- Dinas PU Bina Marga Jawa Timur akan membangun pagar pengaman tinggi di Jembatan Cangar untuk mencegah aksi bunuh diri.
- Pengerjaan fisik pagar BRC dan wiremesh dijadwalkan mulai pada Juni 2026 setelah proses lelang selesai di bulan Mei.
- Pemerintah turut memasang lampu tenaga surya guna menerangi area jembatan yang gelap demi meningkatkan keamanan bagi seluruh masyarakat.
SuaraJatim.id - Jembatan Kembar Cangar yang membelah keindahan alam pegunungan antara Kota Batu dan Mojokerto seharusnya menjadi saksi bisu pesona wisata Jawa Timur.
Namun, belakangan ini, dinginnya kabut di sana sering kali beradu dengan kisah-kisah pilu aksi nekat manusia yang memilih mengakhiri hidup di kedalaman jurangnya.
Bergerak atas nama kemanusiaan dan keselamatan publik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU Bina Marga memutuskan untuk "memagari" duka tersebut. Proyek pemasangan pagar pengaman permanen pun segera dikebut sebagai langkah proteksi ekstra.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPU Bina Marga Jatim, Ahmad Faathir Wicaksono, memastikan bahwa rencana ini bukan sekadar wacana. Saat ini, tim teknis tengah berjibaku merampungkan detail konstruksi dan hitungan anggaran.
"Persiapan perencanaan sedang difinalisasi. Kami targetkan tahap mini kompetisi (lelang) dilakukan pada Mei, sehingga pengerjaan fisik di Jembatan Cangar 1 dan Cangar 2 bisa dimulai pada Juni 2026 mendatang," ungkap Faathir, Kamis (30/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Secara teknis, pagar ini tidak akan dibangun sembarangan. Pemerintah telah menyiapkan desain yang tangguh, rangka berbahan BRC yang dipadukan dengan wiremesh (kawat anyam baja).
Bukan sekadar pagar biasa, ketinggiannya dirancang mencapai tiga per empat dari tinggi total struktur jembatan. Langkah ini diambil secara spesifik untuk menutup akses bagi siapapun yang memiliki niat buruk di atas jembatan tersebut. Pagar ini diharapkan menjadi "benteng" yang cukup tinggi untuk mencegah upaya pendakian atau aksi melompat.
Masalah di Cangar bukan hanya soal akses pagar, melainkan juga suasana gelap gulita saat malam tiba yang sering kali dimanfaatkan untuk aksi tersembunyi.
DPU Bina Marga Jatim menyadari hal ini. Mereka menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim untuk menghadirkan cahaya di titik rawan tersebut. Mengingat lokasi jembatan yang terisolasi dari jaringan listrik utama, solusi cerdas pun diambil.
Baca Juga: Ironi Jembatan Darurat di Bondowoso: Belum 1 Bulan Sudah Ambyar
"Kami mempertimbangkan pengadaan lampu penerangan jalan berbasis tenaga surya (solar cell). Ini solusi paling efektif mengingat minimnya akses listrik di tengah kawasan hutan tersebut," tambah Faathir.
Plt Sekretaris Dinas PU Bina Marga Jatim, Ir. Agus Hari Purnomo, menegaskan bahwa setiap peristiwa tragis yang terjadi menjadi pukulan telak sekaligus pengingat bagi instansinya untuk terus memperbaiki keamanan infrastruktur.
"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Kami ingin memastikan tidak ada lagi nyawa yang hilang secara sia-sia di lokasi ini," tegas Agus.
Berita Terkait
-
Ironi Jembatan Darurat di Bondowoso: Belum 1 Bulan Sudah Ambyar
-
Surat Cinta Terakhir Pelajar yang Gantung Diri di Gudang Masjid Kediri
-
Misteri Pelajar SMK Diduga Ceburkan Diri ke Sungai Bengawan Madiun, Pencarian Masih Dilakukan
-
Maut Nyaris Menjemput: Aksi Heroik Masinis Malioboro Ekspres Selamatkan Nyawa di Tengah Rel Nganjuk
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT