- Mahasiswa UNU Blitar melakukan aksi protes untuk menuntut pemecatan oknum dosen yang diduga sebagai pelaku pelecehan seksual.
- Rektorat UNU Blitar resmi merekomendasikan pemecatan pelaku kepada Badan Penyelenggara Pendidikan pada Selasa, 19 Mei 2026.
- Pihak kampus berkomitmen melindungi korban serta memastikan proses hukum dan sanksi administratif tetap berjalan secara transparan.
SuaraJatim.id - Lorong-lorong Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar yang biasanya tenang, belakangan berubah menjadi arena perjuangan. Bukan soal nilai akademik, melainkan soal harga diri dan ruang aman bagi mahasiswa.
Di bawah bayang-bayang ancaman boikot kuliah, gelombang protes mahasiswa akhirnya memaksa pihak rektorat untuk mengambil sikap tegas mendepak oknum dosen yang diduga menjadi predator seksual di lingkungan kampus.
Selasa, 19 Mei 2026, menjadi hari bersejarah. Di tengah tekanan massa, pihak rektorat akhirnya menandatangani surat rekomendasi pemecatan.
Bagi mahasiswa, pencopotan dari tugas Tridharma perguruan tinggi tidaklah cukup. Mereka menuntut pemutusan hubungan kerja secara total.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNU Blitar, Mochamad Fatih, memastikan bahwa aspirasi tersebut telah sampai ke meja tertinggi.
"Kami telah menyepakati tuntutan mahasiswa. Rektorat merekomendasikan pemecatan untuk disampaikan ke Badan Penyelenggara Pendidikan (BPP). Secara statuta, BPP-lah yang memegang kunci akhir untuk eksekusi pemberhentian," ujar Fatih dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa rektorat tidak ingin bermain-main dengan isu yang telah mencoreng wajah pendidikan di Blitar ini.
Fatih menegaskan, rektorat adalah pelaksana mandat, dan suara mahasiswa kali ini menjadi kompas utama keputusan mereka.
Di tengah perjuangan ini, sempat berembus kabar miring tentang adanya intimidasi dari oknum kampus terhadap korban. Kabar ini sempat membakar amarah para mahasiswa. Namun, Fatih dengan tegas menepis tudingan tersebut.
Baca Juga: Satu Hilang, Dua Nyaris Tewas: Tragedi di Balik Penggelontoran Air PLTA Wlingi Blitar
"Oh, tidak ada sama sekali. Silakan sampaikan kepada kami siapa yang mengancam. Justru kami mendukung penuh keberanian adik-adik mahasiswa dalam membela hak-hak korban," tegasnya.
Pihak kampus kini menjanjikan benteng perlindungan bagi korban. Proses hukum dan sanksi administratif dipastikan akan terus bergulir selama bukti-bukti valid tersaji di meja hijau internal maupun eksternal. Kampus ingin memastikan bahwa kesaksian korban adalah pilar utama dalam meruntuhkan dominasi pelaku.
Penanganan krisis ini kian dramatis karena dilakukan saat internal rektorat tidak dalam formasi lengkap. Wakil Rektor 2 Bidang Kepegawaian, Dr. Yauma, sedang menunaikan ibadah haji, sementara Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Ardi, tengah jatuh sakit.
Alhasil, Mochamad Fatih harus berjibaku mengambil alih komando penanganan konflik agar situasi kampus tidak semakin liar. Koordinasi internal kini dipacu dengan kecepatan tinggi demi mencegah gejolak yang bisa melumpuhkan aktivitas perkuliahan.
Berita Terkait
-
Satu Hilang, Dua Nyaris Tewas: Tragedi di Balik Penggelontoran Air PLTA Wlingi Blitar
-
Mobil Dilarang Melintas di Bendungan Lahor Mulai 1 Agustus, Ini Alasannya
-
85 Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi di Blitar, Bagaimana Harganya?
-
Belasan Mahasiswi Jadi Korban Pelecehan, Oknum Dosen UNU Blitar Dinonaktifkan
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Terjerat Dugaan Pungli, Oknum Lurah di Surabaya Dicopot Jadi Staf Perpustakaan
-
Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal
-
Berniat Bongkar Dinding, Kakek 69 Tahun di Magetan Tewas Tertimpa Tembok Rumah Tua
-
BRI Perkuat Sport Tourism Indonesia lewat Dukungan untuk MotoGP 2026
-
Gerbong Mutasi Bergerak: Putra Bojonegoro Irjen Dekananto Ditunjuk Jadi Kapolda Jatim Baru