- Seorang pengajar mengaji berinisial MZ melakukan pelecehan seksual terhadap tujuh santri laki-laki di kawasan Genteng Kali, Surabaya.
- Tindakan asusila tersebut dilakukan tersangka selama periode tahun 2025 hingga April 2026 saat para korban sedang menginap.
- Kepolisian telah menangkap tersangka MZ dan bekerja sama dengan DP3A untuk memberikan pendampingan psikologis bagi para korban.
SuaraJatim.id - Seharusnya, sebuah yayasan pendidikan keagamaan menjadi pelabuhan paling aman bagi anak-anak untuk menimba ilmu dan mempertebal iman.
Namun, di sebuah sudut kawasan Jalan Genteng Kali, Surabaya, tembok-tembok bangunan yang biasanya menggandakan suara lantunan ayat suci itu justru menyimpan rahasia kelam yang menyayat hati.
Tujuh anak laki-laki, berusia antara 10 hingga 15 tahun, terpaksa menelan pahitnya dikhianati oleh sosok yang seharusnya mereka teladani.
MZ (22), seorang mahasiswa sekaligus pengajar mengaji yang dipercaya mendidik mereka, kini harus mendekam di balik jeruji besi setelah aksi bejatnya terbongkar.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, mengungkapkan bahwa aksi predator ini dilakukan secara terencana dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni sejak tahun 2025 hingga April 2026.
"Korban ada tujuh orang santri laki-laki. Mereka adalah anak-anak yang menaruh kepercayaan besar pada tempat ini," ujar Luthfie di markas Polrestabes Surabaya, Jumat (8/5/2026).
Tragedi ini terjadi di bawah bayang-bayang akhir pekan. Para korban bukanlah santri yang menetap penuh, melainkan anak-anak yang hanya menginap setiap Jumat malam hingga Minggu untuk memperdalam ilmu agama.
Di saat anak-anak lain menikmati waktu istirahat di rumah, para korban justru terjebak dalam skenario jahat sang guru.
Modusnya klasik namun mematikan. Tersangka MZ diduga memanfaatkan kesunyian malam saat para santri terlelap. Dengan langkah senyap, ia menyelinap masuk ke kamar-kamar tempat para bocah ini beristirahat. Di sanalah, di bawah gelapnya malam, MZ melancarkan aksi tidak senonoh demi memuaskan nafsu pribadinya.
Baca Juga: Dijual Rp400 Juta: Horor Penyekapan Warga Jepang di Markas Scamming Surabaya
"Anak-anak ini tidak berdaya. Sebagian bahkan tahu apa yang menimpa rekannya, namun mereka memilih diam karena dicekam ketakutan yang luar biasa," tutur Luthfie.
Kejahatan yang tersembunyi rapat itu akhirnya runtuh berkat keberanian satu orang korban. Laporan pertama yang masuk ke kepolisian bak pembuka kotak pandora.
Satu per satu korban lainnya mulai berani bicara, menceritakan trauma serupa yang mereka pendam dalam-dalam selama berbulan-bulan.
Tak butuh waktu lama bagi korps berseragam cokelat untuk bertindak. Pada Sabtu (16/4/2026), tim kepolisian meringkus MZ di kawasan Genteng Kali.
Pakaian milik korban disita sebagai bukti bisu atas peristiwa yang merenggut masa kecil mereka. Kepada penyidik, sang guru ngaji tak lagi bisa mengelak dan mengakui semua perbuatannya.
Kini, fokus utama bukan hanya pada proses hukum. Luka fisik mungkin tak tampak, namun luka psikologis yang dialami tujuh bocah ini menjadi perhatian serius.
Berita Terkait
-
Dijual Rp400 Juta: Horor Penyekapan Warga Jepang di Markas Scamming Surabaya
-
Teka-teki Kerangka Manusia Mengering di Area Tambak Surabaya
-
Drama Penyekapan Lansia di Surabaya: Uang Rp2 Miliar Dikuras Kekasih Anaknya Sendiri
-
Sembilan Tahun Sembunyi, Jejak Sang Penipu Mebel Terhenti di Kapas Krampung Surabaya
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
PDIP Tergusur Gerindra? Dari Kamar Indekos Bung Karno, Hasto Kirim Pesan Menohok
-
Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas
-
Kemenhut Berhasil Padamkan Kebakaran 30 Hektare di Gunung Rinjani
-
Ruko Fotokopi di Ponorogo Rata dengan Tanah Usai Perselingkuhan Terbongkar
-
Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD