- Proyek Koperasi Desa Merah Putih di SDN Tlogo 2, Blitar, menyebabkan kerusakan fasilitas sekolah akibat pelanggaran kesepakatan renovasi.
- DPRD Kabupaten Blitar memutuskan pembangunan gedung sekolah pengganti akan dibiayai melalui dana APBD untuk memulihkan hak siswa.
- Pemerintah daerah mempercepat proses sertifikasi lahan untuk memisahkan aset sekolah dan koperasi guna mencegah sengketa di masa depan.
SuaraJatim.id - Lembar-lembar buku yang seharusnya menjadi jendela dunia bagi siswa SDN Tlogo 2, Kecamatan Kanigoro, Blitar, kini tak lagi tertata rapi di rak. Alih-alih dibaca, buku-buku itu sempat telantar berserakan di antara debu dan puing bangunan yang runtuh.
Pemandangan memilukan ini merupakan dampak dari proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dimulai dengan langkah yang salah.
Kisruh bermula ketika pihak pelaksana proyek diduga mengingkari kesepakatan awal. Seharusnya, gedung sekolah pengganti direnovasi terlebih dahulu sebelum bangunan lama dirobohkan. Namun, alat berat terlanjur menghantam fasilitas sekolah, meninggalkan para siswa dalam ketidakpastian.
Keresahan pun menjalar hingga ke rumah-rumah wali murid. Mereka tidak hanya khawatir soal kenyamanan belajar yang terganggu, tetapi juga dihantui ketakutan bahwa lahan sekolah mereka akan ditelan perlahan oleh perluasan proyek koperasi.
"Wali murid resah. Gedung sudah dibongkar, tapi penggantinya belum ada. Muncul ketakutan di kalangan mereka bahwa lahan sekolah ini lama-kelamaan akan habis terkikis oleh proyek," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso, usai menggelar audiensi darurat, Rabu (10/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Melihat situasi yang kian keruh, DPRD Kabupaten Blitar bersikap tegas. Pembangunan fasilitas ekonomi tidak boleh mengorbankan masa depan anak didik.
Sebagai langkah penyelamatan, legislatif memastikan bahwa pemerintah daerah akan mengambil alih tanggung jawab yang diabaikan pelaksana proyek.
Gedung sekolah pengganti dipastikan akan dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui mekanisme Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
"Kami pastikan hak-hak siswa segera dipulihkan. Dinas terkait sudah diinstruksikan untuk mengamankan seluruh buku dan alat peraga sekolah selama masa transisi ini," tambah Sugeng.
Baca Juga: Belum Punya Gedung, Siswa SRMP 29 Pamekasan Harus Pindah Belajar ke Sampang
Tak ingin masalah serupa terulang, Komisi IV juga menyoroti batas kepemilikan lahan yang selama ini masih abu-abu.
Proses sertifikasi tanah kini dipercepat untuk memisahkan secara hukum mana yang menjadi aset desa (KDMP) dan mana yang merupakan aset milik pemerintah kabupaten (sekolah).
"Tanah eks-bondo desa akan dikunci luasnya hanya untuk kebutuhan riil koperasi. Selebihnya, lahan dan gedung sekolah akan disertifikasi sebagai aset daerah. Tidak akan ada lagi proyek yang merembet ke area sekolah," tegasnya.
Berita Terkait
-
Belum Punya Gedung, Siswa SRMP 29 Pamekasan Harus Pindah Belajar ke Sampang
-
Ironi! Banyak Anggota DPRD Blitar Absen Saat Tradisi Sakral Brokohan Pancasila
-
Di Balik Aksi Bagi 1 Juta Butir di Blitar, Ada Jeritan Peternak yang Tercekik Harga Pakan
-
Geger Pocong Sajam di Ponggok Buat Warga Resah, Kapolres Blitar Akhirnya Bongkar Faktanya
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT