- BPS mencatat ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen dengan PDRB mencapai Rp888,44 triliun pada Triwulan I-2026.
- Sektor pertanian menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar di Jawa Timur.
- Tingkat pengangguran lulusan universitas mencapai 6,04 persen akibat ketidakselarasan kompetensi dengan kebutuhan pasar kerja lokal saat ini.
SuaraJatim.id - Provinsi Jawa Timur menunjukkan taji ekonominya di awal tahun 2026. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur pada Triwulan I-2026 menembus angka fantastis Rp888,44 triliun. Secara tahunan (year-on-year), ekonomi Jatim tercatat tumbuh impresif sebesar 5,96 persen.
Namun, di balik angka-angka pertumbuhan yang mengilap tersebut, terselip sebuah paradoks yang memprihatinkan di sektor ketenagakerjaan. Lulusan perguruan tinggi justru menjadi penyumbang pengangguran terbesar.
Pertumbuhan ekonomi Jatim pada awal tahun ini banyak dipicu oleh sektor hijau. Secara kuartalan (q-to-q), sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan melonjak drastis hingga 15,85 persen.
Hal ini menjadikan lapangan usaha tersebut sebagai penyerap tenaga kerja terbesar dengan total 7,70 juta orang atau sekitar 31,76 persen dari total pekerja di Jawa Timur.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat lonjakan paling signifikan sebesar 20,33 persen secara tahunan, disusul oleh sektor Jasa Lainnya yang tumbuh 13,44 persen.
Meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur secara umum turun tipis ke angka 3,55 persen pada Februari 2026, kualitas penyerapan tenaga kerja menjadi catatan merah.
Plt. Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa lulusan universitas mencatat tingkat pengangguran tertinggi, yakni mencapai 6,04 persen.
"Ini menjadi perhatian serius karena lulusan pendidikan tinggi masih mendominasi angka pengangguran di Jawa Timur," ujar Herum saat rilis pers di Kantor BPS Jatim, Selasa (5/5/2026).
Fenomena ini mengindikasikan adanya ketidakselarasan (mismatch) antara kompetensi lulusan universitas dengan kebutuhan pasar kerja di Jawa Timur yang saat ini masih didominasi oleh sektor industri pengolahan (kontribusi 31,45% terhadap PDRB) dan pertanian.
Baca Juga: Hardiknas, Gubernur Khofifah Luncurkan 40 Sekolah, Terima Rekor MURI & Hak Cipta Lagu "Jatim Cerdas"
Tantangan lain yang muncul adalah penurunan proporsi pekerja di sektor formal. Per Februari 2026, jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal menyusut menjadi 35,56 persen (turun 0,53 persen poin).
Sebaliknya, jumlah pekerja paruh waktu justru mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa lapangan kerja stabil dengan jaminan sosial yang kuat semakin sulit diakses oleh masyarakat.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
Hardiknas, Gubernur Khofifah Luncurkan 40 Sekolah, Terima Rekor MURI & Hak Cipta Lagu "Jatim Cerdas"
-
Rp3 Miliar Menguap: Kejari Jember Naikkan Status Korupsi Bank Jatim Kalisat ke Penyidikan
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026
-
Momentum Hari Kartini, Gubernur Khofifah Bagikan BBM Gratis & Sembako untuk Ojol Perempuan di Malang
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Gamelan Disita, Seniman Terusir: Pemkot Surabaya Segel Sekretariat DKS
-
Ironi di Balik Melesatnya Ekonomi Jatim: Sektor Pertanian Berjaya, Pengangguran Sarjana Tertinggi
-
Komplotan Pembalak Jati di Banyuwangi Digerebek, 5 Orang Kabur ke Dalam Rimba
-
Hardiknas, Gubernur Khofifah Luncurkan 40 Sekolah, Terima Rekor MURI & Hak Cipta Lagu "Jatim Cerdas"