- Perum Jasa Tirta I resmi menutup akses kendaraan roda empat di puncak Bendungan Lahor mulai 1 Agustus 2026.
- Kebijakan ini bertujuan menjaga ketahanan struktur bendungan dari getaran kendaraan demi keamanan Objek Vital Nasional tersebut.
- Pengendara sepeda motor serta kendaraan darurat tetap diizinkan melintas, sementara warga sekitar mendapatkan akses kartu gratis.
SuaraJatim.id - Selama puluhan tahun, banyak pengendara mobil menganggap puncak Bendungan Lahor hanyalah sebuah "jembatan praktis" yang menghubungkan wilayah Malang dan Blitar.
Namun, persepsi ini akan segera diubah secara paksa oleh aturan baru demi keselamatan nyawa dan ketahanan infrastruktur nasional.
Perum Jasa Tirta I (PJT 1) secara resmi mengumumkan penutupan total akses jalan di puncak Bendungan Lahor bagi kendaraan roda empat, yang akan berlaku efektif mulai 1 Agustus 2026.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan instruksi langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk melindungi status bendungan sebagai Objek Vital Nasional.
Kepala Divisi Jasa Asa Wilayah Sungai Brantas PJT 1, Agung Nugroho, mengungkapkan adanya kekeliruan mendasar di tengah masyarakat dalam memahami fungsi bendungan.
"Konstruksi bendungan ini bukan jembatan. Bendungan ini terbuat dari timbunan tanah. Jika terus-menerus dilewati kendaraan roda empat, getarannya bisa mengganggu ketahanan atau settlement (penurunan) timbunan bendungan tersebut," tegas Agung, Senin (18/05/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Agung juga menepis perbandingan yang sempat ramai di media sosial, di mana warga kerap membandingkan Bendungan Lahor dengan Jembatan Suramadu. Menurutnya, membandingkan keduanya adalah ibarat membandingkan apel dan jeruk.
"Konstruksinya berbeda total. Suramadu memang dirancang sebagai jembatan, bendungan tidak," imbuhnya.
Risiko yang dipertaruhkan memang tidak main-main. PJT 1 mengingatkan kembali pada memori kelam jebolnya Situ Gintung sebagai pengingat betapa fatalnya dampak jika struktur bendungan mengalami kerusakan yang terabaikan.
Baca Juga: 85 Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi di Blitar, Bagaimana Harganya?
Meski akses mobil pribadi ditutup, PJT 1 masih memberikan "napas" bagi pengguna jalan lainnya. Sepeda motor tetap diperbolehkan melintas selama 24 jam dengan tarif yang berlaku.
Kabar baik juga datang bagi warga lokal. Penduduk dari lima desa di sekitar Waduk Lahor akan mendapatkan akses gratis melalui kartu khusus cashless.
Tak hanya itu, kendaraan darurat seperti ambulans dan mobil kepolisian tetap diberi lampu hijau untuk melintas di atas bendungan dalam situasi mendesak.
PJT 1 juga menepis isu komersialisasi di balik retribusi yang selama ini ditarik (Rp1.000 untuk roda dua dan Rp3.000 untuk roda empat).
Faktanya, pendapatan dari sektor ini bahkan tidak mencapai satu persen dari total pendapatan perusahaan. Justru, 10 persen dari retribusi tersebut disetorkan kembali sebagai pajak bagi kas Pemerintah Kabupaten Malang dan Blitar.
Berita Terkait
-
85 Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi di Blitar, Bagaimana Harganya?
-
Belasan Mahasiswi Jadi Korban Pelecehan, Oknum Dosen UNU Blitar Dinonaktifkan
-
Skenario Palsu Ibu Muda di Blitar: Karang Cerita Temukan Bayi karena Takut Dimarahi Ortu
-
5 Mahasiswi UNU Blitar Jadi Korban Pelecehan Dosen di Kelas
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Hadir untuk Korban Gempa NTT, Bangun Posko Logistik BRI Peduli
-
Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup
-
Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso
-
Kasus Tambang Ilegal Tuban Meluas, Dua Nama Dilaporkan ke Polisi
-
Tragedi Berdarah di Pademawu: Siswi SD Tewas Di Tangan Ibu Kandungnya