- Seorang penjual tempe diserang menggunakan cairan kimia oleh dua pelaku di Desa Wiyoro, Pacitan, pada Kamis, 21 Mei 2026.
- Polres Pacitan berhasil meringkus pelaku berinisial S dan RCG yang merupakan pasangan ayah dan anak asal Kecamatan Ngadirojo.
- Motif kejahatan dipicu oleh dendam pribadi pelaku terhadap korban terkait masalah asmara serta urusan piutang yang belum selesai.
SuaraJatim.id - Bagi Eko Susanto, pagi itu adalah tragedi. Saat melintas di jalanan aspal Desa Wiyoro, Pacitan, penjual tempe ini dihentikan oleh dua pria misterius yang menyaru di balik jas hujan dan helm rapat.
"Ada titipan, Pak!" seru salah satu pelaku. Kalimat pendek itu menjadi pembuka. Saat Eko menghentikan motornya, bukan paket yang ia terima, melainkan siraman cairan kimia yang seketika membakar kulit dan indera penglihatannya.
Aksi keji ini akhirnya terbongkar. Polres Pacitan meringkus dua dalang di baliknya masing-masing berinisial S (58) dan RCG (26). Ironisnya, kedua pelaku merupakan pasangan ayah dan anak asal Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo.
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan maraton yang menyisir jejak demi jejak di lapangan.
"Kami melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya kedua pelaku berhasil kami amankan di kediaman mereka tanpa perlawanan," ujar Ayub, Kamis (21/5/2026).
Di balik serangan yang terencana rapi ini, tersimpan bara dendam pribadi yang kompleks. Berdasarkan penyidikan, sang ayah (S) memendam sakit hati yang mendalam.
Ia menuduh istrinya memiliki hubungan gelap dengan korban. Api cemburu itu kian berkobar ketika ditambah urusan piutang yang tak kunjung usai antara mereka.
Dendam inilah yang kemudian "diwariskan" S kepada putranya, RCG. Keduanya menyusun skenario layaknya film kriminal.
Mereka mengenakan penutup wajah, helm, dan jas hujan untuk mengaburkan identitas, lalu membekali diri dengan botol semprot berisi Hydrogen Peroxide (H2O2), cairan kimia keras yang biasanya digunakan sebagai penetral air tambak.
Baca Juga: Penjual Tempe Menjadi Korban Penyiraman Air Keras di Pacitan, Pelaku Berjas Hujan
Meski diserang secara mendadak hingga mengenai mata, telinga, dan dadanya, Eko Susanto tidak menyerah begitu saja.
Dalam kondisi menahan perih yang luar biasa, ia sempat melakukan perlawanan sengit. Eko berhasil menarik helm salah satu pelaku hingga terjatuh.
Panik karena penyamarannya nyaris terbongkar, kedua pelaku memilih tunggang langgang, meninggalkan botol semprot yang menjadi bukti kunci bagi kepolisian untuk melacak keberadaan mereka.
Kini, drama ayah dan anak yang kompak dalam kejahatan ini harus berakhir di balik jeruji besi. Mereka dijerat dengan Pasal 467 Ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
"Ancaman pidananya maksimal empat tahun penjara," tegas AKBP Ayub. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Penjual Tempe Menjadi Korban Penyiraman Air Keras di Pacitan, Pelaku Berjas Hujan
-
Jalan Penghubung 3 Desa di Pacitan Bak "Jalur Neraka", Perbaikan Swadaya Tak Lagi Mempan
-
Bikin Panik, Kemenhaj Pastikan Video Viral Jemaah Calon Haji Pacitan Tersesat di Mekkah Hoaks
-
Motor Dinas Tergelincir, Sertu Sugeng Babinsa Pacitan Menghembuskan Napas Terakhir Dalam Tugas
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mengantuk Sekejap, Pikap L300 Terjun Bebas ke Sungai di Blitar
-
Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kerja Sama Jatim-Singapura di Bidang Investasi dan SDM
-
Petaka di Ladang Tembakau: Balita di Sampang Tewas Tenggelam di Kubangan Air
-
Jatim Raih 2 Penghargaan JDIH Nasional dengan Predikat AA dan Nilai 100
-
BRI Rayakan Rekor MURI: Pameran Kredit Kendaraan Terbesar di 131 Lokasi Bersamaan