- Pelajar berinisial MFK terluka parah akibat sabetan senjata tajam oleh kelompok konvoi di Menganti pada 19 April 2026.
- Tim Satreskrim Polres Gresik berhasil menangkap pelaku DS dan G di Kota Malang pada 23 April 2026.
- Tersangka utama DS dijerat Pasal 466 KUHP atas perannya sebagai eksekutor penganiayaan dengan senjata tajam terhadap korban.
SuaraJatim.id - Minggu malam (19/4/2026) itu seharusnya menjadi perjalanan pulang yang biasa bagi MFK. Pelajar berusia 18 tahun asal Desa Boteng ini baru saja mengisi bahan bakar untuk motornya.
Namun, saat roda kendaraannya terhenti di tengah kemacetan Perempatan Jalan Raya Bringkang, Menganti, suasana yang bising oleh suara knalpot konvoi mendadak berubah menjadi horor yang nyata.
Tanpa peringatan, sebuah bilah senjata tajam membelah udara. Dari arah belakang, seseorang menyabetkan pedang tepat ke punggung kiri MFK. Rasa panas dan perih yang luar biasa menyerang seketika.
Di tengah kepanikan dan cucuran darah yang merobek jaketnya, MFK hanya punya satu pikiran yaitu lari dan bertahan hidup.
Aksi brutal ini bukanlah kecelakaan, melainkan serangan pengecut yang diduga dipicu oleh euforia negatif kelompok konvoi perguruan silat. Korban yang tak tahu apa-apa menjadi sasaran spontanitas emosi jalanan.
Luka robek serius di punggung memaksa MFK dilarikan ke rumah sakit, sementara para pelaku menghilang di balik kegelapan malam, menyisakan trauma mendalam bagi warga Menganti.
Namun, aparat kepolisian tak tinggal diam. Tim Satreskrim Polres Gresik bergerak dalam senyap. Penyelidikan intensif dilakukan, menyisir rekaman CCTV dan mengumpulkan keterangan saksi mata yang melihat peristiwa berdarah tersebut.
Nama DS (22), pemuda asal Balongpanggang, muncul sebagai tersangka utama. Ia tak sendirian. Sosok berinisial G, yang lebih dikenal dengan julukan "Pikolo", turut terseret dalam pusaran kasus ini. Mengetahui diri mereka diburu, keduanya mencoba peruntungan dengan melarikan diri ke luar kota.
Jejak mereka terendus hingga ke wilayah Sukun, Kota Malang. Tim Resmob Polres Gresik melakukan pengejaran lintas kota, memastikan bahwa ruang gerak para pelaku kekerasan ini makin menyempit.
Baca Juga: Misteri Pelajar SMK Diduga Ceburkan Diri ke Sungai Bengawan Madiun, Pencarian Masih Dilakukan
Rabu dini hari (23/4/2026), saat kota Malang masih terlelap dalam dingin, polisi melakukan penyergapan. DS dan "Pikolo" tak berkutik.
Dalam interogasi singkat, tabir gelap itu terungkap: DS adalah sang eksekutor yang mengayunkan senjata, sementara G alias Pikolo berperan sebagai penyedia senjata tajam yang digunakan untuk melukai korban.
"Kami menetapkan DS sebagai tersangka utama dan menjeratnya dengan Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan," tegas Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, Kamis (24/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Berita Terkait
-
Misteri Pelajar SMK Diduga Ceburkan Diri ke Sungai Bengawan Madiun, Pencarian Masih Dilakukan
-
Geger Tagar Pamekasan Viral: Polisi Buru Penyebar Video 4 Menit Pelajar SMP
-
Bonceng Tiga Berujung Maut: Motor Gagal Salip, Pelajar 16 Tahun Terlempar ke Kolong Roda Raksasa
-
Selamat Tinggal 'Zombi Digital': Sekolah di Jawa Timur Resmi Batasi Penggunaan Gadget
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026