- Siswa usia sebelas tahun bernama SA dirawat di RSUD dr. Soedomo Trenggalek akibat keracunan makanan.
- Korban mengalami dehidrasi berat, diare, serta muntah setelah menyantap menu dari Program Makan Bergizi Gratis.
- Ketua DPRD Trenggalek menyatakan kondisi korban kini telah membaik sementara tim medis mendalami penyebab infeksi.
SuaraJatim.id - SA, seorang siswa berusia 11 tahun di Trenggalek, harus melewati hari-harinya di atas ranjang RSUD dr. Soedomo dengan jarum infus yang menancap di lengan.
Ia menjadi salah satu korban keracunan dari insiden memilukan pasca-menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi SA saat pertama kali tiba di rumah sakit sangat memprihatinkan. Tubuhnya lunglai, suhu badannya memanas, dan ia didera dehidrasi hebat.
Dalam waktu singkat, bocah ini harus bolak-balik ke kamar mandi hingga lebih dari 10 kali akibat diare, sementara perutnya terus menolak makanan dengan muntah sebanyak tujuh kali.
"Anaknya lemas sekali. Kami harus segera memberikan terapi cairan untuk rehidrasi," ungkap dr. Riza Maulina, Spesialis Anak RSUD dr. Soedomo, Jumat (14/8/2026). Diagnosis sementara Gastroenteritis Akut.
Kisah SA ternyata bukan kasus tunggal. Di balik dinding sekolah-sekolah lain di Trenggalek, laporan serupa bermunculan.
Sejumlah siswa mengeluhkan gejala yang identik, mual, pusing, dan gangguan pencernaan, setelah mengonsumsi paket makanan yang seharusnya menguatkan mereka.
Meski kondisi SA kini mulai stabil dan nafsu makannya kembali tumbuh, teka-teki tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam kotak makan tersebut masih belum terjawab.
Hasil laboratorium menunjukkan adanya lonjakan sel darah putih, sebuah sinyal bahwa tubuh sang bocah sedang mati-matian melawan infeksi. Namun, bakteri jahat apa yang menjadi biang keroknya, tim medis masih terus mendalaminya.
Baca Juga: Warga Kediri Tertipu Ratusan Juta Titik Dapur MBG Fiktif
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, yang menjenguk langsung ke bangsal perawatan, memastikan bahwa kondisi SA sudah jauh membaik.
"Alhamdulillah, muntah dan pusingnya sudah hilang. Kita semua berharap hasil lab segera keluar agar penanganan bisa lebih tepat," ujarnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Empat Residivis Curanmor Dibekuk Jatanras Polda Jatim, 13 Motor Jadi Sasaran
-
Pilu! Korban KM Virgo Transport 8 Dimakamkan di Madiun, Tinggalkan Istri dan Empat Anak
-
Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI
-
Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar
-
Dentuman Semeru Menggelegar Senin Malam Terekam CCTV, Petugas Ungkap Fakta di Baliknya