Riki Chandra
Kamis, 12 Maret 2026 | 19:55 WIB
Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gejugjati, Muklason
Baca 10 detik
  •  Petani Pasuruan kini mudah memperoleh pupuk subsidi lewat koperasi desa.

  • Distribusi pupuk subsidi lebih dekat, harga sesuai ketentuan pemerintah.

  • Koperasi Merah Putih dukung petani tingkatkan produktivitas pertanian daerah.

SuaraJatim.id - Petani di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), kini lebih mudah mendapatkan pupuk subsidi setelah hadirnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai penyalur resmi.

Melalui gerai koperasi tersebut, para petani bisa memperoleh pupuk subsidi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah tanpa harus mencari ke desa lain.

Kemudahan akses pupuk subsidi ini dirasakan langsung oleh petani di wilayah tersebut. Kini mereka cukup datang ke Koperasi Desa Merah Putih Gejugjati untuk menebus pupuk dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jadi, produk unggulan kami ini (petani) bisa menebus pupuk langsung ke kedai dengan harga sesuai dari pemerintah Rp90 ribu (pupuk urea per sak atau 50 kg),” kata Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gejugjati, Muklason, Kamis (12/3/2026).

Di gerai koperasi tersebut, tersedia layanan khusus penjualan pupuk. Pada gerai itu juga ditampilkan informasi alur pembelian serta daftar harga berbagai jenis pupuk bersubsidi.

Beberapa di antaranya yakni pupuk NPK Kakao Rp132 ribu per sak, pupuk NPK Phonska Rp92 ribu per sak, pupuk urea Rp90 ribu per sak, pupuk ZA Rp68 ribu per sak, serta pupuk organik petroganik Rp25.600 per sak.

Manajer Penjualan Jatim IV PT Pupuk Indonesia, Ontario Rolando, mengatakan perusahaan telah menunjuk KDMP Gejugjati sebagai penyalur resmi pupuk subsidi di Kecamatan Lekok. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pupuk bagi petani di daerah.

Di Kabupaten Pasuruan sendiri, PT Pupuk Indonesia telah menunjuk empat Koperasi Merah Putih sebagai penyalur resmi pupuk bersubsidi.

Dengan sistem tersebut, petani dapat memperoleh pupuk lebih dekat sekaligus dengan harga yang pasti. Selain itu, pengurus koperasi juga bisa melakukan pemesanan secara daring.

“KDMP Gejugjati ini sudah melakukan transaksi I-Pubers secara online, pemesanannya secara langsung dan sudah diantarkan oleh pelaku usaha distribusi, yaitu PT Aska Berdikari Saputra,” kata Ontario.

Baru-baru ini, KDMP Gejugjati juga telah melakukan pemesanan pupuk urea dan pupuk NPK masing-masing sebanyak satu ton.

“Dan dibayar secara cash, tunai,” ujarnya.

Ia berharap sistem distribusi yang lebih ringkas ini dapat meningkatkan produktivitas petani, terutama dalam mendukung kebutuhan pupuk untuk sektor pertanian.

Sementara itu, pelaku usaha distribusi dari PT Aska Berdikari Saputra, Agus Abdullah, menyatakan pihaknya akan memaksimalkan pemanfaatan aplikasi I-Pubers dalam menyalurkan pupuk subsidi secara lebih efektif dan efisien.

“Agar kebutuhan kelompok tani tidak tertunda untuk mendukung program pemerintah (mempertahankan) swasembada pangan,” kata Agus.

Load More