- Seorang dosen Universitas Nahdlatul Ulama Blitar diduga melakukan pelecehan seksual terhadap empat hingga lima belas mahasiswi.
- Pihak kampus menonaktifkan oknum dosen tersebut selama tiga puluh hari untuk mempermudah proses investigasi internal yang berlangsung.
- Mahasiswa menuntut pemecatan permanen karena khawatir mekanisme internal kampus tidak memberikan keadilan serta jaminan keamanan bagi korban.
SuaraJatim.id - Di koridor kampus yang seharusnya menjadi ruang persemaian ilmu dan perlindungan moral, sebuah kabar kelam menyeruak dan menggetarkan muruah Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar.
Seorang oknum dosen kini menjadi sorotan tajam setelah dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya meledak ke permukaan.
Namun, apa yang tampak saat ini ditengarai hanyalah puncak dari sebuah gunung es yang jauh lebih besar dan mengerikan.
Meski Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) UNU Blitar mengaku baru menerima satu laporan resmi yang mewakili empat orang, desas-desus di akar rumput menyebutkan kenyataan yang lebih pahit. Jumlah korban diduga kuat mencapai 15 mahasiswi.
Kesenjangan angka antara laporan resmi dan jumlah dugaan korban ini memicu tanya besar. Mengapa belasan mahasiswi lainnya masih memilih menepi dalam diam?
Dugaan kuat mengarah pada sistem pelaporan internal yang dianggap belum memberikan jaminan keamanan psikologis sepenuhnya.
Bayang-bayang intimidasi, tekanan mental, hingga ketakutan akan hancurnya masa depan akademik disinyalir menjadi "mulut singa" yang membungkam para korban.
Wakil Rektor III UNU Blitar, Ardhi Sanwidi, menegaskan bahwa pihak kampus telah mengambil langkah dengan menonaktifkan sementara sang dosen terlapor selama 30 hari guna mempermudah investigasi.
“Sesuai SOP, proses ini dilakukan selama 30 hari. Jika dirasa masih kurang, bisa diperpanjang,” ujar Ardhi, Selasa (12/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com. Ia juga menekankan komitmen kampus untuk menyelesaikan masalah ini sesuai aturan yang berlaku.
Baca Juga: Skenario Palsu Ibu Muda di Blitar: Karang Cerita Temukan Bayi karena Takut Dimarahi Ortu
Namun, langkah penonaktifan sementara ini dinilai banyak pihak sebagai "obat penenang" yang belum menyentuh akar masalah.
Kritik pedas mulai bermunculan mempertanyakan apakah mekanisme internal kampus mampu menangani kasus yang diduga mengandung unsur pidana serius ini secara adil dan transparan.
Banyak yang khawatir, penyelesaian di balik pintu tertutup hanya akan menjadi upaya penyelamatan citra institusi ketimbang penegakan keadilan bagi korban.
Harapan para korban pun terdengar lantang melalui suara rekan mereka. Achmad Kafi, mahasiswa yang mendampingi para korban, menegaskan bahwa penonaktifan sementara bukanlah tujuan akhir.
“Harapannya pelaku dinonaktifkan secara permanen, sehingga tidak lagi memiliki akses mengajar di lingkungan kampus,” tegas Kafi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Kisah Inspiratif Mila Arlinda Ubah Stigma Peternakan, Dari 5 Ekor Domba Jadi Omzet Ratusan Juta
-
Ricuh Demo Grahadi Surabaya, Massa Berhoodie dan Bermasker Diduga Jadi Pemicu Kerusuhan
-
Khofifah Apresiasi BBIB Singosari atas Keberhasilan Produksi Semen Beku Sapi Wagyu dan Belgian Blue
-
Misteri Pria Ber-sweater Hitam: Jasad Tanpa Identitas Mengambang di Arus Dam Rolak 9 Mojokerto
-
Misteri Kematian ASN Bangkalan di Bandara Juanda: Sosok Pria Bermasker Jadi Sorotan