- Mantan pasangan suami istri di Desa Sambigede, Blitar, merobohkan rumah permanen mereka pada Selasa, 28 April 2026.
- Keputusan ekstrem tersebut diambil karena terjadi perselisihan sengit terkait pembagian aset harta gono-gini pasca perceraian.
- Kedua belah pihak sepakat menghancurkan bangunan menggunakan alat berat setelah gagal mencapai kesepakatan pembagian properti tersebut.
SuaraJatim.id - Suara deru mesin alat berat memecah kesunyian di Dusun Paldoyong, Desa Sambigede, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar Selasa (28/4/2026) siang.
Namun, ini bukan proyek pembangunan jalan atau penggusuran lahan oleh pemerintah. Di balik debu yang membubung dan runtuhnya dinding-dinding bata permanen itu, terselip sebuah drama kemanusiaan tentang akhir pahit dari sebuah mahligai rumah tangga.
Sebuah rumah permanen yang ditaksir bernilai ratusan juta rupiah harus pasrah diratakan dengan tanah. Bukan karena bencana, melainkan karena "kesepakatan maut" antara dua orang yang pernah berjanji sehidup semati, S dan P.
Kisah pilu ini bermula dari palu hakim yang meresmikan perceraian mereka pada tahun 2025 lalu. Namun, urusan hati ternyata tak sesederhana urusan aset.
Sengketa harta gono-gini menjadi babak baru yang lebih menguras energi. Ada dua bidang tanah dan satu rumah yang menjadi objek perselisihan.
Satu bidang tanah sebenarnya telah berhasil terjual senilai Rp140 juta, dan hasilnya pun dibagi dua secara adil. Namun, petaka muncul ketika mereka membahas nasib bidang tanah kedua yang di atasnya berdiri sebuah rumah kokoh. Di sinilah, ego dan logika berbenturan hingga menemui jalan buntu (deadlock).
"Kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan terkait rumah tersebut," jelas Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saeful Muheni, Sabtu (2/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Tidak ada yang mau mengalah, tidak ada yang sanggup membeli bagian pihak lainnya, dan tidak ada kesepakatan untuk menjualnya ke pihak ketiga.
Di hadapan Kepala Desa dan aparat setempat, sebuah keputusan ekstrem akhirnya diambil. Daripada rumah tersebut menjadi sumber konflik berkepanjangan di masa depan, atau ada pihak yang merasa dirugikan jika dimiliki salah satu saja, S dan P sepakat untuk melenyapkan fisik bangunan itu dari muka bumi.
Baca Juga: Hanya Sekejap Mata: Tragedi di Balik Jatuhnya Si Kecil AZ dari Balkon RS Hermina Madiun
Langkah ini dianggap sebagai "keadilan terakhir", meski harus dibayar mahal dengan hilangnya aset yang seharusnya bisa menjadi warisan berharga. Dengan satu instruksi, ekskavator pun bergerak menghujam atap dan dinding, mengubah bangunan kebanggaan itu menjadi tumpukan puing dalam hitungan jam.
Rekaman detik-detik robohnya rumah tersebut seketika meledak di media sosial. Netizen pun terbelah. Banyak yang menyayangkan mengapa amarah dan gengsi harus mengorbankan sesuatu yang begitu bernilai.
"Sangat disayangkan, padahal nilainya ratusan juta. Kenapa tidak diserahkan ke anak atau diwakafkan saja kalau memang tidak ketemu titik temunya?" tulis seorang warganet di kolom komentar.
Berita Terkait
-
Hanya Sekejap Mata: Tragedi di Balik Jatuhnya Si Kecil AZ dari Balkon RS Hermina Madiun
-
Sindiran untuk Pemerintah: Sopir Truk dan Petani di Blitar Patungan Jutaan Rupiah Demi Tambal Jalan
-
May Day Kelabu di Blitar: Saat Keringat Puluhan Tahun Eks Buruh Pabrik Rokok Hanya Berbalas Janji
-
Tiga Napi Tipikor di Lapas Blitar Patungan Rp180 Juta Demi Kamar Mewah: Sipir Jadi Makelar
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa
-
Teror Cicilan Pinjol, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal Usai Pamit ke Kekasih
-
BRI Ukir Prestasi di Industri Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Modus Licik Ban Serep Terbongkar! Sabu 5,4 Kg Jaringan JakartaLombok Disergap di Surabaya
-
Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura