- Masinis KA Malioboro Ekspres menghentikan kereta secara mendadak di Nganjuk pada Kamis (9/4/2026) demi menyelamatkan seorang perempuan.
- Perempuan tersebut berhasil diamankan oleh petugas Stasiun Kertosono dan dibawa ke Polsek setempat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
- Aksi penyelamatan nyawa manusia tersebut menyebabkan keterlambatan jadwal perjalanan bagi KA Malioboro Ekspres dan juga KA Sancaka.
SuaraJatim.id - Siang itu, Kamis (9/4/2026), jarum jam baru saja menyentuh pukul 14.00 WIB. Di atas kabin lokomotif KA 170B Malioboro Ekspres yang tengah melaju membelah rute Purwokerto-Malang, pandangan sang masinis tiba-tiba menajam.
Di kejauhan, tepatnya pada petak jalan antara Stasiun Baron dan Stasiun Kertosono, Kabupaten Nganjuk, nampak sebuah bayangan tak lazim tergeletak tepat di tengah rel.
Bukan tumpukan kayu atau benda mati, sosok itu adalah seorang manusia. Seorang perempuan tengah terbaring diam di atas bantalan rel, seolah sedang menunggu maut yang dibawa oleh ribuan ton baja yang sedang meluncur.
Seketika, insting keselamatan masinis bekerja. Laporan kilat dikirimkan ke pusat kendali. Keputusan besar harus diambil. Menghentikan laju kereta api demi sebuah nyawa.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengonfirmasi detik-detik menegangkan tersebut.
"Masinis melaporkan adanya seseorang dalam posisi terbaring di tengah rel. Petugas segera mengambil langkah cepat dengan menghentikan laju kereta untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," ujar Tohari dalam keterangan resminya.
Tepat pukul 14.03 WIB, di Kilometer 97+900, Malioboro Ekspres melakukan 'Berhenti Luar Biasa' (BLB). Suara gesekan logam rem yang menderu memecah keheningan siang di Nganjuk.
Sembilan menit yang krusial itu menjadi pemisah antara hidup dan mati. Setelah dipastikan posisi perempuan tersebut tidak lagi membahayakan perjalanan, kereta kembali melanjutkan perjalanannya pada pukul 14.12 WIB.
Petugas pengamanan Stasiun Kertosono yang tiba di lokasi tak membuang waktu. Perempuan yang diduga hendak melakukan aksi nekat mengakhiri hidup itu segera diamankan.
Baca Juga: Fajar Kelabu di Gununggangsir: Detik-detik Memilukan Wanita Muda Tewas Tertabrak Kereta Api
Ia kemudian diserahkan ke Polsek Kertosono untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan pemeriksaan psikologis.
Meski nyawa berhasil diselamatkan, insiden ini memberikan efek domino pada jadwal perjalanan.
KA Malioboro Ekspres tercatat terlambat 13 menit saat tiba di Stasiun Kertosono, sementara KA 82B Sancaka turut terdampak dan mengalami keterlambatan 5 menit di Stasiun Baron.
Namun bagi KAI, keterlambatan belasan menit tersebut tidak sebanding dengan harga sebuah nyawa manusia. Tohari menegaskan bahwa keselamatan jiwa dan kelancaran perjalanan adalah prioritas mutlak yang tak bisa ditawar.
"Tindakan cepat masinis dan petugas di lapangan menjadi kunci dalam mencegah terjadinya insiden yang lebih fatal," kata Tohari dengan nada tegas.
Tragedi yang nyaris terjadi ini kembali menjadi pengingat keras bagi publik. Jalur kereta api bukanlah ruang publik, apalagi tempat beraktivitas. Ia adalah area terbatas yang dilindungi undang-undang, di mana setiap detik kelalaian bisa berujung duka.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api karena sangat membahayakan. Kami mengajak masyarakat untuk segera melapor jika melihat ada potensi gangguan di jalur KA," pungkasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Fajar Kelabu di Gununggangsir: Detik-detik Memilukan Wanita Muda Tewas Tertabrak Kereta Api
-
Mahasiswa Bondowoso Tewas di Rumah, Jasadnya Ditemukan Ayah
-
Kisah Suami Ajak Istri di Jombang Minum Racun Bersama, Ujungnya Gantung Diri
-
22 Ribu Tiket Kereta Lebaran dari Malang Diskon 30% Masih Tersedia, Cek Daftarnya!
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh