Wakos Reza Gautama
Rabu, 22 April 2026 | 11:35 WIB
Seorang pelajar SMK berinisial D (18) asal Kecamatan Takeran, Magetan diduga menceburkan diri ke aliran Bengawan Madiun di kawasan Jembatan Ngujur, Desa Goranggareng, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Rabu (22/4/2026). [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Seorang pelajar SMK berinisial D diduga menceburkan diri ke Bengawan Madiun, Magetan, pada Selasa malam, 21 April 2026.
  • Warga menemukan sepeda motor dan sandal milik korban di atas Jembatan Ngujur pada Rabu pagi, 22 April 2026.
  • Petugas gabungan sedang melakukan pencarian intensif terhadap korban yang diduga meninggalkan rumah karena memiliki beban tanggung jawab pribadi.

SuaraJatim.id - Jembatan Ngujur di Desa Goranggareng, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, pagi itu tidak seperti biasanya.

Di tengah lalu lalang warga, sebuah sepeda motor Yamaha MX King berkelir biru dengan nomor polisi AE 3721 OW terparkir sunyi di tepi pembatas jembatan.

Tidak ada pemiliknya di sana. Hanya ada sepasang sandal yang tertinggal, menjadi bisu atas sebuah peristiwa kelam yang diduga terjadi di kegelapan malam.

Motor itu milik D (18), seorang pemuda asal Kecamatan Takeran yang kini menjadi pusat pencarian besar-besaran. Siswa SMK yang seharusnya merayakan kelulusan tahun ini, diduga kuat telah memilih jalan pintas menceburkan diri ke aliran deras Bengawan Madiun, Rabu (22/4/2026).

Cerita pilu ini bermula pada Selasa malam, sekitar pukul 20.00 WIB. D meninggalkan rumahnya begitu saja. Tidak ada kata pamit kepada orang tuanya, tidak ada lambaian tangan.

Yang lebih mencurigakan, ia sengaja meninggalkan telepon genggamnya di rumah, seolah ingin benar-benar memutus kontak dengan dunia luar.

"Saya tahunya tadi pagi ditelepon orang tuanya. Dikasih tahu kalau motor korban ditemukan di sini. Dugaan sementara, dia menceburkan diri ke sungai," ujar Kevin Favian Surya Pratama (20), teman akrab korban, dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Kevin terakhir kali bertemu sahabatnya itu sepekan lalu. Di matanya, D adalah remaja biasa yang sedang menanti masa depan setelah lulus sekolah. Namun, di balik wajah tenang itu, tersimpan sebuah beban yang belum terungkap sepenuhnya.

Apa yang membuat seorang pemuda di usia puncaknya nekat melakukan tindakan sedrastis itu? Dari keterangan orang tua korban kepada Kevin, terselip sebuah petunjuk yang kini didalami polisi. Ada sebuah "tanggung jawab" besar yang kabarnya sedang dihadapi oleh D.

Baca Juga: Geger Tagar Pamekasan Viral: Polisi Buru Penyebar Video 4 Menit Pelajar SMP

Sayangnya, beban apa yang dimaksud belum terjawab. Apakah itu masalah akademis, tekanan pribadi, atau hal lain yang terlalu berat untuk dipikul bahu seorang remaja 18 tahun?

Saksi mata di sekitar lokasi, Ahmad, sempat melihat suasana mencurigakan di atas jembatan sebelum kejadian. Namun, kesunyian malam dan posisi jembatan yang lengang membuat tak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi pada detik-detik terakhir sebelum D menghilang dari permukaan.

Kini, motor biru miliknya telah diamankan di sebuah warung sate dekat lokasi sebelum akhirnya dibawa pihak kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, aliran Bengawan Madiun masih disisir oleh petugas gabungan dan warga sekitar. Perahu karet dikerahkan, mata-mata tajam mengawasi setiap pusaran air, berharap ada keajaiban atau setidaknya titik terang mengenai keberadaan D.

Petugas mengimbau bagi siapa pun yang sempat melihat atau berinteraksi dengan D di sekitar Jembatan Ngujur pada Selasa malam agar segera melapor.

Load More