- Warga Kecamatan Wonotirto, Blitar, memperbaiki jalan rusak sepanjang 15 kilometer secara swadaya pada Jumat, 1 Mei 2026.
- Para sopir truk dan petani tebu mengumpulkan dana pribadi untuk membeli material guna menambal lubang jalan berbahaya.
- Aksi gotong royong ini dilakukan untuk memulihkan akses ekonomi dan pariwisata karena penanganan pemerintah dirasa sangat lambat.
SuaraJatim.id - Aspal yang terkelupas dan lubang menganga sedalam kubangan kerbau telah menjadi pemandangan sehari-hari di jalur utama Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.
Bagi warga setempat, jalan sepanjang 15 kilometer yang menghubungkan Desa Gunung Gede menuju destinasi wisata Pantai Tambakrejo ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi ekonomi yang sudah terlalu lama "sakit" tanpa obat yang memadai.
Namun, Jumat (1/5/2026) menjadi saksi bisu sebuah aksi luar biasa. Tak ada orasi bising atau spanduk protes yang menutup jalan. Yang terdengar justru deru mesin pengaduk semen dan sorak-sorai gotong royong.
Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Truk dan Paguyuban Petani Tebu Blitar Selatan memutuskan untuk mengambil alih tugas yang seharusnya diemban negara yakni memperbaiki jalan secara swadaya.
Inisiatif ini lahir dari rasa jengah yang memuncak. Bayangkan saja, para sopir truk dan petani tebu ini rela merogoh kocek pribadi mereka.
Nilainya tidak main-main untuk ukuran pekerja harian mulai dari Rp150 ribu hingga Rp450 ribu per orang dikumpulkan demi membeli material penambal jalan.
Uang hasil keringat itu mereka belanjakan untuk material guna menutup "lubang maut" yang selama bertahun-tahun merusak armada mereka dan mengancam nyawa setiap kali melintas.
"Ini murni inisiatif warga. Kami sepakat menggalang dana karena kalau menunggu penanganan pemerintah dirasa terlalu lama. Sementara itu, lubang jalan makin parah dan membahayakan keselamatan," ujar Rofi, salah satu tokoh masyarakat setempat dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Aksi heroik ini digerakkan oleh koordinasi apik antara Ketua Paguyuban Sopir Truk, Yudi, dan Ketua Paguyuban Petani Tebu, Mianto. Bagi mereka, membiarkan jalan rusak sama saja dengan membiarkan ekonomi warga mati perlahan.
Baca Juga: May Day Kelabu di Blitar: Saat Keringat Puluhan Tahun Eks Buruh Pabrik Rokok Hanya Berbalas Janji
Biaya operasional armada pengangkut tebu membengkak karena kerusakan mesin, sementara distribusi logistik dan akses pariwisata menjadi tersendat.
“Kami tidak bermaksud membangkang atau merasa tidak butuh pemerintah. Namun, ini adalah solusi cepat. Jalan ini urat nadi ekonomi kami. Kalau lumpuh, warga sendiri yang susah,” tambah Rofi.
Berita Terkait
-
May Day Kelabu di Blitar: Saat Keringat Puluhan Tahun Eks Buruh Pabrik Rokok Hanya Berbalas Janji
-
Tiga Napi Tipikor di Lapas Blitar Patungan Rp180 Juta Demi Kamar Mewah: Sipir Jadi Makelar
-
Napi Korupsi 'Nyanyi', Pejabat Lapas Blitar Terseret Pusaran Jual Beli Sel Senilai Rp60 Juta
-
Detik-Detik KA Dhoho Hantam Truk Mogok di Blitar, Sopir Lolos dari Maut
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Viral Dugaan Plagiarisme di FKG Unair, Dokter Gigi Spesialis Terancam Hukuman
-
Lautan Manusia di Cemoro Sewu: Ritual Malam 1 Suro di Puncak Gunung Lawu
-
Pemprov Jatim Tegaskan Pembagian Kupon Jalan Sehat Telah Sesuai Prosedur Panitia
-
BRI Siapkan Reward Emas untuk BRILink Agen dengan Target 10-50 Nasabah
-
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antarkan Siswa Boarding School Masuk Perguruan Tinggi