- Lima mahasiswi UNU Blitar melaporkan tindakan pelecehan fisik dan verbal yang dilakukan oknum dosen saat jam kuliah berlangsung.
- Aturan larangan membawa ponsel di kelas menyulitkan para korban untuk mengumpulkan bukti rekaman aksi kebejatan sang dosen.
- Pihak universitas sedang melakukan proses penyelidikan resmi terhadap oknum dosen yang merupakan residivis dalam kasus pelecehan serupa.
SuaraJatim.id - Sejumlah mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh dosen mereka sendiri.
Skandal memilukan ini mencuat setelah satu per satu mahasiswi memberanikan diri membongkar tabir pelecehan yang diduga dilakukan oleh oknum dosen mereka sendiri.
Aksi tidak senonoh itu terjadi tepat di bawah hidung institusi pendidikan, dilakukan di tengah-tengah jam mata kuliah berlangsung.
Bukan hanya sekadar ucapan verbal yang merendahkan martabat, sang oknum dosen diduga berani melakukan tindakan fisik yang melampaui batas, mulai dari memeluk hingga meraba bagian tubuh tertentu milik mahasiswinya.
Salah satu hal yang membuat kasus ini begitu sulit terungkap di awal adalah aturan ketat di dalam kelas. Mahasiswi dilarang membawa ponsel saat jam pelajaran berlangsung.
Di satu sisi, aturan ini bertujuan untuk menjaga fokus belajar, namun di sisi lain, aturan ini justru menjadi senjata bagi pelaku. Tanpa ponsel, para mahasiswi tak memiliki alat untuk merekam bukti kebejatan sang dosen.
"Semua tindakan itu dilakukan saat jam pelajaran di ruang kuliah. Mereka tidak bisa merekam karena ada larangan membawa ponsel," ungkap Ahmad Kafi, Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNU Blitar, Sabtu (9/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Kafi menjelaskan, keberanian satu korban untuk melapor ternyata menjadi pembuka kotak pandora.
"Setelah satu korban berani bicara, ternyata setelah diselidiki lagi ada empat korban lain yang mengalami perlakuan serupa," tambahnya. Total, lima mahasiswi kini berdiri bersama menuntut keadilan.
Baca Juga: 7 Santri di Surabaya Jadi Korban Bejat Guru Ngaji
Fakta yang lebih mengejutkan adalah latar belakang sang oknum dosen. Rupanya, aroma busuk pelecehan ini bukan kali pertama terendus. Kabar beredar menyebutkan bahwa oknum tersebut merupakan "residivis" dalam kasus serupa.
Ia dikabarkan pernah dijatuhi sanksi hingga tidak diperkenankan mengajar (dinolkan SKS mengajarnya). Namun, entah bagaimana mekanismenya, sang dosen diizinkan kembali masuk ke ruang kelas, yang kemudian justru menjadi panggung bagi dirinya untuk mengulang aksi predatornya.
"Dulu sempat dinolkan SKS-nya karena kasus serupa, tapi setelah mengajar kembali, ternyata kelakuannya masih sama," tegas Kafi.
Merespons kegaduhan ini, pihak universitas tidak bisa lagi berdiam diri. Wakil Rektor III UNU Blitar, Ardhi Sanwidi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dan tengah melakukan langkah-langkah prosedural.
"Saat ini masih proses penyelidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku di universitas," ujar Ardhi singkat saat dikonfirmasi mengenai nasib oknum dosen tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mau Ajukan Kartu Kredit Online? Kenali 4 Pilihan Kartu Kredit Bank Mega dan Keunggulannya
-
Didesak Mahasiswa, Dua Universitas di Jember Ogah Tanda Tangan Penolakan SPPG di Kampus
-
Jebol di Siang Bolong: Tahanan Narkoba Rutan Bangil Kabur Lompat Tembok
-
Teka-teki Mayat Wanita di Mobil Bandara Juanda Terkuak: Ternyata Pejabat di Pemkab Bangkalan
-
Nestapa Peternak Ayam Petelur di Magetan: Pakan Mencekik, Hasil Ternak Jadi Pajangan Gudang