- Kejaksaan Negeri Jember menaikkan status penyidikan dugaan korupsi di Bank Jatim Cabang Pembantu Kalisat pada April 2026.
- Praktik culas yang terjadi selama periode 2023 hingga 2025 tersebut menyebabkan kerugian negara sebesar hampir tiga miliar rupiah.
- Pihak kejaksaan sedang memproses penghitungan kerugian negara dan menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi kunci pada awal Mei 2026.
SuaraJatim.id - Kabar tak sedap kembali menerpa dunia perbankan di Jawa Timur. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Bank Jatim Cabang Pembantu (Capem) Kalisat, Jember.
Aroma dugaan praktik culas yang telah berlangsung selama kurun waktu 2023 hingga 2025 akhirnya masuk ke babak baru yang lebih serius bernama penyidikan.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember tidak main-main. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan awal, korps berbaju cokelat tersebut resmi menaikkan status penanganan perkara ini.
Surat Perintah Penyidikan bernomor Print-602/M.5.12/Fd.2/04/2026 yang ditandatangani pada 29 April 2026 menjadi sinyal kuat bahwa ada "ikan besar" yang sedang dibidik.
Bukan angka yang sedikit untuk ukuran kantor cabang pembantu. Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh Tim Pemeriksa Bank Jatim Cabang Jember, kerugian negara akibat dugaan korupsi ini diperkirakan mencapai hampir Rp3 miliar.
Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Yadyn, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah strategis untuk memperkuat alat bukti, terutama terkait besaran kerugian finansial yang ditimbulkan.
"Kami telah melayangkan surat permohonan perhitungan kerugian negara secara resmi yang ditujukan kepada Kantor Perwakilan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) Jawa Timur," tegas Yadyn dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Meski status perkara sudah naik ke tahap penyidikan, jaksa masih merahasiakan siapa saja aktor intelektual di balik "hilangnya" uang miliaran rupiah tersebut. Namun, teka-teki itu nampaknya akan mulai terkuak dalam waktu dekat.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jember, Ivan Praditya Putra, sudah menjadwalkan pemeriksaan bagi sejumlah saksi kunci.
Baca Juga: Tiga Napi Tipikor di Lapas Blitar Patungan Rp180 Juta Demi Kamar Mewah: Sipir Jadi Makelar
Pada Senin dan Selasa, 4-5 Mei 2026, sejumlah orang akan dipanggil menghadap penyidik di Kantor Kejari Jember untuk memberikan keterangan di bawah sumpah.
Berita Terkait
-
Tiga Napi Tipikor di Lapas Blitar Patungan Rp180 Juta Demi Kamar Mewah: Sipir Jadi Makelar
-
Permainan Licin Pokmas Boneka: Siasat Ketua DPRD Magetan cs Manipulasi Dana Pokir Ratusan Miliar
-
9 Pegawai ESDM Jatim Kembalikan Uang Pungli yang Menjadi Bonus Bulanan ke Kejati
-
Skandal Dana Aspirasi: Ketua DPRD Magetan Ditahan Terjerat Korupsi Rp 242 Miliar
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan
-
Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus
-
Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek
-
Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut
-
Terbongkar! Kelangkaan BBM di Jatim Ternyata Ulah Mafia: Negara Boncos Rp35 M, Pelaku Dijerat TPPU