- SDN 2 Plandaan di Tulungagung hanya menerima dua siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027 akibat penurunan peminat sejak 2017.
- Lokasi sekolah yang tersembunyi serta anggapan warga bahwa sekolah telah tutup menjadi penyebab utama minimnya jumlah pendaftar tahunan.
- Para guru rela menyisihkan gaji pribadi untuk menutupi biaya operasional serta perlengkapan sekolah demi menjaga keberlangsungan pendidikan siswa.
SuaraJatim.id - SDN 2 Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, kembali harus menelan kenyataan pahit di tahun ajaran 2026/2027. Mereka hanya mendapatkan dua orang siswa baru.
Pemandangan ini bukanlah hal baru bagi Siti Komariyah, sang kepala sekolah. Baginya, angka dua seolah menjadi kutukan sekaligus berkah yang masih tersisa.
Tahun lalu pun sama, hanya ada dua pasang kaki mungil yang mendaftar di kelas satu. Total seluruh murid dari kelas 1 hingga 6 kini hanya berjumlah 16 anak.
"Sejak 2017, jumlah siswa kami terus menurun. Setiap tahun tantangannya semakin berat," ujar Siti, Senin (13/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Banyak faktor yang membuat SDN 2 Plandaan perlahan kehilangan napas. Lokasinya yang tersembunyi di belakang balai desa membuat keberadaannya tak kasat mata bagi masyarakat luas.
Ironisnya, beredar anggapan di tengah warga bahwa sekolah ini sudah lama tutup, padahal lonceng masuk masih berbunyi setiap pagi.
Tak mau menyerah pada keadaan, para guru telah melakukan gerilya sejak tiga bulan sebelum pendaftaran dibuka.
Mereka mengetuk pintu ke pintu, mendatangi rumah calon wali murid, hingga menawarkan berbagai janji manis agar anak-anak desa mau bersekolah di sana. Namun, daya tarik sekolah-sekolah besar di sekitarnya masih terlalu kuat untuk ditandingi.
Minimnya jumlah siswa berdampak langsung pada operasional sekolah. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang cair berdasarkan jumlah kepala siswa tentu sangat kecil. Di sinilah letak heroisme yang sesungguhnya.
Baca Juga: SDN Nailan Ponorogo di Ujung Tanduk: Kelas 1 & 2 Kosong Melompong, Hanya Tersisa 13 Murid
Demi menjaga api pendidikan tetap menyala, para guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di SDN 2 Plandaan merelakan sebagian gaji mereka. Setiap bulan, mereka menyisihkan uang pribadi untuk iuran.
Uang hasil patungan itu bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk membeli seragam, perlengkapan sekolah, bahkan memberikan modal tabungan awal bagi dua siswa baru yang masuk.
"Dana iuran guru kami gunakan untuk membelikan seragam dan perlengkapan sekolah agar siswa baru semangat," tutur Siti.
Berita Terkait
-
SDN Nailan Ponorogo di Ujung Tanduk: Kelas 1 & 2 Kosong Melompong, Hanya Tersisa 13 Murid
-
Diduga Masih Hidup, Keluarga Putuskan Hentikan Pencarian NS yang Hilang di Sungai Brantas
-
RM Padang di Tulungagun Ludes Dilalap Api Saat Pemilik Terlelap, Rugi Rp250 Juta
-
Terungkap Motif di Balik Tewasnya Siswa SMP Lumajang: Dendam Tiga Hari karena Teguran Guru
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Muktamar ke-35 NU Teguhkan Taawun, Kemandirian Umat dan Persatuan Bangsa
-
Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Subianto: Saya Tak Ikut Campur
-
Di Tengah Tarik-Menarik Muktamar ke-35 NU, Nama Gus Kikin Menguat: Dari Tebuireng untuk Nahdliyin
-
Tagih Utang ke Gus Yahya, Presiden Prabowo: Beri Saya Kartu NU, Saya Datang Lagi!
-
Gus Yahya Tegaskan NU Tak Bisa Jalan Sendiri, Harus Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintah