- Polrestabes Surabaya menangkap 14 tersangka sindikat joki SNBT yang melibatkan tiga dokter aktif dalam praktik kecurangan tersebut.
- Sindikat ini telah beroperasi sejak 2017 dan melayani 150 klien dengan tarif hingga Rp700 juta per kursi.
- Penangkapan bermula di Unesa pada 21 April 2026 setelah pengawas menemukan peserta yang menggunakan dokumen kependudukan palsu.
SuaraJatim.id - Di balik ketatnya persaingan memperebutkan kursi perguruan tinggi negeri (PTN), sebuah gurita sindikat "jalan pintas" telah berakar selama hampir satu dekade.
Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Pepatah ini menggambarkan runtuhnya jaringan joki Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang berbasis di Surabaya.
Kasus ini bukan sekadar kecurangan biasa. Polrestabes Surabaya berhasil menggulung 14 tersangka yang bekerja secara profesional, terstruktur, dan yang paling mengejutkan melibatkan tiga orang dokter aktif.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, mengungkap tiga dokter yang terlibat berinisial BPH (29), DP (46), dan MI (31). Ketiganya adalah dokter yang berpraktik di Sumenep, Sidoarjo, dan Pacitan.
Drama penangkapan ini bermula di ruang ujian Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 21 April 2026. Seorang peserta berinisial HER tampak begitu tenang mengerjakan soal-soal sulit.
Bahkan, ia mampu menyelesaikan ujian jauh lebih cepat dibanding peserta lainnya dengan estimasi skor menembus angka 700, sebuah nilai "dewa" yang sulit dicapai secara organik.
Namun, ketenangan itu runtuh saat pengawas ujian mulai merasa curiga. Hasil verifikasi data menunjukkan kejanggalan fatal. Wajah peserta di ruang ujian identik dengan foto peserta tahun sebelumnya, namun dengan identitas yang berbeda.
"Hasil konfirmasi ke sekolah menunjukkan identitasnya benar, tetapi foto yang digunakan bukan milik pemilik data sebenarnya," jelas Kombes Luthfie.
HER hanyalah pion di lapangan, seorang joki yang menyamar menggunakan dokumen kependudukan palsu.
Baca Juga: Strategi Blusukan Desa di Jatim Manjur! Indosat Panen 14,4 Juta Pelanggan
Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa sindikat ini telah beroperasi sejak 2017. Sang otak utama, berinisial K, diduga telah melayani sedikitnya 150 klien dalam kurun waktu sembilan tahun.
Skala operasinya pun masif, menjangkau kampus-kampus di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Kalimantan.
Untuk bisa menikmati jasa "jalur belakang" ini, orang tua calon mahasiswa harus merogoh kocek sangat dalam. Tarif yang dipatok berkisar antara Rp500 juta hingga Rp700 juta per kursi, terutama untuk fakultas bergengsi seperti Kedokteran.
Uang haram tersebut kemudian dibagi-bagi ke dalam berbagai klaster. Pertama adalah klaster penerima dan pemberi order sebagai penghubung antara wali murid dan sindikat.
Lalu joki lapangan yaitu para "otak encer" yang dibayar Rp20 juta hingga Rp75 juta untuk sekali ujian. Klaster terakhit adalah pembuat Dokumen spesialis pemalsu KTP dan dokumen kependudukan agar joki bisa lolos verifikasi fisik.
Meski sindikat ini beroperasi sangat rapi dan melibatkan joki yang mampu menyusup ke ruang ujian, kepolisian menegaskan bahwa sejauh ini belum ditemukan keterlibatan orang dalam dari pihak kampus.
Berita Terkait
-
Strategi Blusukan Desa di Jatim Manjur! Indosat Panen 14,4 Juta Pelanggan
-
Gubernur Khofifah Tinjau Bedah Rumah Tenaga Keamanan SMAN 2 Surabaya, Peduli Insan Pendidikan
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Ironi di Balik Melesatnya Ekonomi Jatim: Sektor Pertanian Berjaya, Pengangguran Sarjana Tertinggi
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Bukan Mahasiswa! Perusuh Demo Grahadi Ternyata Kuli Hingga Jukir, 6 Orang Positif Sabu
-
Misteri Video di Alun-alun Batu: Siapa Sosok yang Menemani Hari-Hari Terakhir Pejabat Bangkalan?
-
Nyawa di Ujung Gunting: Drama Ibu Muda di Tuban Lolos dari Sekapan Perampok Bertopeng
-
BRI Apresiasi Kepercayaan Pemerintah, Likuiditas Menguat untuk Dukung UMKM dan Sektor Riil
-
Dukung WCU dan SDGs 4, Dosen-Mahasiswa UM Ciptakan Aplikasi SIGMA untuk Asah Counting Skills Siswa