- Seorang wanita berinisial AA berusia 26 tahun tewas tertabrak Kereta Api Komuterlane Supas di Desa Gununggangsir, Pasuruan.
- Peristiwa tragis yang terjadi pada Senin, 6 April 2026 dini hari tersebut diduga merupakan aksi bunuh diri.
- Polisi telah mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut dan proses penyerahan kepada keluarga.
SuaraJatim.id - Keheningan menjelang subuh di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Pasuruan, pecah oleh deru mesin Kereta Api Komuterlane Supas yang membelah malam.
Namun, di balik suara bising roda besi yang beradu dengan rel, sebuah tragedi sunyi terjadi. Seorang wanita muda, berinisial AA (26), ditemukan tak bernyawa dalam kondisi yang menggetarkan hati siapapun yang melihatnya.
Senin (6/4/2026) dini hari itu, jalur penghubung Surabaya menuju Probolinggo tersebut menjadi saksi bisu sebuah keputusan nekat yang mengakhiri segalanya.
Laporan pertama masuk ke pihak kepolisian saat langit masih gelap. Tim evakuasi yang tiba di lokasi kejadian, tepatnya di kilometer 40+900, mendapati pemandangan yang memilukan.
Tubuh manusia ditemukan berserakan di sekitar rel, memaksa petugas segera melakukan sterilisasi area guna menjaga martabat korban dan mengumpulkan bukti-bukti krusial.
Kapolsek Beji, Kompol Sukiyanto, mengonfirmasi bahwa insiden maut ini melibatkan rangkaian Kereta Api Komuterlane Supas.
"Penemuan jenazah ini diduga kuat akibat korban tertabrak kereta api saat melintas di perlintasan Desa Gununggangsir," jelasnya dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Berdasarkan investigasi di tempat kejadian perkara (TKP) dan kesaksian warga sekitar, kronologi kejadian ini menyisakan tanya yang mendalam. Sebelum maut menjemput, Alfidia tampak berjalan seorang diri di sepanjang rel. Tak ada kecurigaan awal, hingga sebuah momen mengerikan terjadi.
Dugaan sementara mengarah pada aksi mengakhiri hidup dengan sengaja. Saksi mata menyebut, wanita asal Dusun Sobo, Desa Wonokoyo tersebut, diduga sengaja merebahkan dirinya di atas rel tepat saat rangkaian besi besar itu melaju kencang ke arahnya. Dalam sekejap, nyawa Alfidia terenggut oleh kekuatan mesin yang tak mungkin dihentikan secara mendadak.
Baca Juga: Kisah Perempuan Pendamping Kopdes di Pasuruan, Usia 25 Tahun Jadi Tumpuan Koperasi Merah Putih
Warga yang tengah bersiap memulai aktivitas subuh dikejutkan oleh kerumunan petugas dan garis polisi yang membentang.
Evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian menggunakan armada ambulans menuju RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk proses pemulasaraan.
"Identitas korban telah dipastikan. Kami telah menghubungi pihak keluarga untuk proses penyerahan jenazah dan tindak lanjut penyelidikan motif di balik kejadian ini," tambah Kompol Sukiyanto.
Berita Terkait
-
Kisah Perempuan Pendamping Kopdes di Pasuruan, Usia 25 Tahun Jadi Tumpuan Koperasi Merah Putih
-
2 Perusak Makam Keramat di Pasuruan Divonis 5 Bulan Penjara
-
Koperasi Merah Putih Pasok Bahan Baku MBG di Pasuruan, Ekonomi Desa Mulai Berputar
-
Petani Pasuruan Makin Mudah Dapat Pupuk Subsidi Lewat Koperasi Merah Putih, Harga Juga Murah
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Bupati Pamekasan Buka Suara Soal Rusuh Indomaret: Sudah Diberi SP1, Malah Nekat Bangun Malam Hari
-
Diteror Foto Asusila Editan AI, Wanita di Gresik Menangis Histeris di Depan Kapolres
-
Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib
-
Bawa Alat Berat! Massa di Pamekasan Nekat Robohkan Proyek Toko Indomaret
-
Putusan MK Kelar, Polemik Pendidikan Gibran Bergeser ke Ujian Kepercayaan Publik