- Tradisi Brokohan Pancasila diselenggarakan di depan Gedung DPRD Kabupaten Blitar pada Senin, 1 Juni 2026 sebagai peringatan hari lahir ideologi bangsa.
- Mayoritas anggota DPRD Kabupaten Blitar tidak menghadiri acara meskipun telah menerima undangan resmi dari panitia penyelenggara kegiatan tersebut.
- Absensi massal para wakil rakyat dalam prosesi sakral ini menuai kritik tajam dan kekecewaan mendalam dari masyarakat yang hadir.
SuaraJatim.id - Tradisi Brokohan Pancasila, sebuah ritual suci untuk memperingati hari lahir ideologi bangsa, digelar di depan Gedung DPRD Kabupaten Blitar pada Senin (1/6/2026).
Namun, di tengah prosesi yang sarat makna filosofis itu, pemandangan mencolok justru terlihat pada deretan kursi undangan. Mayoritas Wakil Rakyat tidak menampakkan batang hidungnya.
Dari 50 anggota DPRD Kabupaten Blitar yang resmi diundang, hanya segelintir yang meluangkan waktu untuk hadir. Bahkan, dari tiga Wakil Ketua DPRD, hanya satu orang yang tampak berdiri mendampingi sang Ketua, Supriyadi.
Tahun ini, Brokohan Pancasila dirancang dengan narasi yang sangat kuat. Prosesi dimulai dari Makam Sang Proklamator, Bung Karno (MBK), lalu bergerak menuju Gedung DPRD, dan berakhir di Kantor Pemkab Blitar.
Rute ini bukanlah sekadar jalanan biasa, ia adalah simbol keterhubungan antara ruh perjuangan pendiri bangsa, lembaga legislatif sebagai penyambung lidah rakyat, dan pemerintah sebagai pelaksana amanat.
Namun, saat iring-iringan pusaka dan doa sampai di depan Gedung DPRD, sang penghuni justru sepi. Ketidakhadiran puluhan anggota dewan ini menciptakan lubang besar dalam narasi persatuan yang sedang dibangun.
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriyadi, tak bisa menutupi fakta tersebut. Dengan raut wajah tenang namun tegas, ia mengonfirmasi bahwa seluruh koleganya telah menerima undangan resmi.
"Sudah diundang semua," ucapnya singkat usai menerima pusaka Brokohan Pancasila dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Ketidakhadiran massal para anggota legislatif ini tidak luput dari mata tajam masyarakat. Kritik pedas pun meluncur dari warga yang menyaksikan langsung prosesi tersebut.
Baca Juga: Di Balik Aksi Bagi 1 Juta Butir di Blitar, Ada Jeritan Peternak yang Tercekik Harga Pakan
Mereka menilai, momen Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi prioritas utama bagi mereka yang duduk di kursi jabatan atas nama ideologi negara.
"Miris sih, kerjanya apa ya kok sampai sibuk banget? Sampai tidak sempat memperingati Hari Lahir Pancasila yang notabene adalah ideologi kita sendiri," ungkap Wawan, salah satu warga yang hadir dengan nada kecewa.
Berita Terkait
-
Di Balik Aksi Bagi 1 Juta Butir di Blitar, Ada Jeritan Peternak yang Tercekik Harga Pakan
-
Geger Pocong Sajam di Ponggok Buat Warga Resah, Kapolres Blitar Akhirnya Bongkar Faktanya
-
Terjebak di Antara Kobaran Daduk: Akhir Pilu Sang Petani Tua di Ladang Tebu Wonotirto Blitar
-
Maut di Balik Tradisi: Iduladha Berdarah Saat Balon Udara Meledak di Blitar
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Didukung 42 PCNU Jatim, Kiai Kikin Tebuireng Resmi Ditugaskan Maju Calon Ketum PBNU
-
Kursi Kosong yang Memicu Amuk Dewan: Saat Sekda Sumenep Dihantam Mosi Tak Percaya
-
Terseret Skandal Nikah Siri dan Penelantaran Anak, Kursi Suwondo di DPRD Blitar Resmi Dicopot
-
Drama Hilangnya Backpacker Madiun di Korea:Pihak Travel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Misteri 4 Bulan Kematian Nisarofatin Petani Lumajang: Polisi Pastikan Bukan karena Racun