- Warga Kabupaten Blitar diresahkan oleh kabar viral mengenai sosok pocong membawa senjata tajam melalui media sosial.
- Kapolres Blitar Kota menyatakan bahwa isu tersebut adalah hoaks karena tidak ditemukan bukti pendukung di lapangan.
- Polres Blitar Kota merilis infografis resmi dan mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi palsu yang meresahkan.
SuaraJatim.id - Layar ponsel warga Kabupaten Blitar, khususnya di wilayah Ponggok, belakangan ini dipenuhi oleh bayangan putih yang mengerikan.
Bukan sekadar penampakan makhluk halus biasa, isu yang beredar lewat pesan berantai dan unggahan TikTok itu menyebutkan sosok pocong tersebut berkeliaran sambil menenteng senjata tajam.
Warga dibuat was-was, sementara spekulasi liar terus bergulir di jagat maya, menciptakan gejolak ketakutan yang menjalar cepat dari layar gawai ke dunia nyata.
Menanggapi kegaduhan yang kian liar, Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, tidak tinggal diam. Tim kepolisian diterjunkan langsung ke titik-titik yang disebut dalam rumor tersebut. Petugas menyisir lorong-lorong desa, menemui tokoh masyarakat, hingga mengumpulkan informasi dari mulut ke mulut.
Hasilnya? Nihil. Tidak ada satu pun bukti fisik, rekaman CCTV yang valid, maupun saksi mata tepercaya yang benar-benar melihat sosok "pocong sajam" tersebut.
"Kami tegaskan bahwa berita itu sepenuhnya adalah hoaks atau tidak benar. Terkait isu penampakan pocong di Desa Dadaplangu yang dikabarkan membawa senjata tajam, itu hanya kabar bohong yang memicu kerisauan," tegas AKBP Kalfaris dengan nada mantap, Kamis (28/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Untuk meredam kepanikan, Polres Blitar Kota mengambil langkah tegas di ranah digital. Sebuah infografis resmi dirilis dengan cap merah berukuran besar bertuliskan HOAX.
Dalam infografis tersebut, tampak tangkapan layar dari sebuah akun TikTok yang menjadi pemicu viralnya kabar burung tersebut.
Tulisan "WASPADA BLITAR PONGGOK TEROR POCONG JADI-JADIAN" yang sebelumnya memicu ketakutan, kini resmi dilabeli sebagai konten menyesatkan oleh pihak berwajib.
Baca Juga: Terjebak di Antara Kobaran Daduk: Akhir Pilu Sang Petani Tua di Ladang Tebu Wonotirto Blitar
"Nihil temuan terkait hal itu. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya," tambah Kalfaris.
Menurutnya, menyebarkan informasi palsu justru akan merugikan lingkungan sendiri karena menciptakan keresahan yang tidak perlu.
Kasus pocong sajam ini menjadi pelajaran berharga tentang betapa cepatnya rasa takut bisa diproduksi di era media sosial.
Kapolres mengimbau warga agar lebih cerdas dan skeptis dalam menyaring informasi. Jangan sampai jempol lebih cepat bergerak daripada logika.
Berita Terkait
-
Terjebak di Antara Kobaran Daduk: Akhir Pilu Sang Petani Tua di Ladang Tebu Wonotirto Blitar
-
Maut di Balik Tradisi: Iduladha Berdarah Saat Balon Udara Meledak di Blitar
-
Jerat Prostitusi Online Menyasar Anak-Anak Broken Home di Blitar
-
UNU Blitar Akhirnya Rekomendasikan Pemecatan Dosen yang Melecehkan Mahasiswinya
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Hanya Ada 2 Siswa Baru: Guru SDN 2 Plandaan Rela Iuran Demi Beli Seragam
-
SDN Nailan Ponorogo di Ujung Tanduk: Kelas 1 & 2 Kosong Melompong, Hanya Tersisa 13 Murid
-
Ironi di Balik Puing Yosorati: Saat Api Melahap Gudang Plastik, Truk Damkar Terdekat Malah Mogok
-
Pasar Agrobis Babat Membara: 10 Kios Ludes Terbakar dalam Semalam, Diduga Akibat Korsleting
-
Jaga Rekening Nasabah Tetap Aman, BRI Terus Perkuat Sistem Perlindungan