaksa melayani nafsu bejat para pelaku di tiga lokasi berbeda: Desa Panggung, Desa Astapah, dan Desa Madupat.
“Dugaan kami, korban mengalami ancaman hebat sehingga ia tak berani mengadu kepada keluarganya selama berbulan-bulan,” ungkap Kapolres Sampang, AKBP Hartono, Selasa (14/7/2026).
Kini, fokus utama bukan hanya pada pengejaran pelaku, melainkan pada pemulihan jiwa sang bocah. Trauma yang dialaminya begitu hebat hingga Polda Jatim dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur harus turun tangan langsung.
Dua kali pemeriksaan psikiater telah dilakukan untuk mencoba merajut kembali puing-puing mental korban yang hancur.
Langkah-langkah pendampingan psikologis terus diberikan secara intensif di rumahnya, mengingat korban masih sering didera ketakutan luar biasa setiap kali mengingat kejadian tersebut.
Baca Juga: Nyawa Pelajar Sampang Melayang, Penabrak Hilang di Kegelapan Malam
Polres Sampang tidak bekerja sendirian. Perburuan terhadap 14 tersangka yang masih buron kini diperluas. Koordinasi lintas Polres di seluruh wilayah Madura telah dijalin, didukung penuh oleh kekuatan Polda Jatim.
"Kami tidak akan tinggal diam. Kami mengimbau para pelaku yang masih buron untuk segera menyerahkan diri sebelum tindakan tegas kami ambil," tegas AKBP Hartono. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Nyawa Pelajar Sampang Melayang, Penabrak Hilang di Kegelapan Malam
-
Skandal Biadab di Sampang: 27 Pria Gilir Gadis Usai Dicekoki Miras, 15 Pelaku Masih Gentayangan
-
Bukannya Air Malah Semburkan Api: Misteri Sumur Gas di Sampang Bikin Geger Warga
-
Pendaftar Sekolah Rakyat di Sampang Membludak, Panitia Utamakan Kelompok Ini
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei
-
Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron
-
Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan
-
Murka Rumah Tangganya Hancur, Pria di Tulungagung Nekat Bakar Habis Mobil Selingkuhan Istri