Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:36 WIB
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas kelompok terbang (kloter) 116 yang menjadi kloter terakhir jamaah haji Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis, (21/5/2026). (Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas kelompok terbang (kloter) 116 yang menjadi kloter terakhir jamaah haji Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis, (21/5/2026).

Sebanyak 370 jamaah diberangkatkan pada kloter terakhir ini, terdiri dari 163 jamaah laki-laki dan 207 jamaah perempuan. Para jamaah didampingi oleh 4 petugas kloter, 2 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 3 petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), sehingga total rombongan mencapai 379 orang.

Dalam kesempatan ini, Khofifah menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kloter terakhir Embarkasi Surabaya, kloter ke-116 Tahun 1447 Hijriah secara resmi saya lepas," ujarnya.

"Semoga panjenengan semua diparingi kesehatan, ibadahnya lancar, kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur," imbuhnya.

Pada kloter terakhir ini, jamaah tertua tercatat atas nama Raminten Murtomo Singo Dimejo asal Kabupaten Sidoarjo yang berusia 86 tahun. Sedangkan jamaah termuda adalah Mohammad Akbar Kurniawan asal Kota Surabaya yang berusia 21 tahun.

Khofifah menjelaskan, Embarkasi Surabaya tahun ini memberangkatkan total 116 kloter dengan jumlah 44.080 jamaah dan petugas. Jumlah tersebut terdiri atas 42.109 jamaah, 464 petugas kloter, PHD sebanyak 162 orang, dan PIH KBIHU sebanyak 140 orang.

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas kelompok terbang (kloter) 116 yang menjadi kloter terakhir jamaah haji Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis, (21/5/2026). (Dok: Pemprov Jatim)

"Jadi jemaah yang kita berangkatkan dari Embarkasi Surabaya adalah yang terbanyak dari seluruh provinsi di Indonesia. Kalau dulu paling banyak Jawa Barat karena jumlah penduduknya paling banyak, sekarang Jawa Timur mendapatkan tambahan 8.000 jamaah haji berdasarkan Undang-Undang Haji karena antreannya paling panjang," katanya.

Pada kesempatan ini, Khofifah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Surabaya, mulai dari proses pelayanan di asrama haji hingga pemberangkatan jamaah menuju Tanah Suci.

Baca Juga: 5 Jemaah Calon Haji Situbondo Batal Berangkat, 993 Lainnya Siap Bertolak ke Tanah Suci

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji sejak proses keberangkatan hingga nanti kembali ke tanah air," ucapnya.

Selain itu, Khofifah turut menyampaikan do'a atas jamaah yang tertunda keberangkatannya karena alasan kesehatan. Semoga lekas sehat seperti semula.

“Hingga saat ini terdapat 38 orang jamaah haji yang menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan, dan turut berduka cita atas wafatnya 13 orang jamaah haji di Arab Saudi," katanya.

Khofifah pun mengimbau seluruh jamaah agar senantiasa menjaga kesehatan, menjaga kekhusyukan ibadah, serta menaati seluruh ketentuan selama berada di Tanah Suci.

“Kita tentu berharap semuanya dalam menjalankan ibadah haji diparingi kesehatan. Yang haji sehat, keluarga yang ditinggalkan sehat, semuanya diberi keselamatan dan keberkahan," ucapnya.

"Mohon dido'akan semoga Indonesia aman damai, mudah-mudahan Jawa Timur aman damai, Surabaya dan Sidoarjo khususnya aman damai," pungkasnya.***

Load More