Wakos Reza Gautama
Rabu, 29 Juli 2026 | 08:46 WIB
Ilustrasi keracunan MBG. Pemerintah Kabupaten Kediri menghentikan total distribusi program MBG demi keamanan siswa usai ratusan siswa keracunan.
Baca 10 detik
  • Sebanyak 211 siswa di Kecamatan Kras mengalami dugaan keracunan massal setelah menyantap makanan dari program MBG pada Juli 2026.
  • Pemerintah Kabupaten Kediri menghentikan total distribusi program tersebut bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional demi keamanan siswa.
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri telah mengirimkan sampel makanan ke laboratorium di Surabaya untuk menyelidiki penyebab pasti insiden.

SuaraJatim.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bergulir di Kabupaten Kediri terpaksa dihentikan total setelah ratusan siswa dilaporkan tumbang akibat dugaan keracunan makanan.

Hingga Selasa (28/7/2026), tercatat sedikitnya 211 siswa di Kecamatan Kras mengeluhkan gejala serupa yakni perut melilit, mual hebat, pusing, hingga diare akut.

Suasana mencekam ini bermula pada Kamis malam (23/7/2026), hanya beberapa jam setelah para siswa menyantap menu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Apa yang awalnya dikira sakit perut biasa, ternyata menjadi gelombang masalah kesehatan yang masif. Dari satu sekolah ke sekolah lain, laporan mulai masuk.

Mulai dari siswa di SMP Negeri 1 Kras, MI Barokah, SD Negeri Purwodadi, hingga bocah-bocah mungil di TK Kusuma Mulya Krandang turut menjadi korban.

"Data terakhir menunjukkan total 211 anak terdampak. Bahkan, hingga kini masih ada dua siswa yang harus menjalani perawatan intensif di RS Ahmad Dahlan," ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, Selasa (28/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Eskalasi jumlah korban terus merangkak naik sejak Jumat hingga awal pekan ini, memaksa pihak sekolah dan orang tua melaporkan kejadian ini sebagai kejadian luar biasa di lingkungan pendidikan mereka.

Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Kediri bergerak cepat. Hasil koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk melakukan suspend atau penghentian sementara seluruh distribusi makanan dari penyedia terkait.

Langkah ini diambil demi memutus rantai risiko sembari menunggu kepastian penyebab keracunan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi sumber petaka tersebut.

Baca Juga: Buntut Keracunan Massal Siswa, Juru Masak SPPG Sumbergedang Jalani Pemeriksaan Intensif

"Sampel makanan sudah kami kirim ke laboratorium di Surabaya untuk diperiksa secara mendalam. Kami ingin memastikan zat apa yang memicu reaksi massal ini," tegas Khotib.

Meski sebagian besar siswa dilaporkan mulai membaik dan kembali bersekolah, bayang-bayang trauma masih menyelimuti ruang-ruang kelas. Pemkab Kediri menegaskan tidak akan gegabah dalam membuka kembali keran distribusi MBG.

Load More