- Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di SDN Tegalrejo 1, Kabupaten Blitar, mengancam fasilitas vital ruang belajar siswa.
- Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar meminta penundaan proyek karena tidak adanya bangunan alternatif bagi aktivitas sekolah yang terdampak.
- Agus Santoso merekomendasikan kajian ulang agar proyek koperasi tidak dilaksanakan pada tahap pertama demi menjaga kelangsungan pendidikan siswa.
SuaraJatim.id - Di balik riuhnya ambisi pembangunan ekonomi desa, terselip sebuah kekhawatiran yang mendalam di SDN Tegalrejo 1, Kabupaten Blitar.
Sekolah yang selama ini menjadi kawah candradimuka bagi 106 siswa tersebut kini berada di titik nadir. Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mengancam akan "menggusur" sejumlah fasilitas vital sekolah demi tegaknya bangunan komersial.
Bukan sekadar dinding tua yang terancam, melainkan denyut nadi pendidikan. Ruang guru, kantor kepala sekolah, laboratorium, hingga musala masuk dalam daftar area yang bakal terdampak proyek tersebut.
Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tak tinggal diam. Sang nakhoda, Agus Santoso, dengan tegas meminta proyek tersebut ditunda. Baginya, sekolah bukan sekadar aset di atas kertas, melainkan ruang aktif yang tak tergantikan.
"Aset tersebut masih sangat dibutuhkan untuk proses pembelajaran. Kita harus melihat fakta bahwa aktivitas pendidikan masih berjalan di sana," ujar Agus, Jumat (8/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Meski lahan tersebut secara administratif berstatus aset desa, namun mengalihfungsikannya menjadi gedung koperasi di saat sekolah masih bernapas di atasnya dinilai sebagai langkah yang tidak bijak.
Polemik di Tegalrejo ternyata lebih pelik dibanding kasus serupa yang pernah terjadi di wilayah Tlogo. Di Tlogo, masih ada "napas buatan" berupa bangunan alternatif untuk memindahkan aktivitas yang terdampak. Namun di Tegalrejo, situasinya buntu.
"Di Tegalrejo, berdasarkan pengamatan kami, alternatif lahan atau bangunan itu tidak ada. Risikonya jauh lebih besar di sini," jelas Agus.
Jika proyek seluas 20 x 30 meter itu tetap dipaksakan berdiri sekarang, sekolah akan lumpuh seketika.
Baca Juga: Tolak Rekrutmen Manajer KDMP: Protes Massal Pengurus Koperasi Desa Merah Putih ke DPRD Blitar
Dinas Pendidikan telah merekomendasikan agar pembangunan KDMP tidak dimasukkan dalam tahap pertama. Harapannya sederhana agar pemerintah daerah harus melakukan kajian ulang.
Pembangunan ekonomi melalui koperasi memang penting, namun mencerdaskan kehidupan bangsa adalah amanat konstitusi yang tidak bisa ditawar.
"Harapan kami, untuk pembangunan KDMP di Desa Tegalrejo tidak dilaksanakan di tahap pertama ini. Nanti bisa di tahap kedua dengan spesifikasi berbeda atau di lokasi yang tidak mengganggu tempat pendidikan," tambah Agus.
Berita Terkait
-
Tolak Rekrutmen Manajer KDMP: Protes Massal Pengurus Koperasi Desa Merah Putih ke DPRD Blitar
-
PGRI Jatim Murka, Lahan SD Aktif di Blitar Mau Digusur Demi KDMP
-
Perahu Penyeberangan Sungai Brantas Blitar Kini Diincar Retribusi Daerah
-
Cinta Kandas, Rumah Pun Musnah: Mantan Pasutri di Blitar Pilih Robohkan Aset Ratusan Juta
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Pestapora 2026 Makin Asyik Bareng BRImo, Intip Program Spesialnya
-
Bukan Cuma Soal Keracunan MBG, Chef SPPG di Surabaya Malah Gelapkan 8 Jerigen Minyak Bekas
-
Rekomendasi Laptop Bisnis Murah untuk UMKM: Hemat Anggaran, Performa Andal
-
Dituding Adang Ambulans Pembawa Jenazah di Surabaya, Satpol PP Buka Suara: Kaca Spionnya Terlipat!
-
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Rp6,71 T