- Seorang pria bernama Azis tewas akibat pengeroyokan oleh kerabatnya berinisial RA di Jalan Sencaki, Surabaya, pada Rabu (23/4/2026).
- Insiden dipicu perselisihan terkait dugaan pengkhianatan asmara yang melibatkan seorang perempuan di kawasan Rusun Sombo, Simokerto, sebelumnya.
- Polisi kini tengah mengumpulkan bukti rekaman CCTV dan memeriksa saksi untuk mendalami motif pengeroyokan serta mengejar para pelaku.
SuaraJatim.id - Fajar di Jalan Sencaki, Surabaya, Rabu (23/4/2026) baru saja menyingsing, namun kesunyian pagi mendadak pecah oleh jeritan ngeri warga.
Di sana, di atas aspal yang masih dingin, tubuh Azis ditemukan tergeletak tak bernyawa. Kondisinya memilukan. Bersimbah darah dengan luka bacok menganga di dada dan kepala.
Ironisnya, maut tidak datang dari tangan orang asing. Sosok yang diduga kuat menghabisi nyawa Azis adalah RA, pria yang masih memiliki ikatan darah dengannya. Sebuah pengkhianatan asmara disebut-sebut menjadi sumbu pendek yang meledakkan amarah maut ini.
Api cemburu itu mulai berkobar beberapa jam sebelumnya di kawasan Rusun Sombo, Simokerto. Informasi yang dihimpun menyebutkan, Azis dan RA terlibat perselisihan hebat. Isunya sensitif yaitu dugaan pengkhianatan yang melibatkan seorang perempuan berstatus janda.
Entah apa yang terucap di sana, namun harga diri dan rasa sakit hati tampaknya sudah melampaui ikatan persaudaraan.
Merasa situasi memanas, Azis memilih pergi meninggalkan rusun dan pulang ke kediamannya di Jalan Sencaki. Namun, RA rupanya belum puas. Dengan amarah yang sudah di ubun-ubun, ia diduga mengajak sejumlah rekannya untuk melakukan pengejaran.
Pelarian Azis berakhir tragis di rumahnya sendiri. RA bersama kelompoknya datang menyerbu. Tak ada ruang untuk dialog. Pengeroyokan pecah seketika. Menggunakan tangan kosong dan senjata tajam, mereka menghujani Azis dengan serangan bertubi-tubi.
"Hasil olah TKP menunjukkan adanya luka sabetan atau bekas penancapan benda tajam di bagian dada dan juga di kepala," ungkap Kapolsek Simokerto, Kompol Zainul Rofik dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Serangan itu begitu brutal hingga membuat Azis tak punya kesempatan untuk bertahan.
Baca Juga: Sindikat Joki Profesional Terjaring di UTBK Unesa: Tanam Chip di Telinga Sampai Dokumen Palsu
Polisi bergerak cepat. Saat ini, korps berseragam cokelat tersebut telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan maut tersebut, termasuk sang aktor utama, RA.
Tak hanya itu, polisi juga telah mengamankan perempuan yang disebut-sebut sebagai pusat badai perselisihan ini. Statusnya kini sedang dimintai keterangan untuk mengungkap motif yang sebenarnya.
Di lokasi kejadian, polisi hanya menemukan baju dan sepatu milik korban sebagai saksi bisu peristiwa mengerikan itu.
"Kami masih mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengetahui peristiwa secara utuh. Fokus kami adalah rentang waktu antara jam 5 hingga jam 7 pagi," tambah Kompol Zainur.
Kini, jenazah Azis telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani autopsi.
Berita Terkait
-
Sindikat Joki Profesional Terjaring di UTBK Unesa: Tanam Chip di Telinga Sampai Dokumen Palsu
-
Suasana Haru Kloter Perdana Jemaah Calon Haji Jatim Masuk Asrama Surabaya
-
Drama Unesa Ringkus Peserta UTBK yang Nekat Gunakan Ijazah Palsu Demi Kursi Kedokteran
-
Dana Transfer Pusat Dipangkas: Strategi Surabaya Bertahan di Tengah Badai Pailit
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026