- Seorang petani berinisial S ditemukan meninggal dunia di ladang tebu Desa Ngeni, Blitar, pada Selasa (26/5/2026).
- Korban diduga tewas karena kehabisan oksigen akibat menghirup asap tebal saat membakar daun tebu kering di ladangnya.
- Pihak kepolisian menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan dan keluarga telah menerima kejadian tersebut untuk segera dimakamkan.
SuaraJatim.id - Senja di Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Blitar, Selasa (26/5/2026) terasa lebih sunyi dari biasanya. Di sebuah rumah sederhana, seorang istri mulai dirundung gelisah.
Suaminya, S (66), yang berpamitan pergi ke ladang tebu sejak pagi, tak kunjung menampakkan batang hidungnya hingga kegelapan mulai menyelimuti desa.
Niat hati membersihkan lahan dengan membakar sisa-sisa daun tebu kering (daduk), sang petani tua justru terjebak dalam "perangkap" asap yang ia buat sendiri.
Kekhawatiran sang istri memuncak saat jam menunjukkan waktu kepulangan yang tak biasa. Dengan bantuan tetangga dan kerabat, pencarian pun dilakukan. Berbekal senter seadanya, warga menyusuri jalan setapak menuju ladang tebu milik korban.
Namun, pemandangan memilukan menyambut mereka di sana. Di antara sisa-sisa bakaran daun tebu yang masih menyisakan hawa panas, tubuh renta S ditemukan tergeletak tak bergerak. Sabit dan penggaruk, alat yang menemaninya mencari nafkah setiap hari, masih berada tak jauh dari posisinya.
“Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia oleh tetangga dan saudara yang mencarinya hingga ke ladang,” ujar Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, Rabu (27/5/2026).
Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh Tim Inafis Polres Blitar dan tim medis, tabir kematian sang kakek mulai terungkap. Tidak ditemukan bekas penganiayaan atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Maut diduga menjemput S saat kepulan asap tebal dari bakaran daun tebu menyergapnya. Kondisi ini diperparah dengan riwayat kesehatan korban.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan korban diduga meninggal dunia karena kehabisan oksigen akibat kepulan asap yang sangat tebal. Berdasarkan keterangan keluarga, korban juga diketahui memiliki riwayat sakit sesak napas,” jelas Aiptu Muheni.
Baca Juga: Maut di Balik Tradisi: Iduladha Berdarah Saat Balon Udara Meledak di Blitar
Oksigen yang menipis dan udara panas yang memenuhi paru-paru membuat S tak berdaya untuk menyelamatkan diri dari kepungan asap di ladangnya sendiri.
Meski kepolisian tetap melakukan penyelidikan secara prosedural dengan meminta keterangan saksi-saksi, pihak keluarga telah menyatakan keikhlasannya. Mereka memohon agar jenazah S tidak diautopsi lebih lanjut dan segera diizinkan untuk dimakamkan secara layak.
Aparat kepolisian kembali mengimbau warga untuk ekstra waspada saat melakukan aktivitas pembakaran di ladang.
“Kami imbau masyarakat untuk sangat berhati-hati, terutama saat membakar daun kering. Hindari kepulan asap yang terlalu tebal agar kejadian memilukan seperti ini tidak terulang kembali,” pungkas Aiptu Muheni. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Maut di Balik Tradisi: Iduladha Berdarah Saat Balon Udara Meledak di Blitar
-
Jerat Prostitusi Online Menyasar Anak-Anak Broken Home di Blitar
-
UNU Blitar Akhirnya Rekomendasikan Pemecatan Dosen yang Melecehkan Mahasiswinya
-
Satu Hilang, Dua Nyaris Tewas: Tragedi di Balik Penggelontoran Air PLTA Wlingi Blitar
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT