-
Petani Pasuruan kini mudah memperoleh pupuk subsidi lewat koperasi desa.
-
Distribusi pupuk subsidi lebih dekat, harga sesuai ketentuan pemerintah.
-
Koperasi Merah Putih dukung petani tingkatkan produktivitas pertanian daerah.
SuaraJatim.id - Petani di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), kini lebih mudah mendapatkan pupuk subsidi setelah hadirnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai penyalur resmi.
Melalui gerai koperasi tersebut, para petani bisa memperoleh pupuk subsidi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah tanpa harus mencari ke desa lain.
Kemudahan akses pupuk subsidi ini dirasakan langsung oleh petani di wilayah tersebut. Kini mereka cukup datang ke Koperasi Desa Merah Putih Gejugjati untuk menebus pupuk dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jadi, produk unggulan kami ini (petani) bisa menebus pupuk langsung ke kedai dengan harga sesuai dari pemerintah Rp90 ribu (pupuk urea per sak atau 50 kg),” kata Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gejugjati, Muklason, Kamis (12/3/2026).
Di gerai koperasi tersebut, tersedia layanan khusus penjualan pupuk. Pada gerai itu juga ditampilkan informasi alur pembelian serta daftar harga berbagai jenis pupuk bersubsidi.
Beberapa di antaranya yakni pupuk NPK Kakao Rp132 ribu per sak, pupuk NPK Phonska Rp92 ribu per sak, pupuk urea Rp90 ribu per sak, pupuk ZA Rp68 ribu per sak, serta pupuk organik petroganik Rp25.600 per sak.
Manajer Penjualan Jatim IV PT Pupuk Indonesia, Ontario Rolando, mengatakan perusahaan telah menunjuk KDMP Gejugjati sebagai penyalur resmi pupuk subsidi di Kecamatan Lekok. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pupuk bagi petani di daerah.
Di Kabupaten Pasuruan sendiri, PT Pupuk Indonesia telah menunjuk empat Koperasi Merah Putih sebagai penyalur resmi pupuk bersubsidi.
Dengan sistem tersebut, petani dapat memperoleh pupuk lebih dekat sekaligus dengan harga yang pasti. Selain itu, pengurus koperasi juga bisa melakukan pemesanan secara daring.
“KDMP Gejugjati ini sudah melakukan transaksi I-Pubers secara online, pemesanannya secara langsung dan sudah diantarkan oleh pelaku usaha distribusi, yaitu PT Aska Berdikari Saputra,” kata Ontario.
Baru-baru ini, KDMP Gejugjati juga telah melakukan pemesanan pupuk urea dan pupuk NPK masing-masing sebanyak satu ton.
“Dan dibayar secara cash, tunai,” ujarnya.
Ia berharap sistem distribusi yang lebih ringkas ini dapat meningkatkan produktivitas petani, terutama dalam mendukung kebutuhan pupuk untuk sektor pertanian.
Sementara itu, pelaku usaha distribusi dari PT Aska Berdikari Saputra, Agus Abdullah, menyatakan pihaknya akan memaksimalkan pemanfaatan aplikasi I-Pubers dalam menyalurkan pupuk subsidi secara lebih efektif dan efisien.
“Agar kebutuhan kelompok tani tidak tertunda untuk mendukung program pemerintah (mempertahankan) swasembada pangan,” kata Agus.
Berita Terkait
-
Draf RUU Reforma Agraria Disorot, AGRA Pertanyakan Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Subjek
-
Sederet Pekerjaan Rumah Menkeu Suahasil: Fiskal Daerah Terjepit, MBG-KDMP Disorot
-
Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun
-
Gus Lilur Dukung Gus Kikin Susun Pengurus Profesional: PBNU Bukan PWNU Jatim
-
Purbaya, Menkop, & Danantara Bikin Tim Khusus Kelola Kopdes Merah Putih
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
Terkini
-
Petaka Cari Kayu Bakar: Nenek di Ponorogo Tewas Terjebak Kobaran Api di Lahan Jati
-
Jokowi Sambangi Tenda Pengungsi Gempa Palue, Ini Respon Bupati Juventus
-
Asap Hitam Membubung! Pabrik Sepatu di Mojokerto Terbakar Hebat saat Karyawan Bekerja
-
Menu MBG Diduga Basi! 10 Siswa SLB di Blitar Tumbang, Wali Murid Tuntut Evaluasi
-
Harhubnas 2026, Gubernur Khofifah Gratiskan Tarif Layanan Trans Jatim Hari Ini