- Polrestabes Surabaya mengungkap sindikat scamming internasional dan mengamankan 44 tersangka warga negara asing serta Indonesia pada Mei 2026.
- Sindikat ini merekrut dua warga Jepang melalui media sosial untuk dipaksa bekerja sebagai operator penipuan online di Surabaya.
- Para korban disekap dan diancam di beberapa lokasi berbeda sebagai bagian dari operasi kejahatan lintas negara yang terorganisir.
SuaraJatim.id - Kasus dugaan penculikan dan penyekapan dua warga negara Jepang di Surabaya membuka tabir jaringan scamming internasional lintas negara yang beroperasi di Indonesia.
Dalam pengungkapan besar ini, Polrestabes Surabaya mengamankan total 44 warga negara asing dan WNI yang diduga terlibat dalam sindikat penipuan online internasional.
Kasus ini bermula dari laporan staf Konsulat Jepang di Surabaya terkait hilangnya dua warga negara Jepang yang diduga disekap di Surabaya.
Dari laporan tersebut, polisi bergerak melakukan penyelidikan hingga menemukan kedua korban di sebuah rumah kontrakan di Jalan Dharma Husada Permai VII Blok N-318 Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengungkapkan, selain menemukan dua korban, polisi juga mendapati barang-barang yang diduga digunakan untuk praktik penipuan online atau scamming.
“Di lokasi itu juga ditemukan tiga warga negara China, empat warga negara Jepang lainnya, dan dua WNI yang kemudian kami lakukan penangkapan dan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Luthfie dalam press release, Jumat (8/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan, rumah tersebut diketahui telah dikontrak sejak dua tahun lalu oleh tersangka berinisial E, warga negara Indonesia.
Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan dan menemukan adanya lokasi kedua di Jalan Embong Kenongo Nomor 24 Surabaya yang diduga menjadi markas operasi sindikat.
Menurut polisi, lokasi kedua itu sebelumnya dihuni dan digunakan sebagai pusat operasi scamming oleh 32 warga negara China. Namun saat penggerebekan lokasi pertama terjadi, para pelaku berpencar dan berpindah ke enam hotel di Surabaya.
Baca Juga: Teka-teki Kerangka Manusia Mengering di Area Tambak Surabaya
“Salah satunya di Hotel M berhasil diamankan enam warga negara Jepang yang dikendalikan warga negara China,” ujar Luthfie.
Penyelidikan terus berkembang. Polisi kemudian bergerak ke Kaza Mall Surabaya dan mengamankan 19 orang terdiri dari 17 warga negara China dan dua warga negara Taiwan.
Tak berhenti di situ, polisi kembali menemukan dugaan lokasi ketiga di Jalan Raya Dharma Permai I Nomor 79 Surabaya.
Meski lokasi sudah kosong, polisi berhasil memburu salah satu pengelola lokasi tersebut berinisial J, warga negara China, di rest area wilayah Semarang.
“Bersama yang bersangkutan juga diamankan enam warga negara China lainnya,” tambahnya.
Pengembangan berikutnya mengarah ke Solo hingga Bali. Di Bali, polisi kembali menangkap lima warga negara Taiwan dan enam warga negara China yang diduga masih satu jaringan.
Berita Terkait
-
Teka-teki Kerangka Manusia Mengering di Area Tambak Surabaya
-
Drama Penyekapan Lansia di Surabaya: Uang Rp2 Miliar Dikuras Kekasih Anaknya Sendiri
-
Sembilan Tahun Sembunyi, Jejak Sang Penipu Mebel Terhenti di Kapas Krampung Surabaya
-
Mimpi ke Disneyland Jepang Sirna: Warga Surabaya Kena Tipu Travel Rugi Rp500 Juta
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
KADIN Surabaya Geram Listrik Byar Pet Sudah 2 Minggu: UMKM Rugi Besar
-
Bayang-Bayang Badai PHK Massal Menghantui Raksasa Otomotif di Mojokerto, Apa Kata Disnaker?
-
Munas dan Konbes NU di Ponpes Al-Falah Ploso Berlangsung Tegang, Aksi Saling Dorong Terjadi
-
Dosen Unair Ikut Demo Bersama Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur
-
RSUD Dr Soetomo Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan